Melihat performa yang mendukung keberhasilan Syukrizal memenangkan gelar pertama dalam tujuh tahun karier profesionalnya.

Ada benang merah antara kisah keberhasilan Rickie Fowler mengakhiri paceklik gelarnya lewat Rocket Mortgage Classic dan kemenangan Syukrizal pada seri ke-7 Indonesian Tourism Golf Pro Series.

Meski keduanya terjadi di level yang berbeda—Fowler menghadapi para pegolf terbaik dunia di kancah PGA TOUR dan Syukrizal di skala nasional menghadapi para pegolf terbaik Indonesia—dan durasi penantiannya pun berbeda—empat tahun bagi Fowler, tujuh tahun bagi Syukrizal—kisah sukses ini mencerminkan kegigihan dan upaya yang tidak kunjung putus.

Keberhasilan kedua atlet profesional ini sebenarnya menjadi suatu pencapaian yang sesungguhnya bukan lagi soal apakah mereka bisa mewujudkan kemenangan, melainkan kapan mereka bakal menang. Singkatnya, kemenangan itu benar-benar hanya menunggu waktu.

Permainan Syukrizal mulai mengalami perkembangan pesat dalam dua tahun terakhir ini. Sejak mendapat dukungan dari Andi Haryanto, yang tak hanya mensponsori kiprahnya sebagai atlet profesional, tapi juga sesekali menemaninya sebagai kedi, pegolf asal Aceh ini menjadi lebih fokus dalam menekuni profesinya dan menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

 

Syukrizal, Round 3 ITGPS Seri 7.
Rekam jejak Syukrizal dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa putra Aceh ini benar-benar siap untuk memenangkan gelar profesional pertamanya. Foto: GolfinStyle.

 

Sejumlah terobosan berhasil ia raih pada tahun 2022 lalu. Dari enam ajang Asian Development Tour yang digelar di Indonesia, ia mengikuti empat di antaranya dan hanya sekali gagal lolos cut. Lalu di antaranya, untuk pertama kalinya ia berhasil bermain empat putaran penuh pada ajang Indonesia Open setelah mencatatkan skor 68, 70, 73, dan 75.

Syukrizal memang belum menembus akhir pekan pada ajang Indonesian Masters. Namun, penampilannya terus mengalami peningkatan. Dari 9-over dalam debutnya pada 2017, ia terus memperbaiki skornya hingga terakhir bermain 1-over dalam 36 hole di Royale Jakarta Golf Club.

Periode tersebut seakan menjadi persiapan yang sangat baik ketika akhirnya sirkuit profesional di Indonesia kembali hadir dalam wujud Indonesian Tourism Golf Pro Series. Sejak bergulir pada bulan Maret lalu, Syukrizal kerap bermain solid dan tidak pernah membukukan finis lebih buruk daripada T7, serta tidak pernah bermain lebih buruk daripada 76.

Sampai sebelum bertolak ke Modern Golf and Country Club, pegolf asal Aceh ini telah bermain under dalam sepuluh putaran dan total menorehkan 14-under. Bahkan sepekan sebelum mengikuti seri ke-7, untuk pertama kalinya pada musim ini Syukrizal bermain under dalam tiga putaran di Bukit Dharmo Golf Surabaya. Skor total 9-under 207 kala itu bahkan menjadi skor terbaiknya musim ini—dua stroke lebih baik daripada skor kemenangannya.

 

Indra Hermawan, Round 3 ITGPS Seri 7.
Indra Hermawan memupus harapan Syukrizal mewujudkan gelar profesionalnya pada Indonesian Golf Tour Seri IV musim 2018 silam. Kini giliran Syukrizal yang mengandaskan harapan Indra. Foto: GolfinStyle.

 

Syukrizal mengawali pekan di Tangerang itu dengan terpaut empat stroke dari Hendri Nasim (65). Ia bahkan berbagi tempat keempat bersama Rusli Abu Bakar, yang notabene masih berstatus paman baginya, setelah mencatatkan lima birdie dengan dua bogey.

Meskipun pada putaran kedua hanya mencatatkan skor even par 72, yang membuatnya tertinggal enam stroke dari Rory Hie, ia tidak pernah terlempar dari posisi lima besar, yang tetao memberinya peluang untuk tancap gas pada hari terakhir.

Ia memang harus menunggu sampai hole 4 untuk bisa mencatatkan birdie pertamanya, namun hingga menorehkan dua birdie lagi di hole 8 dan 11, Syukrizal berhasil menghindari bogey sehingga skornya kini hanya terpaut dua stroke dari Rory. Rory sendiri harus mencatatkan dua bogey dengan hanya satu birdie hingga hole 11 itu.

Meskipun Syukrizal harus mendapat bogey di hole 12, birdie di hole 14 membuatnya meraih posisi teratas lantaran Rory mencatatkan dua bogey berturut-turut di hole 13 dan 14. Sementara pemegang empat gelar Indonesian Tourism Golf Pro Series Jonathan Wijono praktis melepas peluang menambah koleksi trofinya lantaran double bogey di hole 7 dan bogey di hole 15.

Indra Hermawan, yang memulai putaran final dengan 2-under, berbalik menjadi pesaing terkuat bagi Syukrizal. Ia menciptakan tekanan berarti bagi Syukrizal menyusul birdie di hole 16, yang menjadi birdie keempat baginya.

 

Syukrizal, Round 3 ITGPS Seri 7.
Syukrizal menjadi juara pertama Indonesian Tourism Golf Pro Series yang berasal dari Sumatra. Foto: GolfinStyle.

 

Momen ini jelas membawa kita kembali ke periode Indonesian Golf Tour Seri IV tahun 2018. Kala itu Indra Hermawan memastikan kemenangannya dengan birdie di hole 18 untuk menyingkirkan Syukrizal dan Jordan Irawan.

Hanya saja, dengan latar Modern Golf, posisi keduanya kini berganti. Kegagalan lima tahun silam terbayarkan ketika pukulan kedua Syukrizal mencapai green di hole 18 itu. Dua putt yang membuahkan birdie membuatnya mencapai target kemenangan yang selama ini ia canangkan. Ia menjadi juara berbeda yang keempat pada Indonesian Tourism Golf Pro Series musim ini—setelah Jonathan Wijono, Nasin Surachman, dan Benita Yuniarto Kasiadi.

Tradisi memberikan sambutan sebagai juara baru menjadi momen penting baginya untuk menunjukkan apresiasinya kepada semua pihak yang telah membantunya mewujudkan kemenangan tersebut.

Kemenangan ini turut menegaskan statusnya sebagai salah satu pegolf terbaik di Indonesia dari luar Pulau Jawa. Dengan perkembangan yang sedemikian positif dan seri yang masih akan berlangsung hingga Februari 2024, tidaklah mengherankan jika pada musim ini kita melihat Syukrizal mengangkat trofi lagi. Kemenangan tambahan bakal memberinya rasa percaya diri yang lebih baik serta modal untuk menembus level Asian Development Tour dan Asian Tour!