Lee Kyounghoon menempel pimpinan klasemen sementara Cameron Smith, yang memegang keunggulan satu stroke pada ajang Memorial Tournament presented by Workday.
Dalam posisi terpaut hanya satu stroke menuju putaran akhir pekan, sulit bagi Lee Kyounghoon untuk tidak memikirkan kemenangan, meski hanya sekejap. Skor 2-under 70 pada putaran kedua kemarin (3/6) membantunya menempel Cameron Smith pada ajang Memorial Tournament presented by Workday.
Pada putaran kedua itu Lee menorehkan empat birdie dengan dua bogey di Muirfield Village dan mengoleksi skor total 7-under 137. Namun, Smith, yang kini berstatus pegolf No.3 Dunia, tampil lebih baik satu stroke setelah membukukan skor 69, menyusul skor 67 yag ia torehkan pada putaran pertama.
Tiga pekan silam, Lee sukses mempertahankan gelar AT&T Byron Nelson di Dallas. Tren permainannya yang terus positif ini jelas turut membuatnya lebih haus lagi untuk bisa kembali berprestasi. Apalagi ajang Memorial Tournament ini merupakan satu dari tiga turnamen PGA TOUR yang mendapatkan peningkatan hadiah uang.
”Saya akan memiliki peluang untuk menang jika bisa main bagus seperti pada hari Kamis dan Jumat ini,” tutur Lee, yang layak merasa puas mengingat performanya yang solid itu terlihat dari statistik Strokes Gained: Tee to Green yang menempatkannya di posisi teratas, delapan stroke lebih baik daripada pemain lainnya.
Bermain dari hole 10, ia membukukan birdie di hole 12 dan 15, masing-masing dari jarak 2,3 meter dan 1,65 meter, sebelum kemudian menambah birdie lagi dari jarak 13 meter dari area fringe di hole 1. Dan meski sempat mendapat bogey di hole 2 dan 4, ia menunjukkan kualitas permainan bunker-nya dengan mengantarkan bola hanya berjarak kurang dari semeter di hole 7 par 5.
”Saya akan memiliki peluang untuk menang jika bisa main bagus seperti pada hari Kamis dan Jumat ini.” — Lee Kyounghoon.
”Angin kencang membuat permainan saya terasa sulit hari ini. Namun, saya masih bisa melakukan beberapa pukulan yang solid, jadi saya bisa mempertahankan momentum yang baik. Birdie di par 5 (hole 7), jadi saya bisa mendapat posisi yang bagus untuk besok (hari ini). Skor 2-under hari ini sudah menjadi skor yang bagus,” tuturnya.
Turnamen ini sebenarnya menjadi turnamen kelimanya secara berturut-turut. Namun, adrenalin ikut membantunya untuk terus berada dalam kondisi yang prima. Perubahan yang ia lakukan pada awal Mei—kembali berlatih dengan pelatihnya sebelumnya Chris Mayson, psikolognya semula Jung Gureen, dan kedi baru Dan Parratt—seakan masih terus memberikan efek positif bagi permainannya.
”Saya masih merasa bersemangat. Dan lagi, Muirfield, saya suka klub golf ini. (Saya) masih punya banyak momentum bagus,” ujarnya lagi sambil tersenyum.
Pegolf Korea lainnya, Im Sungjae, juga tampil dengan solid. Pemegang dua gelar PGA TOUR ini kembali membukukan skor 70 sehingga menempatkannya berjarak empat stroke di belakang Smith.
Penampilan Im pada ajang ini jelas bakal mengurangi kekecewaannya setelah beberapa kali gagal lolos di Muirfield Village. Bahkan kini ia berpeluang untuk terus meramaikan persaingan di jajaran atas setelah mendapat birdie di hole 6, 9, dan 14 dari jarak kurang dari 4 meter.
”Saya bisa menjaga bola untuk tetap masuk ke fairway di sebagian besar hole, jadi ini pertanda baik. Dan saya juga bisa melakukan beberapa pukulan iron yang bagus. Agak kecewa juga karena saya gagal mendapat lebih banyak birdie, meskipun punya banyak peluang,” tutur pegolf berusia 24 tahun, yang sempat terpapar COVID-19 saat berada di Korea ini.
”Saya memainkan beberapa permainan golf terbaik dalam hidup saya, dan saya merasa makin konsisten dengan club yang lebih panjang,” — Cameron Smith.
”Saya tidak main selama empat pekan, tapi minggu lalu bisa finis T15, jadi saya merasa sedang dalam kondisi yang bagus.”
Sementara itu, Smith berusaha untuk mengikuti jejak Tiger Woods yang pada tahun 2001 menjadi satu-satunya pegolf yang menjuarai Memorial Tournament dan THE PLAYERS Championship pada musim yang sama. Empat birdie dengan satu bogey membantunya berada satu tempat lebih baik ketimbang Lee dan Denny McCarthy. Posisinya ini merupakan yang ketiga kali dalam kariernya ketika ia memimpin atau berbagi posisi teratas dalam 36 hole.
”Saya pikir permainan saya sedang berada di posisi yang bagus. Tidak ada alasan lain. Saya memainkan beberapa permainan golf terbaik dalam hidup saya, dan saya merasa makin konsisten dengan club yang lebih panjang. Jadi, saya tak sabar melihat apa yang bakal saya hadapi (dalam dua putaran berikutnya),” tutur pegolf Australia yang juga memenangkan Sentry Tournament of Champions pada awal tahun ini.
”Saya juga merasa melakukan putt dengan baik. Cuma masih harus memperbaiki lagi permainan long game saya. Bola saya tidak banyak masuk ke fairway di sembilan hole terakhir, saya hanya akan berlatih beberapa bola dan berusaha memperbaikinya.”
Pegolf Korea lainnya, Kim Siwoo bermain dengan skor 71 dan untuk sementara berada di peringkat T29. Sementara pegolf China Taipei C.T. Pan berhasil memperbaiki permainannya dengan skor 68 dan kini ada di posisi T39.


