Im Sungjae berharap mencapai performa terbaiknya ketika bertanding pada Palmetto Championship di Congaree mulai hari ini (10/6).
Ada motivasi tersendiri ketika Im Sungjae mempersiapkan dirinya untuk tampil pada ajang Palmetto Championship hari Kamis (10/6) ini. Ia berharap bisa kembali mendapatkan performa terbaiknya untuk bisa menjadi penantang pada ajang U.S. Open yang akan berlangsung pekan depan.
Pegolf berusia 23 tahun ini secara mengejutkan harus gagal lolos cut dalam lima dari delapan pertandingan PGA TOUR yang ia ikuti. Bahka ia hanya bisa dua kali finis di jajaran 20 besar sebagai hasil terbaiknya. Meski demikian, kunjungan pertamanya pada lapangan ternama Congaree Golf Club di South Carolina pekan ini ia harap memberikan sensasi positif baginya.
”Saya main sembilan hole untuk pertama kalinya (Selasa) dan fairway-nya secara umum lebih lebar ketimbang lapangan golf lainnya. Tak cukup banyak rough di sekitar green dan saya merasa nyaman berada di lapangan. Saya juga tak menemukan kesulitan di sembilan hole yang saya mainkan dan saya pikir permainan saya bakal membantu saya di sini,” ujar pemegang satu gelar PGA TOUR ini.
Im, yang kini menempati peringkat 30 pada klasemen FedExCup, memulai kalender musim ini dengan finis lima besar pada Sentry Tournament of Champions. Dalam sepuluh turnamen berturut-turut ia juga mencapai hasil mengesankan dengan satu finis sepuluh besar lainnya ketika berusaha mempertahankan gelar The Honda Classic, plus finis di jajaran 25 besar pada empat turnamen lain.
Setelah gagal lolos cut pada ajang Masters bulan April lalu, secar mengejutkan ia kehilangan konsistensi, yang selama ini menjadi circi khasnya. Ia mulai sering gagal lolos cut. Ia juga harus menjalani penampilan yang mengecewakan pada ajang Charles Schwab Challenge dan Memorial Tournament presented by Nationwide.
”Ketika bisa tampil bagus pada ajang Major, saya mendapatkan keyakinan untuk tampil lebih baik dalam ajang Major berikutnya.” — Im Sungjae.
Mengingat Congaree yang terlihat cocok baginya, Im mulai optimis ia bisa kembali bisa bersinar, meskipun pekan ini ia bakal menghadapi Juara FedExCup Dustin Johnson dan pemegang empat Major Brooks Koepka. Ia berniat menjadikan pekan ini sebagai persiapan menuju U.S. Open di Torrey Pines pekan depan, lapangan yang memberinya finis T32 pada ajang Farmers Insurance Open.
”Musim ini saya berhasil lolos cut pada semua ajang Major dan finis di jajaran 25 besar, kecuali pada Masters. Pada ajang PGA Championship, hasil pada hari terakhir bukan hasil yang sangat bagus, tapi saya puas dengan keseluruhan skor yang saya raih (finis T17). Ketika bisa tampil bagus pada ajang Major, saya mendapatkan keyakinan untuk tampil lebih baik dalam ajang Major berikutnya,” tuturnya.
”Torrey Pines cukup panjang dan menuntut akurasi, yang bakal menjadi aspek paling penting di sana. Jika bisa melakukannya, saya berpeluang untuk berada di jajaran atas klasemen. Saya sudah bermain di Torrey Pines dalam tiga tahun terakhir dan saya pikir lapangan itu tidak cukup cocok buat saya. Lapangan itu menuntut long game yang bagus, tapi kalau kondisi saya sedang bagus, permainan long iron saya bakal presisi. Jika semuanya berjalan dengan baik, saya pikir saya bisa main bagus.”
Terlepas dari upaya Im untuk mencapai performa terbaiknya, ajang Palmetto Championship pekan ini juga mengusung niatan yang mulia. Semua pemasukan yang diperoleh pada pekan ini akan ditujukan sepenuhnya kepada Congaree Foundation. Yayasan ini mengusung misi untuk memberi dampak positif bagi kehidupan kaum muda setempat dan di seluruh dunia, dengan menyediakan peluang pendidikan dan kejuruan melalui olahraga golf.
Congaree Global Golf Initiative (CGGI) merupakan program khas dari yayasan ini. Tujuannya menyediakan akses pelatihan atletik level tertinggi kepada para siswa SMA yang kurang beruntung, namun layak, yang ingin bermain golf di level universitas. Mereka juga akan diperlengkapi dengan perangkat akademik agarm memiliki peluang berhasil yang lebih baik.


