Mengapa Ciputra Golfpreneur Award, yang berlangsung pada Kamis (12/3) lalu, memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah plakat penghargaan?
Oleh Raka S. Kurnia, GolfinStyle
Sebagai organisasi, Ciputra Golfpreneur Foundation mungkin baru berusia enam tahun setelah diperkenalkan kepada publik pada 2020 silam. Akan tetapi, hubungan erat Ciputra Group dengan golf memang telah berlangsung sejak lama, khususnya tatkala Damai Indah Golf diresmikan tahun 1992. Sadar bahwa upaya menempatkan Indonesia ke peta persaingan golf global kerap melibatkan berbagai pihak, terutama sejak 1993, CGF sengaja menggagas Ciputra Golfpreneur Award, yang berlangsung pada Kamis (12/3) lalu di Hotel Raffles, Jakarta.
Malam penganugerahan Ciputra Golfpreneur Award ini khusus dilangsungkan sebagai wujud terima kasih kepada berbagai individu, organisasi, dan korporasi yang sejak 1993 telah terlibat mendukung visi DR. (HC) Ir. Ciputra dalam mengembangkan olahraga, khususnya golf prestasi, di Indonesia. Total 71 pihak mendapat sorotan dalam kegiatan istimewa ini. (Lihat daftar penerima penghargaan di bawah artikel ini.)
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Raffles itu menjadi inisiatif yang sangat penting dan mungkin menjadi inisiatif pertama yang dilakukan oleh sebuah organisasi olahraga golf di Indonesia, yang dilakukan dengan megah seperti ini. CGF menegaskan bagaimana olahraga prestasi tidak pernah bisa dikerjakan hanya oleh satu organisasi.
Apresiasi seperti ini tentu menciptakan dampak yang sangat besar bagi mereka yang mendapatkan penghargaan. Publik bisa melihat peran mereka sebagai mitra penting golf prestasi Indonesia yang turut meningkatkan level kompetitif dalam rangka menciptakan bintang-bintang masa depan. Meski beberapa di antaranya tidak lagi terlibat langsung, pengakuan yang dilakukan CGF lewat kegiatan ini tak sekadar menjadi pengingat publik akan sumbangsih mereka terhadap golf di Tanah Air, tapi juga menjadi penegasan akan pemupukan prestasi yang mulai bisa dinikmati sejumlah atlet Indonesia saat ini.

Fondasi penting yang ditanamkan oleh Almarhum DR. (HC) Ir. Ciputra memang membuahkan inisiatif penting yang kini diteruskan oleh CGF. Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (CGJWC), yang tumbuh dari kejuaraan lokal tahun 1993, telah menjadi ajang junior paling konsisten yang pernah digelar di Indonesia. Sementara Ciputra Golfpreneur Tournament yang sejak 2014 menjadi panggung penting bakat-bakat profesional Indonesia, menjadi turnamen paling konsisten dalam sejarah kalender Asian Development Tour.
Konsistensi tersebut sebenarnya membuat CGF layak mendapat sorotan karena menjadi salah satu organisasi golf paling konsisten di Indonesia untuk pengembangan golf. Akan tetapi, kegiatan malam itu justru mengarahkan sorotan tersebut kepada sejumlah individu, organisasi, dan korporasi yang sejak 1993 telah menjadi bagian penting perjalanan sejumlah generasi golf Indonesia.
Itulah sebabnya, apresiasi ini melampaui nilai dari plakat penghargaan yang diberikan di atas panggung. Malam itu turut menjadi bukti bagaimana para penerima penghargaan telah menjadi sebuah ekosistem pertumbuhan golf prestasi.
Malam anugerah ini jelas bukan sekadar seremoni dan bukan sekadar strategi mendapatkan dukungan untuk meneruskan program-program yang ada. Kita bisa melihatnya sebagai semacam pertanggungjawaban resmi kepada publik bahwa sebanyak 31 atlet yang kini bernaung di bawah yayasan ini benar-benar mendapatkan manfaat dari segenap dukungan yang telah diberikan dari berbagai platform yang telah diinisiasi oleh yayasan ini.
Kevin Caesario Akbar, salah satu atlet CGF angkatan pertama yang hingga saat ini masih menjadi bagian dari keluarga yayasan ini, menegaskan peranan yayasan yang bahkan telah ia rasakan jauh sebelum yayasan terbentuk. Mulai dari kesempatan bertanding pada CGJWC, mengikuti CGT sebagai amatir dalam usia masih 16 tahun.
”Semoga apa yang kita bangun ini bisa menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang.” — Budiarsa Sastrawinata.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina Budiarsa Sastrawinata, yang juga menjadi pendiri yayasan, mengungkapkan bagaimana ”Berdirinya Ciputra Golfpreneur Foundation berangkat dari keyakinan bahwa olahraga, khususnya golf, memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan membuka jalan bagi lahirnya generasi masa depan bangsa yang tangguh.”
Sambutan Budiarsa tersebut sekaligus menekankan hal penting, yang hampir selalu dikesampingkan dalam olahraga ketika ia menyampaikan, ”nilai sesungguhnya dari pengembangan olahraga bukan hanya tentang prestasi, melainkan juga (soal) membangun karakter, membuka akses, dan menciptakan masa depan yang lebih baik.”
Meskipun prestasi—medali emas dan trofi kemenangan—adalah sebuah kenikmatan besar dalam olahraga prestasi, CGF juga menekankan hal-hal lain yang memiliki nilai yang tak kalah besarnya—pembangunan karakter dan akses. Praktik nyata yayasan ini sangat terlihat dari komposisi skuad yang ada saat ini. Banyak di antara mereka yang telah menjadi bagian CGF sejak yayasan ini mulai diperkenalkan kepada publik pada 3 Maret 2020 silam.
Dari 18 atlet yang hadir langsung pada malam itu, tiga di antaranya merupakan angkatan pertama sejak yayasan ini diresmikan—Kevin Caesario Akbar, Joshua Andrew Wirawan, dan Alfred Raja Sitohang. Sejauh ini Kevin telah mengoleksi satu kemenangan di level Asian Development Tour. Adapun Alfred, yang merupakan alumnus Oregon University, menjadi pegolf Indonesia pertama yang menjuarai Pacific Northwest Amateur Championship, salah satu kejuaraan amatir tertua di Amerika, di mana Tiger Woods (1994) juga pernah memenangkannya. Sementara Joshua merupakan juara CGJWC 2011 dan telah berstatus profesional sejak 2014. Dan yang menarik, meskipun jumlah kemenangan tidak mewakili seluruh atlet, CGF masih menaruh kepercayaannya kepada atlet-atlet muda tersebut.
Tidaklah mengherankan jika Budiarsa, dalam penutup sambutannya, turut mengajak semua pihak yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan banyak atlet golf Indonesia, termasuk yang kini bernaung di bawah CGF untuk ”terus melangkah bersama, mengangkat potensi anak-anak bangsa dan membawa golf Indonesia ke panggung dunia. Semoga apa yang kita bangun ini bisa menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang.”
Penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Award tidak hanya membawa CGF ke salah satu titik awal pergerakan momentum komitmen mereka. Persis di tempat yang sama pula, enam tahun silam, tepatnya pada 3 Maret 2020, yayasan ini resmi diperkenalkan kepada publik luas. Dan penghargaan kali ini seakan ingin mengajak para pemangku kepentingan serta insan-insan bisnis dan golf yang peduli pada pertumbuhan atlet, untuk kembali berperan serta bersama CGF untuk membawa generasi muda ini mewujudkan impian Olimpiade mereka.
Daftar Penerima Ciputra Golfpreneur Award
Kategori Individu
1. Ichiro Suganuma, Managing Director of Panasonic Corporation
2. Jahja Setiaatmadja, Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk
3. Budi Karya Sumadi, Ketua Klub Komite Damai Indah Golf (2017–2021) dan Menteri Transportasi Republik Indonesia (2019–2024)
4. Zainudin Amali, Ketua Klub Komite Damai Indah Golf (2021–2025) dan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (2019–2023)
5. Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (2019–2024)
6. Mari Elka Pangestu, Ketua Klub Komite Damai Indah Golf (2013–2017) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (2011–2014))
7. M. Hatta Rajasa, Ketua Klub Komite Damai Indah Golf (2007–2013) dan Menteri Sekretariat Negara Republik Indonesia (2007–2009)
8. Sutiyoso, Ketua Klub Komite Damai Indah Golf (2003–2007) dan Gubernur Jakarta (1997–2007)
9. Darmawan Junaidi, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2020–2025)
10. Roykee Tumilaar, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (2020–2025)
Kategori Asosiasi
1. Japto S. Soerjosoemarno, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia
2. H.M. Tachril Sapi’ie, Ketua Umum Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia
3. Agus Triyono, Ketua Umum Professional Golf Association Tour Indonesia
4. Song Chang-keun, Founder dan Chairman of the Indonesian Women’s Open
5. Cho Minn Thant, Komisioner dan CEO Asian Tour
Kategori Pembicara
1. Sultan Baktiar Najamudin, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia
2. Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata Republik Indonesia
3. Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia
Kategori Perusahaan
Subkategori Gold
1. ATI (Asosiasi Jalan Tol Indonesia)
2. PT Adaro Energy Indonesia Tbk
3. PT Artha Mulia Beton
4. PT Bank Central Asia Tbk
5. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
6. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
7. PT Bumi Serpong Damai Tbk
8. Ciputra Group
9. PT Gunas Land
10. PT Indofood Sukses Makmur Tbk
11. PT J Trust Bank Indonesia Tbk
12. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
13. PT KMK Global Sport
14. PT Panasonic Gobel Indonesia
15. PT Pertamina (Persero)
16. PT Surya Toto Indonesia Tbk
Subkategori Silver
1. PT Baja Perkasa Sentosa
2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
3. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
4. PT Bayan Resources Tbk
5. PT Cipta Karya Usaha Makmur
6. PT Hutama Karya (Persero)
7. PT Indonesia Morowali Industrial Park
8. PT Jasa Marga (Persero) Tbk
9. PT Jaya Real Property Tbk
10. PT Kharisma Arum Abadi
11. PT Medco Energi Internasional Tbk
12. PT Petrokimia Gresik
Subkategori Bronze
1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2. PT Angkasa Pura Indonesia
3. PT Chandra Persada
4. PT Cipta Sarana Nusantara
5. PT Graha Pondasi Semesta
6. PT Ikagriya
7. PT Karya Cipta Bangun Mandiri
8. PT Kurnia Berkah Jaya
9. PT Len Industri (Persero)
10. PT Menara Pondasi Utama
11. PT Meratus Line
12. PT Myouri Makmur Mandiri
13. PT Orlando Dalanni Pasu Pasu
14. PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
15. PT Perdana Rancang Bangun
16. PT Pindad (Persero)
17. PT PP (Persero) Tbk
18. PT Prima Maju Jaya
19. PT Privy Identitas Digital
20. PT Soechi Lines Tbk
21. PT Sri Wijaya Kusuma (SWK)
22. PT Trimata Bangun Persada
23. PT Waruna Shipyard Indonesia
24. PT Waskita Beton Precast Tbk
25. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk


