Bintang golf yang tengah berada dalam performa bagus ini bisa menjadi pegolf Asia dengan kemenangan PGA TOUR terbanyak jika memenangkan THE PLAYERS Championship.

Oleh Chuah Choo Chiang, Senior Director, Marketing & Communications APAC, PGA TOUR yang berdomisili di Malaysia.

Perintis golf Asia di Amerika, K.J. Choi yakin Hideki Matsuyama bakal menciptakan standard baru bagi olahraga golf di Timur Jauh, setelah melihat dengan penuh kagum bagaimana megabintang Jepang itu menyamai rekor delapan kemenangan PGA TOUR yang ia pegang sejak lama.

Matsuyama, yang baru berusia 30 tahun, mengikuti Choi di daftar teratas sebagai pegolf kelahiran Asia dengan kemenangan terbanyak menyusul kemenangan memukaunya pada ajang Sony Open in Hawaii. Itulah kemenangan Matsuyama yang ketiga dalam rentang sembilan bulan, yang dimulai dengan kemenangan bersejarah pada Masters Tournament bulan April 2021 dan kemenangan populer di negeri sendiri pada ajang ZOZO CHAMPIONSHIP bulan Oktober 2021.

Dengan PGA TOUR menggelar turnamen flagship, THE PLAYERS Championship di TPC Sawgrass pada 10-13 Maret ini, mungkinkah sudah menjadi garisan bahwa Matsuyama akan menjadi pegolf Asia pertama yang mencapai sembilan gelar pada ajang ikonik yang sama, ketika Choi meraih gelar ke-8 dan kemenangan turnamen terakhirnya, 11 tahun silam?

Sebagai turnamen terkaya di dunia, menyusul peningkatan total hadiah yang kini sebesar US$20 juta atau sekitar Rp287 milyar, THE PLAYERS menonjolkan peserta tertangguh dalam golf setiap tahunnya. Ajang ini juga digelar di lapangan yang telah memberi sejumlah rekor meyakinkan bagi Matsuyama untuk mewujudkan mimpinya mengangkat trofi yang paling diincar itu.

Dalam tujuh penampilannya sejak 2014, Matsuyama telah dua kali finis di sepuluh besar, tiga kali di 25 besar, dan menyamai rekor skor lapangan 63 pada putaran pertama tahun 2020, sebelum turnamen akhirnya dibatalkan menjelang merebaknya COVID-19.

 

Kemenangannya di Hawaii membawa Matsuyama menyamai rekor delapan gelar PGA TOUR milik K.J. Choi selama lebih dari satu dasawarsa. Foto: Getty Images.

 

Stadium Course di TPC Sawgrass karya desainer Pete Dye menuntut semua kemampuan yang dibutuhkan, kesabaran, dan ketangguhan untuk mengatasinya. Semua itu bakal berjalan dengan baik di tangan Matsuyama bulan ini. ”Coba kita lihat, apa yang saya sukai dari lapangan ini? Ini pertanyaan yang sulit,” ujar Matsuyama beberapa tahun lalu. ”Saya pikir menyaksikan bagaimana orang lain juga kesulitan cukup menenangkan. Saya tak tahu mengapa saya main bagus dalam kondisi-kondisi sulit dan pada ajang Major.”

Dalam banyak hal, Matsuyama memiliki banyak ciri yang dimiliki oleh Choi. Mereka biasanya tangguh di lapangan yang menuntut presisi dan akurasi, keduanya berlaku bagi permainan mereka dari pagi sampai petang dan terutama ketika mengusung harapan Asia untuk memberikan sukses dan inspirasi ke wilayah yang memiliki pendukung yang besar untuk golf.

Choi, yang menjuarai THE PLAYERS pada usia 41, mengenang pertemuannya dengan Matsuyama untuk pertama kalinya, satu dasawarsa silam. Ia terkesan terhadap sikap pemuda itu terhadap golf dan hasratnya untuk menjadi yang terbaik. Ia menyebut Matsuyama ”unik” dan menguasai ”kemampuan golf yang istimewa”.

”Ketika pertama kali bertemu Hideki, usianya sekiatr 19 atau 20 tahun. Saya pikir ia punya hasrat sejak usia muda. Itu hal yang saya ingat tentangnya. Dia sangat tenang dan memegang kendali penuh pada dirinya. Hasratnya bagi golf sangat besar dan saya berkata pada diri sendiri kalau ia punya masa depan untuk golf. Ia punua kemampuan golf yang istimewa dan berbeda dari orang lain. Dia punya teknik yang unik. Fleksibilitas dan kecepatannya hebat dan saya pikir ia akan berkembang dari sekarang,” ujar Choi, yang kini berusia 51 tahun. Choi sendiri kini aktif bertanding pada PGA TOUR Champions (sirkuit bagi pegolf di atas usia 50), meski sesekali tampil pada ajang PGA TOUR.

Legenda Korea ini yakin Matsuyama akan memenangkan dua digit gelar selama berkarier pada PGA TOUR. Dan kunci bagi pegolf Jepang yang sangat berbakat ini ialah ia mesti bebas dari cedera, mengingat kini ia sudah berusia 30 tahun.

 

Hideki Matsuyama dan K.J. CHoi.
K.J. Choi yakin Hideki Matsuyama bisa memenangkan dua digit gelar PGA TOUR selama bisa jauh dari cedera. Foto: Getty Images.

 

”Sangatlah penting agar ia tidak cedera. Itu hal yang terutama. Jika bisa mempertahankan kondisinya, ia pasti bisa memenangkan lebih banyak turnamen. Saya selalu berpikir tiap atlet ada untuk memecahkan rekor dan membuat rekor baru. Dan kami selalu harus menjadi yang terbaik untuk melakukannya. Saya senang Hideki mencapai apa yang sudah saya capai,” ujar Choi, pegolf Korea pertama yang meraih kartu PGA TOUR pada tahun 1999.

Ketika Choi menjuarai THE PLAYERS tahun 2011 itu, turnamennya ”hanya” sebesar US$9,5 juta atau sekitar Rp136,4 milyar. Meski demikian, jumlah tersebut sudah menjadi rekor tersendiri kala itu. Total hadiah yang kini mencapai US$20 juta itu jelas melampaui semua hadiah uang keempat Major—US$12,5 juta atau Rp179 milyar untuk U.S. Open; US$12 juta atau Rp172 milyar untuk PGA Championship; dan US$11,5 juta atau Rp165 milyar untuk Masters dan The Open pada tahun 2021).

Namun, yang terpenting, menjuarai THE PLAYERS bukanlah sepenuhnya soal hadiah uang.

”Di antara delapan kemenangan PGA TOUR itu, saya paling banyak menangis setelah memenangkan yang satu ini,” ujar Choi. ”Saya benar-benar tergetar dengan pencapaian saya karena saya pikir tiap pemain berhasrat memenangkan THE PLAYERS karena inilah turnamen terkuat di dunia dan juga ajang flagship PGA TOUR. Menjadi pegolf Asia dan Korea pertama yang memenangkannya menjadikan kemenangan itu jauh lebih istimewa dan saya merasa sangat bangga.”

Choi berharap kesuksesan Matsuyama, bersamaan dengan melejitnya karier rekan senegaranya, seperti Im Sungjae, Kim Siwoo, dan Lee Kyeonghoon akan menginspirasi generasi bintang muda baru dari Asia. ”Rekor Hideki akan memberi dampak bagi generasi yang lebih muda dan para pemain Asia lainnya akan ingin menjadi seperti dia. Saya pikir kemenangan Hideki akan banyak memengaruhi kariernya. Saya ingin dalam sebuah wawancara saya menyebut akan segera hadir pemain No.1 dari Asia. Kita sudah memiliki pegolf Asia yang menjuarai ajang Major, dan jika Hideki bisa mempertahankan kondisinya tanpa mengalami cedera, ia akan meraih lebih banyak kemenangan lagi.