Langkah wakil Asia tersandung pada putaran ketiga Memorial Tournament presented by Workday. Masih mungkinkah menembus sepuluh besar?
Tampil solid dalam dua putaran awal dan menempel posisi teratas sepertinya menjadi modal yang sangat baik untuk kian mengukuhkan posisi di jajaran atas. Usai bermain dengan skor 67 dan 70, didukung dengan serangkaian hasil positif, termasuk ketika mempertahankan gelar AT&T Byron Nelson, langkah Lee Kyounghoon tampaknya bakal lebih ringan. Sayangnya, kisah indah tersebut tidak selalu terus berlangsung.
Mengawali putaran ketiga kemarin (4/6) dari posisi T2, Lee justru harus mendapat tiga bogey berturut-turut di tiga hole pertamanya, dengan birdie di hole 5 menjadi satu-satunya birdie yang bisa ia ciptakan di sembilan hole pertama.
Kartu skornya menjadi lebih berwarna lagi di sembilan hole terakhirnya di Muirfield Village itu. Sejak hole 10 hingga hole 16, ia kerap membukukan bogey di hole-hole genap. Meskipun diselingi oleh eagle di hole 11 par 5, 13, dan 15, bogey di hole terakhir membuatnya harus terlempar dari sepuluh besar. Dengan skor 75 pada hari ketiga itu, ia kini mengantungi skor total 4-under 212 dan berbagi tempat ke-15 bersama Will Zalatoris (71), Abraham Ancer (71), dan Rory McIlroy (73).
Nasib yang kurang lebih serupa turut dialami rekan senegaranya, Im Sungjae. Setelah dua putaran berturut-turut membukukan skor 70, posisi pemegang dua gelar PGA TOUR ini juga mesti anjlok. Sepanjang 18 hole ketiganya itu, Im hanya bisa menorehkan birdie di hole 3 dan hole 12. Lima bogey di kartu skornya kemarin membuatnya harus memulai putaran final nanti dari posisi T35 dengan skor total 1-under 215.
Skor yang lebih buruk bahkan harus diterima pegolf China Taipei C.T. Pan. Permainannya pada putaran ketiga itu jelas sangat mengecewakan, terutama setelah sebelumnya ia sempat bermain dengan skor 68. Kemarin ia harus membukukan skor yang sama dengan yang ia raih pada hari pertama, 4-over 76 berkat satu birdie dan lima bogey.
Satu-satunya catatan positif wakil Asia pada hari Sabtu (4/6) itu diperoleh Kim Siwoo, yang kebali bermain dengan skor 1-under 71. Sayangnya, skor tersebut hanya bisa membawanya satu peringkat lebih baik daripada sebelumnya. Bersama enam pemain lainnya, Kim kini menghuni peringkat ke-28.
Lee jelas memiliki peluang terbaik untuk menembus sepuluh besar pada putaran final nanti. Melihat permainannya pada putaran ketiga itu, jika bisa menghindari membuang pukulan terlalu banyak, semestinya ia bisa mempertahankan posisi yang lebih ideal lagi di jajaran atas. Sejak Wells Fargo Championship, skor 75 yang ia bukukan kemarin jelas menjadi skor terbesar yang ia raih.
Performa putting-nya per green in regulation masih terbilang sangat baik, dan kini ia ada di peringkat kedua. Sementara itu, statistik Strokes Gained: Approach to the Green (peringkat 6), juga menunjukkan kemampuan approach-nya tidaklah terlalu buruk.
Aspak paling krusial yang mesti ia perbaiki jelas ada pada akurasi driving. Setelah memukul 12 dari 14 fairway pada putaran kedua, kemarin ia hanya bisa mencapai 7 dari 14 fairway. Jika pada putaran final nanti ia bisa memperbaiki hal ini, ia bakal punya kesempatan menciptakan peluang birdie yang lebih banyak. Prestasi terbaiknya di Muirfield Village sejauh ini ialah T37, yang ia raih dalam debutnya tahun 2019.
Sementara itu, Juara FedExCup 2014 Billy Horschel menampilkan permainan terbaik pada putaran ketiga itu. Empat birdie di sembilan hole pertama, plus tiga lagi di sembilan hole terakhir membawanya ke puncak klasemen sementara dengan torehan 13-under 208, menggeser Cameron Smith yang hanya mampu bermain even par 72.
”Saya pikir hanya dengan melakoni seluruh proses kami, memastikan kami memiliki jarak yang ingin kami capai, membahas pukulan yang akan dilakukan, pemilihan club. Ketika kami melakukan hal-hal tersebut, saya pun memiliki gambaran yang lebih jelas dan memiliki level penerimaan yang lebih tinggi saat melakukan pukulan,” jelas pemegang enam gelar PGA TOUR ini.
Smith dan Aaron Wise kini menjadi dua pesaing terdekat bagi Horschel. Itu juga dengan selisih lima stroke.
”Saya tinggal melangkah ke tee dan memahami kalau saya memimpin dalam turnamen ini, dan saya tahu kalau saya mendapatkan sejumlah pukulan lebih baik. … Saya tidak akan bermain terlalu protektif, saya juga tidak akan main terlalu agresif,” sambungnya lagi, menyinggung strateginya pada putaran final nanti.
”Kami akan melakukan pukulan yang dibutuhkan, dan sadar kalau bisa melakukannya kami akan memiliki peluang terbaik untuk menang. Saya sudah melakukan hal serupa selama 13 tahun, jadi saya pikir saya punya pemahaman yang cukup jelas tentang apa yang mesti saya lakukan dan perasaan dan emosi yang akan saya miliki besok (hari ini).”

