Lydia Ko dan Kim Hyojoo memilih merendah dan bersiap menghadapi persaingan gelaran Simone Asia Pacific Cup yang dimulai Kamis (18/8).

Dua pemain bintang Lydia Ko dan Kim Hyojoo sama-sama menolak menyebut Simone Asia Pacific Cup, yang dimulai Kamis (18/8) pekan ini bakal menjadi perlombaan di antara mereka berdua dan dua pemenang Major lainnya, Hinako Shibuno dan Ryu Soyeon.

Pegolf yang masing-masing merupakan pegolf No.4 dan No.8 dunia ini menjadi dua pegolf berperingkat tertinggi yang akan bertanding pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$750.000 ini. Bersama Ryu dan Shibuno, Ko dan Kim telah mengoleksi total 29 gelar LPGA hingga saat ini, termasuk total 6 gelar Major.

Ko menilai, reputasinya sebagai pemenang dua gelar Major tidak memiliki arti apa-apa karena ia masih harus menampilkan permainan terbaiknya dalam kunjungan perdananya ke Indonesia pekan ini. Ia menilai persaingan sengit akan terjadi di antara 44 pemain pekan ini, yang turut diikuti oleh bintang asal Hong Kong Tiffany Chan, pegolf Thailand Jaravee Boonchant, dan termasuk pemain tuan rumah Tatiana Wijaya.

Simone Asia Pacific Cup pekan ini juga akan menampilkan kompetisi beregu, di mana 16 negara bakal berusaha meraih kehormatannya pada pekan ini. Menurut Ko kompetisi beregu hanya akan menjadi motivasi tambahan dan mendorong setiap pemain untuk tampil semaksimal mungkin.

”Ada lebih banyak nama yang lebih dikenal, tapi seperti turnamen lainnya, siapa pun yang bermain golf akan tahu bahwa Anda tidak bisa merasa karena No.4 di dunia, Anda akan menang,” tutur Ko, yang mengincar trofi keduanya tahun ini setelah menjuarai Gainbridge LPGA, gelar LPGA ke-17 dalam kariernya, pada Januari 2022 lalu.

”Keempat kami pasti akan mengalami hari-hari yang bagus dan buruk. Periode baik itu bisa terjadi pekan ini, tapi periode yang buruk itu juga bisa terjadi pada pekan ini. Para pemain terbaik di dunia hadir untuk mewakili negara mereka. Kami ingin menang untuk negara kami, entah dalam ajang individu entah dalam ajang beregu. Peluangnya kami mungkin lebih besar karena peringkat kami, tapi kami tak bisa menghadapi pemain lain hanya karena mereka kurang pengalaman atau karena kurang dikenal,” sambung Ko lagi.

”Peringkat dunia tidak menjamin skor yang bagus. Tiap pemain berbakat dan kita tak tahu siapa yang akan menang.” — Kim Hyojo.

Meski tengah bersiap untuk menyambut pernikahannya, Ko juga meyakinkan para penggemarnya bahwa ia tidak berniat untuk menggantung club-nya. Belum lama ini ia telah resmi bertunangan dengan kekasihnya, Chung Jun, dan keduanya berniat menikah tahun ini.

”Saya pikir tak ada perubahan banyak dari jadwal saya. Saya sangat bersyukur untuk tunangan dan keluarga saya yang luar biasa mendukung. Meskipun sangat menantikannya, mereka juga berharap saya bisa menuntaskan karier saya dengan baik ketika saatnya tiba,” tutur Ko. ”Sebagai pegolf dan pribadi, saya bersyukur dan memiliki banyak motivasi untuk bekerja keras ketika bertanding dan menikmati masa-masa jeda saya juga. Menikah juga takkan mengubah jadwal saya dan pasti akan tetap sama.”

Seperti halnya Ko, Kim juga berniat meraih gelar keduanya pada tahun ini. Bulan April lalu ia juga telah memenangkan gelar kelimanya lewat ajang Lotte Championship. Ia juga menolak untuk sekadar mengandalkan peringkat dunianya saat ini.

”Peringkat dunia tidak menjamin skor yang bagus,” tegasnya. ”Tiap pemain berbakat dan kita tak tahu siapa yang akan menang. Semua orang pasti akan bermain sebaik mungkin.”

Pegolf yang bermain reguler di kancah LPGA dan KLPGA ini juga merasa sangat bersemangat bisa mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya, sambil bertanding dengan sejumlah pesaing yang belum pernah ia kenal sebelumnya.

”Ini pertama kalinya saya berkunjung ke Indonesia dan sangat senang bisa berpartisipasi dan bermain dengan para pemain lain. Saya menantikan pekan yang menyenangkan dan mengasyikkan. Kami akan mewakili negara-negara kami, jadi ajang ini memberi motivasi juga bagi kami,” tandasnya.