Delapan mantan juara mengincar kemenangan kedua pada The Amundi Evian Championship 2024 pekan ini.

(REVISI: Sebelumnya kami memberitakan sembilan mantan juara. Sayangnya, nama Chun Ingee, yang merupakan juara tahun 2016 tak ada dalam daftar pairing untuk pekan ini.)

Memenangkan sebuah kejuaraan Major jelas menjadi prestasi luar biasa bagi seorang pegolf. Bisa menang lebih dari sekali tentu lebih istimewa lagi. Dan bisa memenangkan kejuaraan yang sama lebih dari sekali akan menjadi pengalaman yang sangat membanggakan. Akan tetapi, tidak banyak yang bisa menjuarai The Amundi Evian Championship lebih dari sekali!

Dari segi total penyelenggaraan, ajang ini terbilang paling muda ketimbang keempat ajang Major lainnya. Malah edisi 2024 ini merupakan ke-12 kalinya kejuaraan ini berstatus Major sejak resmi naik status pada tahun 2013. Mungkin itu pula sebabnya mengapa tak banyak yang berhasil menjuarai ajang ini lebih dari sekali.

Hanya ada empat nama yang pernah mengangkat trofi istimewa ini hingga lebih dari sekali. Helen Alfredsson asal Swedia memegang rekor kemenangan terbanyak sebanyak tiga kali.

Setelah menjuarai penyelenggaraan pertama pada tahun 1994 dengan skor total 287—kala itu ajang ini masih bernama Evian Masters dan skornya itu masih menjadi skor kemenangan terbesar sepanjang sejarah—ia kembali mengangkat trofi pada tahun 1998 dan 2008.

 

Anna Nordqvist, Juara Amundi Evian Championship 2017.
Anna Nordqvist menjadi pegolf Swedia keempat dan pegolf Eropa kelima saat menjuarai The Amundi Evian Championship 2017. Foto: Tristan Jones/LET.

 

Pegolf Inggris Laura Davies menjadi satu-satunya pegolf yang sukses mempertahankan gelarnya. Setelah menang atas Annika Sorenstam pada tahun 1995 dengan keunggulan lima stroke, ia menaklukkan pegolf Swedia lainnya Carin Koch dengan empat stroke pada tahun 1996.

Sorenstam juga meraih dua kemenangan, yang ia bukukan pada tahun 2000 dan 2002.

Adapun Ai Miyazato menjadi satu-satunya wakil Asia dan pegolf Jepang yang menjuarai ajang ini sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 2009 dan 2011.

Pekan ini, sebanyak delapan jawara akan berniat untuk menambah daftar tersebut. Selain juara bertahan Celine Boutier (2023), ada juga Brooke Henderson (2022), Minjee Lee (2021), Ko Jinyoung (2019), Angela Stanford (2018), Anna Nordqvist (2017), Lydia Ko (2015), dan Kim Hyojoo (2014)

Juara bertahan Celine Boutier, yang merupakan unggulan tuan rumah, punya peluang untuk menjadi pegolf kedua setelah Davies yang sukses mempertahankan gelarnya. Meski demikian, pegolf berusia 30 tahun ini mesti mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk bisa mewujudkan target tersebut.

 

Ko Jinyoung, Juara Amundi Evian Championship 2019.
Finis T2 pada ajang KPMG Women’s PGA Championship tahun ini menjadi modal berharga bagi Ko Jinyoung untuk kembali angkat trofi pada pekan ini. Foto: Tristan Jones/LET.

 

Usai menikmati musim fenomenal tahun lalu, penampilan Boutier tahun ini tidak begitu menonjol. Selain finis di tempat kedua pada HSBC Women’s World Championship, ia hanya lima kali finis di jajaran 20 besar. Satu-satunya kegagalannya lolos cut terjadi pada ajang Major, The Chevron Championship. Ia kemudian memperbaiki penampilan dengan finis T58 pada U.S. Women’s Open, sebelum akhirnya finis T19 pada KPMG Women’s PGA Championship.

Dengan target tampil untuk bisa tampil prima pada Olimpiade Paris 2024 bulan Agustus mendatang, Boutier jelas tak ingin menjadikan The Amundi Evian Championship pekan ini hanya sebagai pemanasan.

Henderson, yang menjuarai edisi 2022 memiliki modal yang lebih baik. Dari 15 turnamen yang ia ikuti tahun ini, pegolf Kanada ini telah lima kali finis di sepuluh besar, tiga di antaranya di tiga besar, di mana salah satunya ialah T3 pada The Chevron Championship. Seperti halnya Boutier, ia juga gagal lolos cut pada ajang Major, yaitu pada U.S. Women’s Open. Adapun rekam jejaknya di Champions Course juga cukup baik: empat kali finis di sepuluh besar dari 8 penampilan, dengan kemenangan tahun 2022 dan tempat kedua pada tahun 2023.

Penampilan Minjee Lee juga belum terlalu istimewa pada tahun ini. Pegolf Australia ini empat kali gagal lolos cut, namun masih mampu finis tiga kali di jajaran sepuluh besar, termasuk T9 pada U.S. Women’s Open. Kenangan meraih kemenangan di Evian Resort Golf Club pada 2021 bisa menjadi motivasi yang tepat untuk menjadi pegolf kelima yang memenangkan kejuaraan ini lebih dari satu kali.

 

Brooke Henderson, Juara Amundi Evian Championship 2022.
Brooke Henderson akan bermain dalam grup yang sama dengan Celine Boutier dan Minjee Lee pada dua putaran pertama Amundi Evian Championship 2024. Foto: Tristan Jones/LET

 

Sementara itu, Ko Jinyoung akan berusaha untuk meraih gelar pertamanya sejak Cognizant Founders Cup 2023. Sejak menjuarai The Amundi Evian Championship 2019, ia juga belum pernah lagi menjuarai ajang Major. Meski tahun ini hanya tampil dalam sepuluh turnamen dan sekali gagal lolos cut, ia mencatatkan empat kali finis di sepuluh besar dengan dua di antaranya di lima besar. T2 pada KPMG Women’s PGA Championship turut memberinya modal penting untuk kembali berburu kemenangan di Evian Resort Golf Club.

Ketika meraih satu-satunya kemenangan Major pada tahun 2018, Angela Stanford melakukannya dengan mengejar ketertinggalan lima stroke. Skor 3-under 68 pada putaran final membuat namanya terpatri di trofi dan menjadi prestasi yang ingin ia ulangi lagi pada pekan ini. Sayangnya, penampilannya pada musim 2024 ini kurang memuaskan. Dari 12 turnamen yang ia ikuti ia hanya bisa bermain penuh dalam empat turnamen dengan finis T41 pada Meijer LPGA Classic for Simply Give sebagai hasil terbaiknya. Mungkinkah ia bisa menambah koleksi Major dalam penampilan ke-18 di Champions Course? Yang pasti ia belum lupa cara menavigasi lapangan tersebut sehingga, meski telah berumur 47 tahun, penampilannya

Sebelum Boutier menjuarai ajang ini tahun 2023, pegolf Swedia Anna Nordqvist merupakan pegolf Eropa kelima yang digdaya. Ia juga menjadi pegolf Swedia keempat yang memenangkan The Amundi Evian Championship tahun 2017. Berbeka empat kali finis di 15 besar, pegolf yang kini berusia 37 tahun ini juga menjadi salah satu nama yang berharap bisa mengulangi prestasinya di Champions Course.

 

Lydia Ko, Juara Amundi Evian Championship 2015.
Dari sembilan mantan juara yang tampil pekan ini hanya Lydia Ko yang lebih banyak finis di sepuluh besar di luar kemenangannya tahun 2015. Foto: Tristan Jones/LET.

 

Dari antara para jawara ini, mungkin tidak satu pun yang memiliki rekam jejak sebaik Lydia Ko. Pegolf Selandia Baru ini mencatatkan lima kali finis di sepuluh besar, tiga di antaranya di tiga besar, dengan satu kemenangan pada tahun 2015. Ia juga mencatatkan debut terbaik dengan finis sendirian di tempat kedua pada tahun 2013. Tahun ini penampilannya juga terbilang bagus, mengemas satu kemenangan pada Hilton Grand Vacations Tournament of Champions bulan Januari, disusul dengan dua kali finis di lima besar.

Kim Hyojoo mungkin menjadi salah satu nama yang kurang diperhitungkan, meski beberapa kali menciptakan kejutan. Meski hanya dua kali finis di sepuluh besar pada musim ini, pegolf Korea ini hanya berada di belakang Lydia Ko dalam hal prestasi sepuluh besar pada kejuaraan ini. Dalam sepuluh penampilan terakhir di Champions Course, Kim telah tiga kali finis di sepuluh besar, dua kali lebih sedikit daripada Ko, dengan satu kemenangan pada tahun 2014.

Melihat catatan penampilan musim ini dan rekam jejak sebelumnya di Evian Resort Golf Club, Brooke Henderson dan Lydia Ko mungkin menjadi yang paling berpeluang meraih kemenangan kedua pada ajang ini.

Akan tetapi, jika mempertimbangkan faktor lapangan dan cuaca yang kerap memainkan peranan penting dalam menghadirkan drama, pemain yang paling siap bertarung menghadapi elemen-elemen alam bakal berpeluang bersinar.