Duel lanjutan Presidents Cup telah disiapkan bagi para penggemar golf pada putaran final Shriners Children’s Open dengan Tom Kim dan Patrick Cantlay melanjutkan persaingan dari puncak klasemen.
Panggung sudah siap untuk menggelar duel menarik antara pegolf fenomenal asal Korea Tom Kim dan pegolf No.4 Dunia Patrick Cantlay. Duel lanjutan dari Presidents Cup bakal segera menyapa para penggemar golf, kali ini lewat putaran final ajang Shriners Children’s Open.
Tom menorehkan skor 9-under 62 di TPC Summerlin di Las Vegas untuk menyamai skor total Cantlay dengan 19-under 194. Cantlay sendiri nyaris menorehkan skor 59 ketika putt birdie di hole terakhirnya gagal masuk.
Matthew NeSmith (63) dan pimpinan klasemen putaran ketiga Mito Pereira (67) terpaut tiga stroke di posisi T3 dengan skor 197. Sementara itu, sang juara bertahan, Im Sungjae, dan pemain debutan Kim Seonghyeon, masing-masing, menorehkan skor 63 dan 64 dan akan memulai putaran final hari ini dengan terpaut empat stroke.
Sekali lagi Tom menampilkan permainan luar biasa yang memberinya peluang untuk memenangkan gelar PGA TOUR kedua, hanya dalam empat turnamen yang ia ikuti. Namun, Cantlay, yang juga memenangkan turnamen ini pada tahun 2017 jelas akan memberi perlawanan berarti. Putaran final nanti pun akan segera menjadi ujian bagi pegolf muda Korea ini. Keduanya sempat dua kali bertanding pada ajang Presidents Cup dan Cantlay, yang berpasangan dengan Xander Schauffele, telah menikmati kemenangan dalam partai foursome, namun harus menelan kekalahan pada partai fourball.
”Saya bermain sangat solid. Saya berhasil mengatasi semua yang mesti saya atasi di lapangan ini dan hanya perlu putaran yang bagus untuk memberi peluang pada hari Minggu,” ujar Tom, yang akan menjadi pemain pertama sejak Tiger Woods, yang memenangkan dua gelar PGA TOUR sebelum genap berusia 21 tahun.
Setelah tak kunjung menorehkan satu birdie pun pada awal sembilan hole terakhir putaran, Tom mendadak menorehkan enam birdie, termasuk birdie dari jarak yang sangat dekat di hole terakhir untuk menyamai skor total Cantlay. Yang tak kalah istimewanya, Tom bahkan tak menorehkan satu bogey pun dalam 54 hole yang ia mainkan.
Meskipun bersemangat untuk kembali duel dengan Cantlay, Tom lekas menepis pandangan bahwa putaran final nanti hanya akan berfokus kepada mereka berdua. ”Siapa pun masih punya peluang. Bukan hanya saya dan Patrick,” tegasnya. ”Ada banyak pemain yang masih bisa main bagus dan memenangkannya. Saya hanya perlu fokus pada rencana permainan saya saja. Saya sudah main bagus dalam tiga hari terakhir, dan berharap bisa mendapat satu putaran bagus lagi pada hari Minggu ini untuk mendapatkan finis yang bagus.”
Cantlay sendiri bermain bak mesin. Ia melesakkan 11 birdie untuk menorehkan skor 60, yang praktis menyamai rekor skor terendah dalam kariernya, namun juga menjadi rekor skor terendah di TPC Summerlin. Dan kini ia berkesempatan meraih gelar PGA TOUR ke-8. Pegolf Amerika yang suskes mempertahankan gelar BMW Championship dua bulan lalu ini nyaris saya menorehkan skor langka, 59, setelah upayanya meraih birdie ke-12 dari jarak 7,2 meter meleset.
”Putt itu mungkin terlalu cepat dan saya meleset sedikit,” ujarnya. ”Saya main bagus. Ada banyak peluang dan saya bisa memaksimalkan sebagian besarnya. Bisa memanfaatkan semua hole par 5 dan par 4 yang bisa dicapai dalam satu pukulan, dan itulah yang mesti Anda lakukan di lapangan seperti ini. Rencana permainan saya akan tetap sama seperti tiga hari ini, dan bakal butuh satu putaran dengan skor yang rendah lagi besok (hari ini).”
Im, yang merupakan juara bertahan, jelas menjadi salah satu yang berpeluang mengulangi kemenangannya. Setahun yang silam, Im meraih kemenangan empat stroke setelah memulai putaran final dengan terpaut tiga stroke. Kini ia butuh hasil yang serupa untuk mewujudkan gelar ketiganya.
”Akan sangat berarti jika bisa memenangkan turnamen ini secara berturut-turut,” ujar Im, yang menorehkan skor 8-under 63 ”Saya tahu akan sulit melakukannya, tapi masih ada satu hari lagi. Hari ini bukan soal menang. Saya hanya bermain dengan pikiran yang jernih.”
Rekan senegaranya, Kim Seonghyeon, yang sejauh ini selalu lolos cut, juga berpeluang untuk meraih gelar PGA TOUR pertamanya. Pada putaran ketiga itu ia mencatatkan skor 7-under 64 untuk menyamai skor total Im, 15-under.
Satu pegolf Korea lainnya, Kim Siwoo, yang juga meraih poin terbesar bagi Tim Internasional di Quail Hollow, menorehkan skor 67 dan kini terpaut lima stroke. Permainan solidnya ini memastikan skuad Korea berpeluang menciptakan drama yang menarik pada putaran final di Las Vegas ini.


