Lin Xiyu dan Feng Shanshan mengincar finis yang solid pada kompetisi golf wanita Olimpiade Tokyo 2020 dengan 18 hole tersisa.
Lin Xiyu tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah memainkan putaran ketiga kompetisi golf wanita Olimpiade Tokyo 2020 hari ini (6/8). Dengan hanya satu birdie dan satu eagle, serta satu bogey, perjuangannya untuk memperbaiki posisi sekaligus meramaikan persaingan meraih medali menjadi terhambat. Namun, ia meyakini masih ada banyak peluang birdie yang bisa ia manfaatkan pada putaran final besok (7/8).
Pegolf berusia 25 tahun itu hanya bermain 2-under 69 di Kasumigaseki Country Club hari ini. Dengan skor total 7-under 206, ia kini terpaut tiga stroke dari posisi podium dan berada di peringkat T10 bersama rekan senegaranya, Feng Shanshan. Feng sendiri menorehkan skor 68 pada hari ini.
Pegolf Amerika dan No.1 Dunia Nelly Korda masih mempertahankan posisinya untuk meraih medali emas, menyusul skor 2-under 69 yang memberinya keunggulan tiga stroke dengan skor total 15-under.
Salah satu yang patut ia banggakan jelas keberhasilannya menorehkan eagle di hole 6 par 4 pendek. Ia memainkan 3-wood-nya dengan solid dan menyisakan sekitar 6 meter untuk meraih eagle.
”Saya mengawali permainan dengan baik. Ada banyak peluang birdie dan saya gagal memanfaatkannya. Dan di hole 5, saya memasukkan putt jarak jauh, sejauh kurang dari 8 meter untuk par, dan kemudian saya berpikir, mungkin putter saya bakal bekerja sekarang. ”Mereka memajukan tee lagi di hole 6 dan saya memainkan 3-wood dan memasukkan putt 6 meter,” jelas Lin.

Sayangnya, permainan apiknya tidak berlanjut dengan baik dan hanya bisa menambah satu birdie lagi di hole 8, dan harus mendapat bogey di hole 11.
”Saya bermain lebih baik daripada skor yang ada,” tutur Lin. ”Ada banyak pukulan bagus yang saya lakukan. Bahkan saya melakukan banyak putt yang bagus, tapi sedikit kurang beruntung kali ini. Banyak yang cuma melintas di pinggir lubang. Bisa dibilang hari ini saya main cukup bagus dan masih merasa senang. Semoga besok saya bisa sedikit lebih beruntung dengan putting saya,” jelas pemegang dua gelar Ladies European Tour ini.
”Di China, ada pepatah ketika mulai merasa kurang beruntung, itu berarti Anda sedang menabung keberuntungan. Jadi, saya sampai mengucapkan hal ini selama tiga hari, dan semoga saja besok saya bisa mendapatkan keberuntungan.”
Seperti halnya Lin, Feng yang genap berusia 32 tahun pada hari Kamis (5/8) kemarin juga membuat eagle di hole 6 setelah memasukkan putt yang menyisakan jarak kurang dari semeter. Ia masih mencatatkan tiga birdie lagi dengan satu double bogey di hole 11. ”Beberapa posisi pinnya sangatlah sulit untuk diserang, jadi saya tidak mendapatkan banyak peluang birdie. Double bogey di hole 11 itu sedikit kurang beruntung. Namun, saya masih merasa yakin. Saya masih bermain tanpa bogey, hanya meraih satu double bogey,” jelas pemegang sepuluh gelar LPGA ini.
Feng jelas tidak berniat untuk melepaskan peluang kembali memenangkan medali. Ia memang sempat menorehkan skor 74 pada putaran pertama, persis seperti yang dialami C.T. Pan. Namun, Pan membuktikan bahwa ia masih bisa memenangkan medali perunggu yang bersejarah bagi China Taipei.
”Ada 10-under, 8-under pada hari terakhir, itulah yang kami saksikan. Ini Olimpiade, peringkat keempat atau kelima tidaklah penting. Ada banyak pegolf wanita terbaik di dunia sehingga semua orang akan berjuang untuk bermain dengan skor yang rendah besok (7/8),” tandasnya.


