Hideki Matsuyama harus menelan kekecewaan setelah hanya nyaris meraih medali bagi Jepang pada kompetisi golf pria Olimpiade Tokyo.

Hideki Matsuyama hanya bisa merasakan kekecewaan pada pekan ini. Peluangnya untuk mempersembahkan medali bagi Jepang pada Olimpiade Tokyo ini benar-benar pupus. Setelah gagal memanfaatkan berbagai peluang untuk merebut medali emas, ia juga harus gugur dalam upaya memperebutkan medali perunggu, bersaing dengan enam pegolf lainnya pada putaran final di Kasumigaseki Country Club sore tadi (1/8).

Juara Masters 2021 ini sebenarnya berpeluang untuk memastikan finis di podium ketika berpeluang mendapatkan birdie di hole 18. Sayangnya, di sana ia harus puas dengan par dan hanya mencatatkan skor 2-under 69 dan skor total 15-under 269. Pada partai sudden-death yang dimainkan di hole 18 par 4 itu, Matsuyama juga harus tersingkir dari persaingan lantaran mendapat bogey.

Pegolf China Taipei C.T. Pan akhirnya memenangkan medali perunggu setelah menampilkan perjuangan mengagumkan untuk menuju hole tambahan keempat, yang kembali dilakukan di hole 18 sempat dimainkan di hole 10 dan 11. Pan mengalahkan Collin Morikawa di hole play-off keempat itu.

”Sudah tentu target saya memenangkan emas. Saya harus langsung memasukkan pukulan kedua di hole 18 itu untuk mengalahkan Xander (Schauffele), yang jelas sangat tidak masuk akal. Saya tahu kalau bisa mendapatkan birdie (di sana), saya pasti memenangkan medali perunggu. Namun, saya sangat frustrasi karena tak bisa memanfaatkan banyak kesempatan. Pada titik ini saya tak lagi memiliki energi atau daya tahan. Namun, saya terus berjuang sampai akhir dengan sepenuh hati. Sayangnya, saya hanya bisa nyaris (meraih medali).”

”Saya gagal memberikan performa yang saya harapkan. Pada saat yang sama, masih ada hasil positif karena saya bisa bersaing.” — Hideki Matsuyama.

Pada putaran final itu, pemegang enam gelar PGA TOUR ini mendapatkan lima birdie dan tiga bogey. Ia juga gagal memasukkan putt justru ketika ia membutuhkannya sehingga membuat posisinya tertinggal dari Schauffele, yang menuntaskan putaran final dengan skor 4-under 67 dan meraih kemenangan satu stroke dengan skor total 18-under 266.

Kemenangannyap ada Masters Tournament bulan April 2021 lalu memang menjadikannya sebagai pegolf pria Jepang pertama yang memenangkan Major. Namun, hal itu juga membuatnya menjadi harapan seluruh negerinya untuk bisa mempersembahkan medali emas bagi tuan rumah.

”Saya bisa mendapat sejumlah sukses di green sampai kemarin. Untuk hari ini, saya berhasil membacanya dengan baik, tapi begitu sensasi pada putting saya mulai hilang, jalur yang saya baca juga ikut sirna. Saya sadar, itulah sesuatu yang harus saya latih untuk melangkah ke depan. Jika bisa melakukannya, saya tahu saya bisa mencatatkan skor yang rendah seperti yang saya lakukan pada hari kedua. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk melangkah ke depan,” tuturnya.

”Saya gagal memberikan performa yang saya harapkan. Pada saat yang sama, masih ada hasil positif karena saya bisa bersaing. Pada satu titik pada putaran ini, ada momen di mana saya berpotensi mengejar dan melampaui para pemain yang memimpin. Sayangnya, pada akhirnya saya tak bisa mewujudkannya. Ada sesuatu yang sudah saya identifikasikan, yang harus saya latih, yang semoga bisa saya latih untuk ke depan.”