Scott ”Mr. International Series” Vincent melejit di Singapura dan memimpin International Series Singapore.

Scott Vincent rasanya benar-benar layak disebut sebagai ”Mr. International Series”. Pegolf asal Zimbabwe ini menampilkan permainan cemerlang pada putaran pertama International Series Singapore dengan torehan 8-under 64, tanpa mencatatkan satu bogey pun.

Pegolf nomor satu Malaysia Gavin Green menempelnya dengan selisih satu stroke setelah menampilkan permainan yang tak kalah mengesankan, 7-under 65. Adapun trio Thailand Sadom Kaewkanjana, Phachara Khongwatmai, dan Tirawat Kaewsiribandit, pegolf Korea Moon Kyoungjono, pegolf Inggris Steve Lewton, serta pegolf Filipina Juvic Pagunsan berbagi tempat ketiga dengan skor 67.

Vincent memenangkan ajang kedua seri ini, International Series England di Newcastle bulan Juni 2022. Kemenangannya kala itu membuatnya memimpin Order of Merit International Series lantaran finis T11 pada International Series Thailand, bulan Maret 2022. Sekali lagi ia menampilkan performa yang gemilang dalam ajang yang memperebutkan total hadiah senilai US$1,5 juta ini.

”Hari yang luar biasa, saya mengawalinya dengan sangat bagus, dan kemudian momentumnya terus berlanjut. Seperti yang sempat saya bilang, saya berusaha agar tiap hari menjadi lebih baik,” tutur Vincent.

 

 

”Ini hari yang baik, banyak hal yang berjalan sesuai keinginan saya, banyak putting yang masuk, jadi sungguh menjadi tantangan yang bagus untuk tidak berpikir jauh dan menikmati tiap tahapan, tidak melihat jauh ke depan. Ya, jadi itulah tantangan terbesar hari ini dan golf saya sedang fenomenal.”

Vincent memulai putaran pertamanya dari hole 10 di Tampine Course, Tanah Merah Country Club dan menorehkan birdie di hole 10, 13, 16, dan 18. Ia menambah empat birdie lagi di sembilan hole terakhirnya, yaitu di hole 1, 3, 5, dan 8.

Sedikit insiden sempat terjadi ketika bolanya justru menghantam bola Sihwan Kim di hole 6 par 3. ”Sihwan memukul hingga menyisakan sekitar kurang dari semeter, dan itulah masalahnya. Pukulan saya masuk dan menghantam bolanya hingga menjauhi lubang (sekitar 9 meteran). Saya beruntung masih bisa mendapatkan par di sana, tapi tantangan kecil yang menarik buat saya yang berusaha menyelesaikan putaran (dengan solid).”

Adik Vincent, Kieran, juga menampilkan permainan yang cukup solid sebagai salah satu pegolf profesional baru. Ia menorehkan skor 4-under 68 dan berbagi posisi ke-9 dengan sepuluh pegolf lainnya, termasuk pegolf Amerika Peter Uihlein, yang melakoni debutnya di panggung Asian Tour. Sang kakak pun memuji penampilannya.

 

Gavin Green, Round 1 International Series Singapore 2022.
Gavin Green kembali menampilkan permainan terbaiknya dengan torehan tujuh birdie tanpa bogey untuk menempel Scott Vincent. Foto: Paul Lakatos/Asian Tour.

 

”Dia pemain hebat, saya tak ragu kalau dia bisa menampilkan permainan golf yang istimewa, dan entah di sini atau di tempat lain, tentu menyenangkan bisa melihatnya main bagus karena dia sangat mampu,” puji pegolf yang juga telah memenangkan satu gelar JGTO pada tahun ini.

Sementara itu, penampilan Green kali ini seakan menunjukkan kembali kelasnya. Pegolf Malaysia ini sudah lama berjuang untuk mengembalikan permainan yang sempat membawanya menjuarai Order of Merit Asian Tour 2017.

”Senang bisa mendapat skor yang bagus lagi,” ujar Green. ”Beberapa tahun terakhir ini terasa berat buat saya. Kami banyak berlatih dan akhirnya permainan saya mulai kembalil. Kami melakukan sejumlah perubahan besar dengan pelatih saya, dan terkadang Anda harus mempercayainya. Bahkan hari ini pun ada kalanya saya merasa tidak nyaman, tapi Anda mesti cukup mempercayainya dan sejauh ini cukup berhasil.”

Pimpinan Order of Merit Asian Tour saat ini, Sihwan Kim, juga menampilkan permainan yang memukau. Ia sempat bermain 4-over dalam sembilan hole pertamanya, namun berhasil mendapat lima birdie dan mengakhiri putaran pertama dengan skor 71.

 

Patrick Reed, Round 1 International Series Singapore 2022.
Patrick Reed harus memulai International Series Singapore 2022 dengan catatan 1-over 73. Foto: Paul Lakatos/Asian Tour.

 

Adapun pemain favorit pekan ini, Patrick Reed asal AS harus puas dengan skor 73. Ia sempat bermain 1-under di sembilan hole pertamanya, namun harus kesulitan di sembilan hole terakhir dan mendapat bogey di hole 11 dan 14.

Catatan skor serupa juga diraih oleh Juara Mandiri Indonesia Open Gaganjeet Bhullar.

Dua wakil Indonesia yang juga bermain di Singapura, Rory Hie dan Danny Masrin juga harus mengalami kesulitan di Tampine Course. Rory bahkan harus bermain 2-over di sembilan hole pertama yang ia mulai dari hole 10. Birdie yang ia raih di hole 1 sempat memberi harapan, namun bogey di hole 3 dan 6 membuat langkahnya kian berat. Beruntung ia berhasil mendapat birdie did hole 9 sehingga mencatatkan skor 2-over 73 dan untuk sementara menghuni peringkat T100.

Sementara itu, Danny harus mengalami keadaan yang lebih berat lagi. Meski sempat memulai dengan birdie di hole 1, ia harus menuntaskan sembilan hole pertamanya dengan catatan 2-over setelah mendapat empat bogey dengan satu birdie tambahan. Dua birdie di hole 10 dan 11 sempat memperbaiki keadaan, namun ia harus bermain 4-over di empat hole berikutnya. Birdie di hole 16 juga harus terhapus oleh bogey di hole terakhirnya sehingga ia harus mencatatkan skor 76 pada putaran pertama ini.