Minami Katsu memastikan menatap putaran final Buick LPGA Shanghai dengan keunggulan dua stroke atas Minjee Lee dan Jeeno Thitikul.

Chip-in di hole 2 di Qizhong Garden Golf Club, di Shanghai, tak hanya membantu Minami Katsu untuk bangkit dari bogey di hole pertamanya, tapi juga turut menciptakan momentum pada putaran ketiga Buick LPGA Shanghai. Pegolf Jepang ini menambah lima birdie lagi dengan satu bogey untuk mempertahankan puncak klasemen sementara dengan skor total 17-under 199.

Permainan Katsu ini sekaligus memberinya kesempatan untuk bermain bersama dua pemain bintang, No.4 Dunia Minjee Lee (65) asal Australia dan No.1 Dunia Jeeno Thitikul (66) asal Thailand.

”Keduanya adalah pemain hebat. Saya tak sabar untuk bisa bermain bersama mereka. Pasti ada banyak hal yang bisa saya pelajari, tapi pada saat yang sama saya juga akan berusaha mempertahankan permainan, fokus pada permainan saya,” ujar Katsu.

Pegolf yang telah mengoleksi delapan gelar JLPGA ini mengaku tidak sadar bahwa permainannya kemarin sekaligus menjadi pertama kalinya ia memimpin dalam sebuah ajang LPGA Tour, sesuatu yang ia pertahankan hingga menuju putaran final. Posisinya kali ini sekaligus memberinya kesempatan untuk mengikuti keberhasilan sejumlah pegolf Jepang yang mengangkat trofi LPGA tahun ini.

 

Minjee Lee, Round 3 Buick LPGA Shanghai 2025.
Minjee Lee berpeluang menjadi pegolf pertama yang meraih lebih dari satu kemenangan LPGA setelah menorehkan skor 65 dan kini terpaut dua stroke dari Minami Katsu. Foto: Buick LPGA Shanghai.

 

Ia menyebut keberhasilan Rio Takeda (Blue Bay LPGA), Mao Saigo (The Chevron Championship), Chisato Iwai (Mexico Riviera Maya Open at Mayakoba), Miyu Yamashita (AIG Women’s Open), dan Akie Iwai (The Standard Portland Classic) yang menikmati kemenangan perdana masing-masing di sirkuit ini turut menunjukkan kualitas para pegolf JLPGA yang kian meningkat.

”Ini tahun ketiga saya pada LPGA Tour, jadi saya sangat mengharapkan kemenangan,” tutur Katsu, yang mulai menjadi anggota LPGA Tour pada musim 2023. ”Rasanya level kompetisi JLPGA tiap tahun makin tinggi. Tiap tahun saya selalu mengikuti beberapa turnamen dan tiap kali pulang rasanya levelnya makin dan makin tinggi dengan banyak penonton. Rasanya tekanan mereka juga makin banyak sehingga mentalitas mereka juga makin kuat.”

Sementara itu, Minjee dan Thitikul mempertegas status mereka sebagai pemain top dunia dengan tampil sebagai pesaing terkuat bagi Katsu untuk mewujudkan mimpi meraih gelar LPGA pertama dalam kariernya.

Thitikul bahkan bermain tanpa bogey untuk mencatatkan skor total 15-under 201. Pegolf No.1 Dunia ini mencatatkan 18 green in regulation dan berhasil memaksimalkan peluang birdie yang ia raih.

 

Jeeno Thitikul, Round 3 Buick LPGA Shanghai 2025.
Jeeno Thitikul berniat untuk bermain agresif untuk meraih kemenangan keduanya pada tahun ini. Foto: Buick LPGA Shanghai.

 

”Rasanya saya tidak melakukan sesuatu yang istimewa. Menurut saya beginilah golf, kadang ada kalanya Anda bermain sangat bagus, … tapi main 2-under kemarin, saya juga menerimanya, …. Kemarin permainan iron saya memang kurang bagus, dan sekarang lebih bagus sehingga lebih banyak memberi peluang,” ujarnya.

”Lapangan ini tidak terlalu panjang sehingga peluang bermain under besar. Saya tak bisa memperkirakan berapa skor yang dibutuhkan untuk menang, tapi pasti lebih rendah lagi. Hal terbaik yang bisa saya lakukan ialah main agresif dan berusaha memasukkan putt karena banyak pemain yang bisa melakukan hal tersebut.”

Tentu saja salah satunya ialah juara Major Minjee Lee, yang hari ini menorehkan skor 65 untuk naik enam peringkat dan berbagi posisi kedua dengan Thitikul. Meski mengemas dua bogey di hole 1 dan 17, pegolf Australia ini juga menorehkan sembilan birdie sehingga, seperti Thitikul, ia juga berpeluang menjadi pegolf pertama yang meraih lebih dari satu kemenangan pada musim ini.

”Masih banyak hole yang mesti dimainkan dan persaingan di papan klasemen juga cukup ketat, jadi saya hanya akan berusaha untuk menikmatinya. Hanya saja pekan ini terasa sangat panas dan saya yakin besok juga bakal sangat panas. Saya hanya akan berusaha menikmati permainan dan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan skor yang bagus,” tegasnya.

Adapun pegolf amatir Xu Ying kini tampil sebagai pegolf terbaik China. Pegolf berusia 16 tahun yang telah menjuarai dua gelar CLPG Tour ini mencatatkan delapan birdie dengan satu bogey untuk skor total 12-under 204 dan untuk sementara berada di posisi T6. Ia akan bersaing dengan pegolf amatir lainnya, Zhou Shiyuan, yang kini berada di posisi T13 dengan 10-under, untuk menjadi pemain amatir terbaik.

 

Xu Ying, Round 3 Buick LPGA Shanghai 2025.
Pegolf amatir berusia 15 tahun Xu Ying mengakhiri putaran ketiga dengan duduk di posisi T6 dengan skor total 12-under 204. Foto: Buick LPGA Shanghai.