Naraajie Emerald Ramadhan Putra dan Ida Ayu Indira Melati Putri keluar sebagai juara Olympic Jabar Amateur Open 2021.
Pegolf amatir No.1 Indonesia Naraajie Emerald Ramadhan Putra memastikan menjuarai Olympic Jabar Amateur Open untuk kedua kalinya. Kemenangannya kemarin dipastikan setelah pegolf yang mengusung bendera Jawa Barat ini mencatatkan skor total 4-under 209, yang sekaligus memberinya keunggulan enam stroke atas pegolf berusia 14 tahun Rayhan Abdul Latief yang bermain dengan skor total 2-over 215.
Sementara itu, pegolf wanita amatir No.1 Indonesia Ida Ayu Indira Melati Putri asal Bali juga berhasil meraih kemenangan pertamanya sejak menjuarai Kejuaraan Nasional Golf Amatir 2019 lalu. Ida memastikan kemenangannya dengan membukukan skor 74 pada putaran final kemarin (17/6) sehingga membuatnya mengoleksi skor 219 di West Course Gunung Geulis Country Club. Catatan skornya itu tiga stroke lebih baik dari pegolf Jawa Tengah, Elaine Widjaja.
Mengejar ketinggalan sepuluh stroke jelas bukan hal yang mudah di medan berat, seperti di West Course Gunung Geulis Country Club ini. Rayhan, yang memulai putaran final dari posisi kedua, berbagi tempat dengan sesama pegolf PGI Pengkab Bekasi Almer Noreen Nurdaffa, sempat bermain mengesankan setelah membukukan tiga birdie dan dua bogey di sembilan hole pertamanya.

Namun, setelah memulai tiga hole pertama di sembilan hole terakhir dengan kombinasi skor yang sama dengan tiga hole pertamanya, ia harus puas dengan catatan even par 71. Skor ini sudah cukup baginya untuk finis sendirian di tempat kedua dengan skor total 215.
Permainan Naraajie sendiri mengalami penurunan pada hari terakhir. Sempat mencatatkan empat under di sembilan hole pertamanya pada putaran kedua, kali ini ia harus bermain 1-over lantaran mendapat bogey di hole 5. Dan setelah bogey di hole 11, ia mencatatkan double bogey pertamanya di hole 12, sebelum akhirnya menuai birdie pertama di hole 16, untuk akhirnya menuntaskan turnamen ini dengan bogey di hole terakhirnya, sekaligus memenangkan Olympic Jabar Amateur Open (OJAO) untuk kedua kalinya setelah 2017.
Jika Naraajie sukses mengukuhkan posisinya sebagai pemain amatir terbaik Indonesia, Mela, sapaan Ida Ayu Indira Melati Putri, juga berhasil melakukan hal yang serupa. Meskipun demikian perjalanannya meraih kemenangan pada putaran final itu memang tidak semulus yang ia harapkan setelah bermain 1-over di sembilan hole pertamanya berkat dua birdie dan tiga bogey. Meski demikian posisinya masih aman, mengingat pesaing terdekatnya, Elaine Widjaja yang membela PGI Jawa Tengah, justru bermain 3-over.

Memasuki sembilan hole terakhir, di medan yang relatif lebih ramah, Elaine berusaha mengejar dengan membukukan tiga birdie di hole 12, 13, dan 17. Sayangnya, bogey di hole 11 dan 18 hanya membawanya finis di tempat kedua, setelah Mela berhasil bermain lebih baik di sembilan hole terakhir itu dengan hanya membukukan satu bogey.
Catatan Samping
Naraajie Emerald Ramadhan Putra jelas masih menjadi yang terbaik bagi Indonesia. Permainannya pekan ini menunjukkan hal tersebut. Namun, dari segi performa, mungkin kita hanya bisa mengagumi permainannya pada dua putaran pertama yang berhasil memberinya bekal sangat cukup untuk putaran final.
Dengan tidak adanya turnamen prestasi sepanjang pandemi, atlet-atlet ini tidak memiliki wadah yang memungkinkan mereka untuk mengasah kualitas diri, termasuk ketika menghadapi tekanan. Selain itu, tidak adanya kompetisi juga membuat mereka mungkin kesulitan untuk memiliki stamina yang cukup untuk bermain solid sepanjang turnamen.

Sebagian besar atlet jelas merasa kompetisi kali ini merupakan kompetisi yang sangat berat, tidak hanya karena OJAO ini menjadi kompetisi pertama pada masa pandemi, tapi juga karena dimainkan di lapangan yang menuntut fisik dan stamina yang prima. Tidak mengherankan juga jika performa Naraajie drop pada putaran final sehingga skornya menjadi skor terbesar yang ia torehkan pekan ini. Performanya kali ini memang sudah sangat cukup untuk memberinya kemenangan, namun tidak akan cukup jika ditempatkan dalam konteks kompetisi dengan skala dan tekanan yang lebih besar. Dua tahun silam, ia menunjukkan kemampuannya membukukan skor 9-under 63 pada putaran ketiga ajang sekaliber Indonesia Open. Namun, jelas ia harus berjuang keras untuk bisa mengembalikan performanya ke posisi terbaik.
Bagi Mela, kemenangan ini menjadi kemenangan pertamanya sejak menjuarai Kejuaraan Nasional Golf Amatir Indonesia dua tahun lalu. Sebagai salah satu pemain amatir paling senior pada pekan ini, saat ini alumnus Purdue University itu juga telah mengembangkan perannya untuk tak sekadar berfokus pada golf amatirnya sendiri. Ia kini menjadi salah satu atlet yang ikut membantu pembinaan para pegolf junior di Bali, bersama pegolf profesional Ian Andrew.
Tidak mengherankan jika kemudian persiapannya menuju OJAO pekan ini diwarnai dengan kegiatan membimbing para pegolf junior Bali. Bahkan tak jarang pula ia ikut berlatih bersama para juniornya. Kemenangannya pekan ini jelas bisa ikut memberi motivasi bagi para juniornya untuk meraih prestasi serupa, sekaligus mendorong mereka untuk makin giat berlatih.


