Wang Zixuan dan Pang Runzhi bakal bersaing ketat dari puncak klasemen pada putaran final Women’s China Open besok (19/10).
Wang Zixuan dan Pang Runzhi tampil sebagai pemuncak klasemen putaran kedua ajang Women’s China Open. Dengan 15 pegolf lainnya berjarak hingga empat stroke, putaran final besok (19/10) menjanjikan drama yang seru.
Enhance Anting Golf Club menyuguhkan tantangannya melalui embusan angin berputar pada putaran kedua tadi. Demikian pun, pegolf berusia 18 tahun, Wang, membukukan skor 2-under 70 untuk kedua kalinya sehingga mengumpulkan skor total 4-under 140. Adapun Pang, harus puas menorehkan skor 71, yang cukup untuk menempatkannya berbagi posisi teratas dengan Wang.
Pegolf Thailand Sherman Santiwiwatthanaphong juga menorehkan skor 71 sehingga kini berjarak hanya satu stroke di tempat ketiga. Posisi serupa juga ditempati oleh pemuncak klasemen putaran pertama Fan Shuangshuang, yang harus membukukan skor 75. Pegolf tuan rumah lainnya, Lin Xinen (72) turut berada di posisi ketiga tersebut.
Adapun juara bertahan Ji Yuai (71), Yang Jieming (70), bintang amatir Zhou Shiyuan (73), dan Pan Yanhong (70) menjadi beberapa nama yang menempati peringkat keenam dengan skor total 142. Mereka ditemani oleh duo Thailand Chakansim Khamborn (71) dan Chonlada Chayanun (72). Phisitkhwan Pooratanaopa juga mengemas skor total 2-under, namun masih harus menuntaskan dua hole terakhirnya besok, setelah permainan terpaksa dihentikan akibat kondisi lapangan yang mulai gelap.

Tujuh pemain masih harus melanjutkan putaran kedua mereka pada Minggu pagi, mulai pukul 06:45. Adapun putaran final diharapkan bisa dimulai pukul 08:15, dengan grup terakhir akan mulai bertanding pukul 10:20 waktu setempat.
Sejak finis di tempat kedua pada Women’s China Open 2023, Wang menjadi salah satu prospek baru dari China. Sejauh ini ia telah mengema satu kemenangan dan tiga kali finis di sepuluh besar. Pada putaran kedua tadi, kartu skor pegolf berkacamata ini dihias oleh lima birdie, satu bogey, dan satu double bogey. Kini ia berpeluang menjadi juara nasional.
”Kalau bisa menang lagi besok, pasti akan sangat bermakna. Kemenangan bakal menjadi pengakuan sejati dari semua usaha yang saya curahkan dalam dua tahun terakhir. Tentu saya, saya tahu dalam golf semuanya tergantung sebagus apa permainan Anda dalam suatu putaran,” tutur Wang, yang takluk dua stroke dari Angelina Ye Lei pada tahun 2023 itu.
Mengingat peluang juga masih dimiliki banyak pemain lainnya, termasuk sesama pegolf remaja Pang, yang juga telah berstatus juara, Wang sadar kalau ia harus main maksimal pada putaran final besok. ”Pukulan iron dan wood saya belum cukup konsisten, dan mungkin karena kelelahan,” ujarnya. ”Namun, saya merasa puas dengan permainan saya pekan ini, terutama dalam kondisi yang sangat berangin. Saya bisa tetap tenang dan melakukan pukulan dengan baik. Saya kira itulah hal paling positif. Saya tak membebani diri sendiri, jadi saya berusaha tetap rileks dan mengikuti rencana permainan.”

Seperti Wang, Pang juga telah mengoleksi satu gelar CLPG Tour lewat kemenangannya pada ajang Singapore Ladies Masters musim lalu. Ia mulai menjadi salah satu pesaing berkat empat birdie dan tiga bogey-nya. ”Menurut saya akurasi driver saya cukup bagus sehingga membantu melakukan pukulan iron dengan sedikit lebih presisi. Performa saya juga solid dan menjadi hal yang bisa dianggap memuaskan,” tutur Pang, kini menduduki peringkat 9 pada Order of Merit CLPG Tour, di antaranya berkat dua kali finis di lima besar. ”Kalau bisa menang, itu berarti saya mewujudkan target saya tahun ini!” tegasnya.
Sementara itu, birdie di hole terakhir membantu Sherman Santiwiwatthanaphong untuk menjaga peluang meraih kemenangan keduanya di China.
”Hari ini benar-benar berat dan pukulan tee saya kurang bagus, hanya bisa memukul ke tiga atau empat fairway. Sudah bagus saya masih bisa main under,” ujar pegolf berusia 28 tahun yang kini menduduki peringkat 2 pada Order of Merit CLPG Tour ini. ”Saya suka bermain dalam kondisi berangin karena rasanya menyenangkan. Aad satu hole yang membuat saya membidik ke air karena angin berembus kencang dari kanan ke kiri. Besok saya akan bermain untuk menikmatinya. Saya akan berusaha untuk komitmen pada tiap pukulan. Kalau tidak, saya takkan melakukan pukulan.”
Meskipun terlempar dari puncak klasemen, Fan, yang baru kembali dari absen selama enam bulan masih memiliki peluang bersaing. Pegolf berusia 20 tahun ini menunjukkan perjuangan kerasnya untuk akhirnya bisa finis dengan skor 3-over 75. ”Saya cukup puas meskipun tidak berpengalaman main di tengah angin dan saya tahu kalau sembilan hole terakhir juga lebih sukar,” ujarnya. ”Mungkin saya sedikit menurunkan kecepatan bermain saya di sembilan hole pertama. Dengan mengurangi waktu sebelum memukul bola, saya bisa mengurangi rasa gugup. Lapangan ini memang tidak mudah.”
Sayangnya, perjuangan satu-satunya wakil Indonesia, Patricia Sinolungan, harus kandas. Meskipun bisa menciptakan dua birdie, pegolf Ciputra Golfpreneur Foundation ini harus mencatatkan tiga bogey, dua double bogey, satu triple bogey, dan satu quadruple bogey.


