Bagaimana pendatang baru menjuarai turnamen terakhir musim reguler PGA TOUR? Todd Anderson mendekonstruksi momen kemenangan Kim ”Tom” Joohyung pada Wyndham Championship 2022.

Oleh Chris Cox/PGA TOUR.

Catatan rekor itu sudah jelas. Belum pernah terjadi yang demikian sebelumnya. Sejarah malah menganggap peristiwa seperti itu hampir mustahil.

Akan tetapi, sepekan setelah Kim ”Tom” Joohyung menjadi pegolf pertama yang memenangkan sebuah ajang PGA TOUR setelah mengawali turnamen dengan quadruple bogey, instruktur golf kenamaan Todd Anderson segera mengamati pegolf sensasional Korea itu secara langsung. Dan setelah perkenalan pembuka, pelatih Billy Horschel sejak lama itu sungguh terkejut pada pencapaian bintang muda yang menciptakan sejarah itu.

”Ia memiliki kepribadian yang luar biasa. Anda bisa melihat pembawaannya yang santai, pemuda yang mudah disukai, yang memainkan golfnya dengan menyenangkan,” tutur Anderson. ”Jelas ia menanganinya dengan serius, tapi juga menikmati waktunya, ia menikmatinya, ia tertawa, tersenyum, dan merasakan permainannya, dan menurut saya itulah salah satu hal yang ia miliki. Ia jenis orang yang mudah disukai, setidaknya persepsi itulah yang ia berikan.”

Anderson dan Kim tidak banyak membahas soal bagaimana pemuda berusia 20 tahun ini melakukan kejutan menjuarai trofi Wyndham Championship, atau keberhasilannya meraih kartu PGA TOUR untuk musim berikutnya. Namun, Direktur Instruksi pada PGA TOUR Performance Center di TPC Sawgrass, yang merupakan rumah dari THE PLAYERS Championship ini masih memperoleh banyak wawasan dari perilaku Kim yang kukuh itu.

Pada ajang FedEx St. Jude Championship, di driving range, Horschel mengambil salah satu bola dari tumpukan bola driving milik Kim, dan bukannya mengambil bola yang baru. Ketika membalik badannya, Anderson mengingat, Kim ”membungkuk dan melindungi bolanya supaya tidak diambil oleh Billy.

”Saya bergurau, ’Astaga, Tom, bolamu masih lebih bagus daripada bola Billy.’ Ia membalas, ’Nah, saya ingin Billy memukulnya buat saya.’

”Sepertinya ia memiliki jenis kepribadian di mana ia menikmati bermain, menikmati berkompetisi, tidak terlalu meragukan dirinya sendiri. Saya pikir kehadirannya akan sangat baik bagi olahraga ini, hanya dengan gayanya dan betapa menyenangkan ia, betapa ia menghargai mendapatkan kesempatan.”

 

Kim Joohyung, Juara Wyndham Championship 2022.
Kim Joohyung mewujudkan impiannya meraih keanggotaan dan gelar pada PGA TOUR lewat kemenangannya pada ajang Wyndham Championship 2022. Foto: Getty Images.

 

Para pemain yang saling tertawa di area berlatih bukanlah sesuatu yang baru. Namun, patutlah diingat bagaimana wajah baru dari pendatang baru PGA TOUR ini merasa cukup nyaman melakukan hal tersebut dalam turnamen pertamanya sebagai seorang anggota.

Lalu, tak banyak yang kaget mengingat pencapaian Kim dalam beberapa bulan terakhir. Bermula dari Skotlandia, di mana ia finis di tempat ketiga pada ajang Genesis Scottish Open dan T47 pada The Open Championship, yang memberinya Keanggotaan Khusus Temporer ke PGA TOUR.

Ia butuh kemenangan pada turnamen terakhir musim reguler, Wyndham Championship, baik untuk meraih kartu 2022-2023, maupun meraih tempatnya pada FedExCup Playoff. Dan itulah yang ia lakukan, menuntaskan putaran final dengan 9-under 61 dan menjadi pegolf termuda kedua yang menjuarai PGA TOUR sejak Perang Dunia II.

Dan ia melakukan semua itu meskipun mendapat quadruple bogey di hole pertama sehingga ia menjadi pemain pertama yang meraih kemenangan sejak statistik hole per hole mulai dicatat pada tahun 1983. Hanya ada empat pemain lain yang membukukan skor serupa atau lebih buruk dalam hole mana pun pada suatu putaran, yang berhasil keluar sebagai juara (Adam Scott pada Honda Classic 2016; Phil Mickelson pada TOUR Championship 2009; David Toms pada Wells Fargo Championship 2003; David Graham pada Houston Open 1983).

”Caranya menjelaskan bahwa ia tidak terlalu khawatir cukup lucu,” sambung Anderson. ”Ia hanya berkata, ’Tahulah, saya masih punya banyak hole tersisa.’ Tidak ada dorongan yang mendesak, ia bahkan seakan tak menekan tombol paniknya.

”Menurut saya itulah hal yang paling penting. Ya, ia mengawalinya dengan buruk, membuat quadruple bogey, tapi masih ada 35 hole tersisa. Ia masih bermain dengan pola pikir yang berusaha meningkatkan permainannya daripada berpikir, ’Astaga, saya mengawali permainan dengan 8 pukulan, mau jadi apa ini?’”

Tantangan terbesar yang dialami para pemain setelah start yang mengerikan itu ialah bagaimana mereka tetap fokus dan tidak berpikir terlalu jauh, jelas Anderson lagi. Hal ini berlaku bagi para pemain PGA TOUR bahkan sampai mereka yang baru saja mulai mengenal permainan ini.

 

DETROIT, MICHIGAN – JULY 28: Joohyung Kim of South Korea follows his shot from the ninth tee during the first round of the Rocket Mortgage Classic at Detroit Golf Club on July 28, 2022 in Detroit, Michigan. (Photo by Gregory Shamus/Getty Images)

 

”Anda tidak bisa melihat ke belakang, dan tidak bisa melihat ke depan. Yang hanya bisa Anda kendalikan ialah pukulan yang sedang Anda hadapi,” ujarnya. ”Jadi, Anda harus berfokus pada saat itu saja, dan hanya karena melakukan 8 pukulan di hole pertama, bukan berarti Anda akan memperoleh putaran yang buruk. Masih ada banyak hole untuk bangkit, Anda masih bisa melakukan banyak pukulan yang bagus dan memasukkan banyak putt dan masih mendapatkan putaran yang bagus.”

Dengan meninggalkan satu hole buruk itu, ajukanlah satu pertanyaan ini: bagaimana reaksi Anda pada situasi demikian?

”Apakah Anda akan membiarkan hal tersebut menentukan diri Anda,dan apakah Anda akan menjadi ragu dan takut?” tanya Anderson. ”Ataukah Anda akan berkata, ’Tahu ngak? Itu cuma kebetulan. Saya tanggal melupakan hole tersebut, saya akan mulai lagi di hole berikutnya, saya akan berusaha dan memainkan hole ini dengan baik, pukulan berikutnya, dan semoga pukulan berikutnya bagus, dan saya tanggal membangun permainan dari sana.”

Anderson langsung menunjuk salah satu kisah ketangguhan favoritnya.

Pada paruh kedua FedExCup Playoff 2014, ajang Deutsche Bank Championship, Horschel butuh birdie di hole terakhir par 5 untuk memaksa play-off dengan Chris Kirk, namun secara mengejutkan pukulan keduanya masuk ke air, dan harus puas dengan bogey.

Horschel, yang memulai rangkaian tutup musim itu dari peringkat 69 pada klasemen FedExCup, kemudian memenangkan dua turnamen berikutnya, BMW Championship dan TOUR Championship, untuk memenangkan gelar FedExCup pertamanya.

”Bisa saja ia membiarkan pukulan itu menentukannya, …. Namun, ia berkata, ’Tidak, saya bermain dengan baik. Saya melakukan pukulan yang buruk pada saat yang salah, tapi saya akan ke lapangan dan bermain dengan sangat baik pekan ini.’” — Todd Anderson, Direktur Instruktur PGA TOUR Performance di TPC Sawgrass.

Lumrahnya, ia memberi kredit pada pendekatan mentalnya (dan tentu saja Anderson) untuk pekan yang mengubah kariernya itu.

”Pola pikir mental, saya cuma mengubah cara saya bersikap di lapangan golf,” ujarnya usai mengalahkan Rory McIlroy dan Jim Furyk untuk menjuarai TOUR Championship. ”Bersikap sedikit lunak pada diri sendiri, menerima tiap pukulan golf, bagaimanapun hasilnya.

”Hal lainnya ialah saya mendapatkan guru-guru terbaik dalam olahraga golf ini. Menurut saya tak ada yang bahkan mendekati apa yang ia llakukan. Dia bukan pelatih swing, ia pelatih short game, pelatih putting, ia memberi tahu banyak hal mengenai aspek mental golf. Todd Anderson sungguh luar biasa. Tidak ada sosok yang lebih baik untuk urusan ini dan saya pikir jika Anda ke driving range, berbicara dengan para pemain dan pelatih, mereka akan mengatakan hal yang persis sama dengan yang saya katakan.”

Toh Anderson juga lekas menunjuk bahwa Horschellah yang melakukan penyesuaian mental yang ia butuhkan untuk menang. Persis seperti yang Kim lakukana pada ajang Wyndham Championship.

”Bisa saja ia membiarkan pukulan itu menentukannya, bisa melangkah ke pekan depan dan bermain dengan buruk dan merasa menyesal pada dirinya sendiri,” ujar Anderson. ”Namun, ia berkata, ’Tidak, saya bermain dengan baik. Saya melakukan pukulan yang buruk pada saat yang salah, tapi saya akan ke lapangan dan bermain dengan sangat baik pekan ini.’

”Dan itulah yang harus Anda lakukan, Anda hanya perlu merelakan dan tidak memberi nilai tambah pada kesaahan itu. Ya, hal tersebut memang terjadi, saya masih manusia, masih melakukan kesalahan. Namun, saya tidak akan membiarkan hal itu menentukan langkah saya. Saya akan melangkah dan berusaha menjernihkan pikiran dan mulai dari sini dan berusaha main dengan baik dari sini sampai selesai.”

 

Todd Anderson, Direktur Instruksi PGA TOUR Performance TPC Sawgrass.
Todd Anderson merupakan Direktur Instruksi PGA TOUR Performance di TPC Sawgrass, salah satu dari 20 instruktur top di Amerika. Foto: PGA TOUR.

 

Todd Anderson
menjabat sebagai Direktur Instruksi pada PGA TOUR Performance Center di TPC Sawgrass, rumah bagi THE PLAYERS Championship. National PGA Teacher of the Year 2010 ini telah melihat murid-muridnya mengemas lebih dari 50 kemenangan di sepanjang PGA TOUR dan Korn Ferry Tour, termasuk dua gelar FedExCup. Saat ini ia berpredikat sebagai salah satu dari 20 instruktur top di Amerika Serikat menurut Golf Digest. Ikuti Todd melalui akun Twitter-nya @ToddAndersonTPC.