Fadhli Rahman Soetarso dan Kevin Caesario Akbar meraih sejumlah catatan positif dalam ajang Asian Development Tour terakhir yang mereka ikuti.
Bagi pegolf profesional, keberhasilan melangkah ke dua putaran terakhir dalam sebuah turnamen jelas sangat berarti. Hal ini berarti ia dipastikan berhak menerima hadiah uang, sesuai dengan peringkat akhir yang ia raih, dengan catatan tidak didiskualifikasi.
Bagi Fadhli Rahman Soetarso, keberhasilannya bermain penuh pada BNI Ciputra Golfpreneur Tournament yang berakhir hari Sabtu (27/8) lalu merupakan sebuah perkembangan berarti. Inilah pertama kalinya ia berhasil bermain penuh selama empat putaran sejak kembali ke Indonesia.
”Alhamdulilah, perlahan-lahan kemajuannya bisa terlihat. Ada peningkatan sejak mengikuti Indonesia Open tiga pekan lalu. Jelas (Indonesia Open) itu turnamen yang sangat besar, jadi saya memang memastikan melakukan persiapan, cuma saya masih berusahah menemukan permainan saya lagi dan mendapatkan irama untuk bermain dalam turnamen besar,” tutur Fadhli, yang menyudahi pekan lalu di peringkat T40.
Dalam debutnya sebagai profesional pada Indonesia Open—ajang yang sempat melambungkan namanya dengan meraih status pegolf amatir terbaik pada tahun 2014—Fadhli hanya bisa bermain dalam dua putaran.
Ia juga kembali bermain dalam 36 hole ketika mengikuti turnamen Asian Development Tour (ADT) di Gunung Geulis. Toh ia tidak mengeluhkan hasil yang ia tuai dari kedua turnamen tersebut.
”(Turnamen di) Gunung Geulis menjadi pengalaman belajar berikutnya bagi saya,” sambungnya lagi.

Pada dasarnya, ajang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament memiliki bobot yang sedikit lebih besar bagi Fadhli. Pasalnya, ia merupakan salah satu atlet profesional yang disponsori oleh Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF).
Dorongan untuk bermain dengan baik dalam turnamen yang digelar oleh yayasan yang menjadi sponsornya jelas bisa menghadirkan tekanan tersendiri. Akan tetapi, Fadhli justru berhasil mengatasi tekanan tersebut, bahkan mencatatkan salah satu permainan terbaiknya sejak beralih profesional.
”Saya bisa fokus pada sesuatu yang sederhana pekan ini,” jelas Fadhli, yang menorehkan skor 71, 73, 70, dan 71. ”Swing thought saya memang sangat minim dan hanya fokus pada target, serta melakukan semua pukulan yang dibutuhkan.
”Salah satu yang positif dari Minggu ini ialah saya bisa membuat 17 birdie, jadi saya berada di jalur yang tepat, tanggal meminimalkan kesalahan-kesalahan kecil.”
Sikap yang tidak terburu-buru ini jelas sangat penting, tidak hanya ketika melakukan pukulan, tetapi juga dalam melangkah ke depan. Lulusan Master dari University of St Andrews, Skotlandia ini pun menikmati peningkatan permainannya, sedikit demi sedikit.
”Minggu ini fokusnya ialah menjaga bola agar bisa tetap di fairway, memiliki disperse pukulan yang lebih rendah, mengingat dalam dua turnamen terakhir pukulan saya kanan-kirinya lumayan. Jadi, minggu ini salah satu target saya bisa dipenuhi: bisa memukul lebih banyak ke fairway dan melakukan banyak approach yang lebih mendekati lubang, … 17 birdie dalam sepekan adalah sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya.”

Hasil positif lainnya juga turut diraih oleh Kevin Caesario Akbar. Pegolf yang bersama Fadhli bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini bahkan sempat bermain luar biasa dan hanya membutuhkan 66 pukulan dalam 18 hole pertamanya.
Meskipun kemudian harus finis di peringkat T24, inilah pertama kalinya ia berhasil bermain under dalam empat putaran. Dan untuk kedua kalinya pada tahun ini ia berhasil bermain penuh dalam empat putaran pada ajang yang diakui oleh Asian Tour.
”Minggu ini saya merasa banyak peningkatan dari kualitas pukulan, termasuk iron, dan putting saya juga bagus, terutama permainan iron. Kalau permainan iron saya tidak tajam, mungkin bolanya tidak menempel mendekati pin, dan tidak bisa bermain 10-under dalam empat hari ini,” ujar Kevin.
Tidak hanya dari segi teknik, Kevin juga menemukan kunci penting untuk mengatasi tantangan mental.
”Dalam beberapa turnamen terakhir, saya mulai menemukan cara paling enak untuk bermain golf,” jelas pegolf berusia 24 tahun ini. ”Saya berfokus hanya untuk bermain golf saja, terserah akan bermain dengan skor berapa. Perkara hasil akhir saya anggap tidak ada apa-apa.”
Menuju Perhentian ADT Berikutnya
Pekan ini, Fadhli akan kembali mengikuti ajang ADT dalam rombongan bersama Naraajie Emerald Ramadhan Putra dan rekan CGF-nya, Peter Gunawan, di Vietnam. Dengan tren positif yang ia peroleh dari Damai Indah Golf BSD Course, Fadhli jelas berharap bisa kembali mempelajari banyak hal positif, kali ini di BRG Da Nang Golf Resort.

Baginya, turnamen kali ini sedikit memberi sensasi nostalgia. ”Sebenarnya, saya baru sekali berada dalam satu tim bersama Naraajie, yaitu pada ajang Putra Cup, yang lucunya juga diselenggarakan di Vietnam, tiga tahun sebelum saya ke Skotlandia,” tutur Fadhli.
”Sebenarnya, saya belum sempat melihat lapangannya, tapi saya banyak mendengar kabar bagus soal lapangannya. Saya cukup bersemangat untuk tampil di Vietnam. Saya akan bertanding bersama Naraajie dan Peter Gunawan. Semoga kami bisa membawa nama Indonesia sebaik mungkin.”
Sementara itu, Kevin menatap dua turnamen ADT di dalam negeri, yang rencananya akan digelar secara beruntun pada bulan September mendatang. Turnamen pertama rencananya akan diadakan di Jababeka Golf & Country Club, sedangkan yang kedua digelar di Parahyangan Golf.
”Mungkin saya akan memperbanyak latihan dengan driver karena di Jababeka, mau tidak mau, saya harus lebih banyak memakai driver,” jelas Kevin, yang banyak mengandalkan 3-wood ketika bermain di Damai Indah Golf BSD Course.
Hingga akhir tahun nanti, Kevin mengincar dua hal besar. Selain menurunkan skor rata-ratanya, ia juga berharap bisa tampil solid pada Indonesian Masters, yang tahun ini mendapat peningkatan status sebagai salah satu ajang International Series.
”Mungkin sekarang skor rata-rata saya ada antara 71,8 atau 71,9, tapi targetnya sih, ingin bisa masuk 20 besar pada Indonesian Masters karena ajang ini menjadi International Series. Ya, semoga tercapai,” tandasnya.


