Hideki Matsuyama merasa optimis menjelang bersaing dengan para pemain bintang pada ajang THE PLAYERS Championship.
Bintang golf asal Jepang Hideki Matsuyama meyakini telah ”menemukuan sesuatu” untuk membalikkan peruntungannya di atas lapangan golf. Hari ini ia akan memulai perburuannya mengejar kemenangan pada THE PLAYERS Championship, ajang flagship PGA TOUR, yang kerap dianggap sebagai ajang Major kelima.
Pegolf berusia 31 tahun ini segera memulai ajang yang memperebutkan total hadiah US$25 juta (sekitar Rp386 milyar) dan sedang membutuhkan hasil yang bagus setelah dua kali gagal lolos cut secara berturut-turut. Bahkan pada musim ini ia hanya sekali masuk sepuluh besar.
Setelah harus tampil singkat pada ajang Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard pekan lalu, Matsuyama langsung menuju area berlatih pada akhir pekan lalu. Ia mencari perbaikan, terutama dengan driver yang kian melempem. Saat ini ia berada di peringkat 130 untuk kategori Strokes Gained: Off the Tee.
”Saya langsung berlatih,” ujar Matsuyama, yang kini ada di peringkat 90 klasemen FedExCup. ”Rasanya saya sudah menemukan sesuatu untuk bisa fokus, tapi masih mencari tahu bagaimana persisnya bisa mewujudkannya.”
”Ini ajang flagship PGA TOUR dan turnamen terbesar di luar ajang Major. Saya bersemangat untuk main di sini.” — Hideki Matsuyama.
Kembalinya ia ke lapangan yang seberat Stadium Course di TPC Sawgrass turut membangkitkan rasa percaya diri baginya. Sejauh ini ia punya catatan yang meyakinkan. ia telah finis T7 dan T8 pada edisi 2016 dan 2019, dan telah tiga kali menembus 25 besar.
Tahun 2020, ia mengawali dengan menyamai rekor skor terendah lapangan 9-under 63. Sayangnya, turnamen harus dibatalkan lantaran merebaknya COVID-19. Sementara tahun lalu ia terpaksa mundur sebelum turnamen dimulai lantaran cedera leher, yang menghantuinya sepanjang sisa tahun lalu.
”Ini ajang flagship PGA TOUR dan turnamen terbesar di luar ajang Major. Saya bersemangat untuk main di sini,” ujarnya.
”Satu kekuatan di sini tidaklah cukup dan Anda mesti benar-benar bagus di semua lini supaya bisa menang di lapangan golf ini jadi saya akan melakukan yang terbaik untuk bisa menang. Jika Anda kesulitan memukul jauh dari tee, pasti akan susah. Green-nya juga sangat licin. Jika bisa menghindari rough, saya pikir bakal menjadi ujian yang cukup menyenangkan.”

Sebagai pemegang delapan gelar PGA TOUR, Matsuyama kini mengimbangi pencapaian Juara THE PLAYERS 2011 asal Korea K.J. Choi sebagai pegolf Asia dengan rekor kemenangan PGA TOUR terbanyak. Usai menjuarai The Masters 2021, Matsuyama jelas berhasrat untuk menambah jumlah trofinya, terutama mengingat kemenangan terakhir yang ia nikmati terjadi pada Sony Open in Hawaii awal 2022 silam.
”Saya pikir kami makin mendekati apa yang kami kerjakan sepanjang akhir pekan lalu,” ujar Matsuyama, menyinggung latihan dengan pelatihnya, Mikihito Kuromiya.
”Apakah perubahan itu memberikan hasil atau tidak ataukah saya bisa memukul bola yang saya inginkan, tentu akan butuh waktu. Kami juga membahas kondisi leher saya dan bagaimana meminimalisasi tekanan di leher sebisa mungkin. Dengan ajang Masters yang kian mendekat, saya ingin mendapatkan hasil yang lebih baik.”
Turnamen pekan ini menjadi ajang elite yang diikuti 44 dari 50 pegolf teratas dunia menurut Official World Golf Ranking, serta 29 dari 30 pegolf teratas klasemen FedExCup.


