Siapakah yang bakal menyabet penghargaan PGA TOUR Player of the Year dan Rookie of the Year untuk musim 2020-2021?
Menyusul berakhirnya TOUR Championship dan FedExCup Playoff, nama-nama calon penerima penghargaan PGA TOUR Player of the Year (Jack Nicklaus Award) dan PGA TOUR Rookie of the Year (Arnold Palmer Award) resmi diumumkan oleh para PGA TOUR Player Director dan anggota dari Player Advisory Council (PAC). Lalu siap sajakah mereka?
Patrick Cantlay
Untuk PGA TOUR Player of the Year, yang nantinya akan menerima Jack Nicklaus Award, nama yang tampaknya berpeluang besar ialah Patrick Cantlay. Musim 2020-2021 ini ia telah memenangkan 4 gelar dari total 24 turnamen yang ia ikuti.
Cantlay menorehkan kemenangan pertamanya pada ajang ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD, lalu meraih gelar PGA TOUR keempatnya pada ajang Memorial Tournament presented by Workday.
Musim super kali ini ternyata tidak berakhir di situ bagi Cantlay. Ia memenangkan ajang terakhir FedExCup Playoff, BMW Championship, sebelum akhirnya memenangkan TOUR Championship, yang membuatnya sekaligus menjuarai FedExCup.
Pada musim ini, pegolf berusia 29 tahun itu tujuh kali masuk sepuluh besar, dan hanya gagal lolos cut pada lima turnamen yang ia ikuti. Ia juga menyudahi musim ini dengan berada di tempat ke-5 pada kategori Scoring Average (69,736).
Bryson DeChambeau
Bryson DeChambeau menjadi salah satu pegolf yang berhasil memenangkan lebih dari satu gelar pada musim ini. Setelah meraih Major pertamanya pada ajang U.S. Open 2020, ia memenangkan Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard.
Musim ini namanya kembali menjadi bahan perbincangan setelah relasinya dengan Brooks Koepka membuat banyak penggemar yang memanggilnya Brooksie. PGA TOUR sampai mengeluarkan kebijakan untuk mengeluarkan penonton mana pun yang menujukan ucapan tersebut kepadanya.
Terlepas dari kontroversi itu, DeChambeau menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain kelas dunia. Musim ini ia finis di peringkat 7 pada klasemen akhir FedExCup. Namun, selain dua kemenangan sensasional itu, ia sudah sembilan kali masuk sepuluh besar, sekaligus lolos cut sebanyak 20 kali. Itu berarti sepanjang musim ini ia hanya dua kali gagal lolos cut.

Harris English
Pegolf berusia 32 tahun ini mencatatkan juga mencatatkan dua kemenangan pada musim 2020-2021. Ia sukses menjuarai Sentry Tournament of Champions dan Travelers Championship untuk kemenangan ke-7 dan ke-8 dalam karier profesionalnya. Uniknya, dua gelar tersebut ia raih melalui babak play-off.
Ia mungkin hanya finis di peringkat 18 pada klasemen akhir FedExCup. Namun, pegolf asal Valdosta, Georgia ini berhasil delapan kali menembus sepuluh besar. Selain itu, ia juga berhasil lolos cut pada 22 dari total 26 turnamen yang ia ikuti sepanjang musim ini.
Collin Morikawa
Beberapa penggemar di Indonesia mungkin mengingat nama George Gandranata ketika membahas Collin Morikawa. Keduanya sama-sama lulusan University of California Berkeley.
Musim 2020-2021 ini terbukti menjadi salah satu musim yang luar biasa baginya. Dari 23 turnamen yang ia ikuti, ia berhasil lolos cut sebanyak 19 kali. Dan dari jumlah tersebut, ia sukses berada di sepuluh besar sebanyak delapan kali.
Kemenangannya yang terkenal, jelas, terjadi pada The Open Championship tahun ini. Sebagai pemain debutan pada ajang Major tertua itu, Morikawa justru sukses meraih kemenangan, yang sekaligus memberikan gelar Major kedua, menyusul U.S. PGA Championship 2020. Pencapaian ini jelas mengagumkan mengingat ia baru beralih profesional pada tahun 2019.
Sebelum meraih kemenangan di Royal St. George’s itu, ia memenangkan gelar World Golf Championships pertamanya pada bulan Februari 2021. Kala itu ia sukses mengalahkan Billy Horschel, Brooks Koepka, dan Viktor Hovland untuk menjuarai WGC-Workday Championship.
Jon Rahm
Pegolf No.1 Dunia ini menjadi kandidat terakhir untuk menyabet predikat PGA TOUR Player of the Year. Beberapa orang mungkin menilai ia selayaknya memenangkan dua gelar PGA TOUR musim ini, kalau saja ia tidak dipaksa mundur dari Memorial Tournament setelah dinyatakan positif COVID-19.
Rahm sukses meraih gelar Major pertamanya pada U.S. Open 2021, yang sekaligus menjadikannya pegolf Spanyol pertama yang mencapai predikat No.1 Dunia, setelah Seve Ballesteros.
Meskipun hanya meraih satu kemenangan dan harus finis di tempat kedua pada klasemen akhir FedExCup—di belakang Patrick Cantlay—Rahm menjadi pemain terbaik PGA TOUR untuk urusan Scoring Average, di mana ia mencatatkan rata-rata 69,300. Selain itu, dari total 22 turnamen yang ia ikuti, ia berhasil lolos cut sebanyak 21 kali, dan menjadi pegolf tersering finis di sepuluh besar, yaitu 15 kali.
Jika lima nama masuk nominasi untuk meraih PGA TOUR Player of the Year, ada dua nama yang bakal bersaing untuk menyabet status PGA TOUR Rookie of the Year. Inilah keduanya.

Garrick Higgo
Pegolf Afrika Selatan yang baru berusia 22 tahun ini menciptakan sensasi ketika memenangkan dua gelar European Tour pada musim ini. Tak butuh waktu lama sampai ia akhirnya bisa menyeberangi Lautan Atlantik dan bertanding di kancah PGA TOUR.
Higgo melakukan debut PGA TOUR pada ajang Major, U.S. PGA Championship tahun ini, dan finis di peringkat T64. Lalu dalam penampilan keduanya pada ajang yang disokong PGA TOUR, Higgo meraih kemenangan, yang sekaligus memberikan keanggotaan, lewat ajang Palmetto Championship at Congaree.
Meski hanya tampil dalam delapan turnamen, ia berhasil lolos cut pada lima ajang di antaranya. Ia pun menuntaskan musim ini dengan berada di peringkat 107.
Will Zalatoris
Pegolf berusia 25 tahun ini menciptakan sensasi ketika finis di tempat kedua pada ajang Masters Tournament 2021. Ia mendapatkan keanggotaan temporer setelah bermain dalam lima turnamen, yang kemudian membuatnya memimpin perolehan poin pada kategori non-anggota. Ia mencatatkan 1.296 poin FedExCup. Dari total 25 turnamen, ia meraih finis di 25 besar sebanyak 14 kali, plus 21 kali lolos cut.
Mengingat jumlah pemain pendatang baru untuk musim 2020-2021 tidaklah banyak lantaran tidak adanya lulusan 2020 dari Korn Ferry Tour, pihak Player Director dan Player Advisory Council menganggap nama Higgo dan Zalatoris layak masuk nominasi kategori Rookie of the Year lantaran kapasitas yang mereka tampilkan pada musim ini.
Musim perdana bagi seorang pemain ditentukan pada musim ketika ia menjadi anggota PGA TOUR, termasuk jika ia meraih Keanggotaan Temporer Khusus, dan bermain pada 10 atau lebih turnamen sebagai anggota, atau finis di jajaran 125 besar pada klasemen FedExCup. Bisa juga karena ia finis di jajaran 126 besar dari non-anggota, tergantung mana yang ia capai lebih dahulu.
Meski demikian, seorang pemain tidak dapat meraih Arnold Palmer Award jika sebelumnya ia pernah bermain dalam tujuh ajang resmi PGA TOUR sebagai profesional, pada musim mana pun.
Pemungutan suara dilakukan pada 10 Setember ini. Mereka yang berhak memberikan suara ialah para pemain anggota PGA TOUR yang setidaknya telah mengikuti 15 ajang resmi FedExCup.
Lalu siapakah pilihan Anda?


