Hideki Matsuyama kini berpeluang untuk menyamai rekor 8 gelar milik K.J. Choi, sementara Li Haotong masih melanjutkan permainan solid menuju putaran final.

Publik golf Asia mendapat kejutan menarik pada akhir pekan ini dari Waialae Country Club di Honolulu Hawaii. Dua perwakilannya kini memiliki posisi yang bagus untuk bersaing memperebutkan gelar juara pada putaran final Sony Open.

Hideki Matsuyama kini berpotensi meraih kemenangan ke-8 di panggung PGA TOUR berkat permainan 7-under 63 pada putaran ketiga kemarin (15/1). Skor total 16-under menempatkannya sendirian di peringkat kedua, hanya terpaut dua stroke di belakang Russell Henley.

Tak hanya Matsuyama yang berpeluang memberi kejutan. Pegolf China Li Haotong juga mempertahankan permainan solidnya pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$7,5 juta ini. Meski sempat mendapat double bogey, ia masih bisa membukukan skor 68 dan menempatkannya di peringkat T3, empat stroke di belakang Henley.

Kemarin Matsuyama membukukan tujuh birdie dan bermain bersih tanpa bogey. Posisinya saat ini memberinya peluang untuk menyamai rekor K.J. Choi, yang selama ini menjadi pegolf Asia dengan jumlah kemenangan terbanyak pada PGA TOUR. Choi meraih gelar PGA TOUR ke-8 usai menjuarai THE PLAYERS Championship 2011.

Permainan putter yang solid memberinya peluang untuk meraih prestasi tersebut. Empat birdie yang ia peroleh, misalnya, ia raih dari jarak di bawah 3 meter. Setelah memasukkan birdie dari jarak sekitar 10 meter di hole 13, ia juga membukukan birdie di hole 15 dan 18 dari jarak kurang dari 3 meter.

”Mungkin putting saya menjadi titik terkuat hari ini. Bahkan ketika putt saya mishit, bolanya masih bisa masuk. Saya beruntung,” ujar Matsuyama, yang berada di peringkat kedua dalam kategori Strokes Gained: Putting dalam tiga putaran.

 

Li Haotong
Meski harus mendapat double bogey, Li Haotong masih meramaikan persaingan pada Sony Open 2022. Foto: Getty Images.

 

Putaran ketiga kemarin menjadi putaran ke-12 dengan skor 60-an secara berturut-turut bagi Matsuyama. Dengan demikian, ia membukukan rekor skor 194 dalam 54 hole yang ia mainkan.

”Ketika ada kerumunan penonton seramai seperti kali ini, kehadiran mereka memberi motivasi ekstra, dan saya mendapat semangat dari semua sorakan mereka. Semoga saja besok menjadi hari yang baik lagi,” imbuh pegolf Jepang yang menjuarai ZOZO Championship untuk gelar PGA TOUR ketujuhnya ini.

Sementara itu, Li masih bertahan di jajaran atas, meskipun di hole 16 ia sempat mengalami kecelakaan. Kesalahan demi kesalahan terjadi berturut-turut di hole tersebut sejak pukulan tee-nya mengarah ke posisi yang menyulitkan. Toh dengan lima birdie dan satu bogey lainnya, ia masih mempertahankan peluang untuk menjadi pegolf China Daratan pertama yang menjuarai ajang PGA TOUR.

”Yah, hari yang luar biasa. Dan kapan pun Anda bisa bermain under, skor itu sudah merupakan skor yang bagus. Saya mendapati putting saya tidak setajam biasanya dan ada beberapa pukulan tee yang buruk, terutama di hole 16. Bola saya masuk ke rough sisi kanan dan mestinya saya bisa bermain lebih cerdas. Akibatnya, saya harus membayar kesalahan itu dengan membuang dua pukulan. Selain itu, saya rasa permainan saya solid,” tutur pegolf berusia 26 tahun ini.

”Semoga besok (hari ini) saya bisa memukul lebih banyak ke fairway dan memukul sedikit lebih lurus. Saya pikir cuma itu. Saya pikir kalau bisa melakukannya, skor saya bakalan bagus.”

Sang pimpinan klasemen sementara, Russell Henley, mengejar gelar PGA TOUR ke-4, sekaligus Sony Open kedua baginya. Skor 67 yang ia bukukan kemarin memberinya skor total 18-under 192, yang juga memberinya skor 54 hole terendah dalam kariernya.