Naraajie Emerald Ramadhan Putra memimpin kubu tuan rumah dengan torehan 3-under 67 pada putaran pertama OB Golf Championship.
Meski pada musim ini telah mengantongi kartu Asian Tour dan tampil dalam 11 turnamen, 5 di antaranya International Series, Naraajie masih belum membuahkan hasil yang ia harapkan. Ia malah bertolak ke Gunung Geulis Country Club setelah harus kembali gagal cut-off pada ajang Yeangder TPC di China Taipei.
Namun, kembali ke lapangan yang, di antaranya memberinya salah satu kemenangan amatir—Olympic Jabar Amateur Open 2021—pegolf yang telah mengoleksi tiga kemenangan di level ADT ini tampak menikmati putaran pertama tadi. Ia bahkan memulai permainan dengan sempurna, mencatatkan tiga birdie di tiga hole pertama sejak hole 1. Ia bahkan menuntaskan sembilan hole pertamanya dengan tambahan birdie lagi di hole 6 dan 9.
Sayangnya, momentumnya terhenti. Setelah mencatatkan empat par berturut-turut di empat hole pertama dari sembilan hole terakhirnya, ia harus mencatatkan dua bogey di hole 14 dan 15. Beruntung ia berhasil menghindari membuang terlalu banyak pukulan di tiga hole terakhirnya sehingga bisa mengakhiri 18 hole pertama tadi dengan catatan skor 67.
”Setelah main bagus di sembilan hole pertama dengan 5-under, saya mulai kesulitan di sembilan hole kedua. Banyak yang terjadi di sana, terutama pukulan iron saya. Namun, saya cukup puas dengan hasil 3-under. Sudah lama tidak main bagus,” tutur pegolf berusia 23 tahun ini.

Memang baru kali ini Naraajie kembali bermain dengan skor di bawah 70, sejak membukukan skor 69 pada ajang International Series England bulan lalu. Skor 67 yang ia bukukan hari ini juga menjadi skor 60-an keenam yang bisa ia bukukan pada musim ini. Setelah bermain dengan skor 68 pada International Series Thailand bulan Maret, Naraajie baru bisa kembali bermain di zona 60-an ketika memenangkan gelar ADT ketiganya pada ajang Singha Laguna Phuket Open (66-65-64), kemenangan yang ia raih setelah tujuh kali gagal lolos cut di level Asian Tour.
Meski masih tersisa 36 hole lagi, awal yang solid ini jelas memberi harapan baginya untuk tak hanya menciptakan momentum untuk menuntaskan musim ini, tapi juga memperbaiki posisinya pada Order of Merit ADT. Saat ini ia berada di peringkat 6 dari empat turnamen yang telah ia ikuti.
Sementara itu, Kevin Caesario Akbar, yang memenangkan gelar ADT pada The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura, harus puas bermain dengan skor 1-over 71. Pegolf yang baru memenangkan gelar domestik pertamanya pekan lalu ini memang mengemas tiga birdie, namun harus mendapat empat bogey untuk mengawali perjuangan pada pekan ini. Ia kini menempati posisi T37, yang di antaranya juga ditempati oleh Rory Hie, yang tadi mencatatkan satu double bogey, satu eagle, dan satu bogey.
Untuk sementara Ekpharit Wu asal Thailand dan pegolf Jepang Naoki Sekito menjadi pemuncak klasemen sementara dengan torehan skor 6-under 64. Wu, yang terlebih dahulu mencatatkan skor 64 itu, menikmati kualitas driver yang prima sehingga memudahkannya menciptakan lima birdie dengan satu eagle. Satu-satunya noda di kartu skornya terjadi di hole 9, di mana ia mencatatkan satu-satunya bogey di hole par 5 itu.

”Pengetahuan tentang lapangan ini membantu saya untuk memikirkan apa yang harus saya lakukan dan membantu saya untuk fokus,” tutur Wu, yang bermain di Gunung Geulis Country Club pada ajang The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura.
Adapun Sekito, yang bermain dengan ditemani kedi Jepang yang menetap di Indonesia, berhasil menyamakan skor Wu tersebut dengan kombinasi delapan birdie dan dua bogey. ”Dia mengenal permainan golf saya dengan baik, jadi bisa memberikan saran yang bagus. Ditambah lagi dia mengenal lapangan ini dengan baik sehingga banyak membantu saya hari ini,” tutur pegolf yang juga pernah memenangkan ajang ADT di Gunung Geulis Country Club ini, mekipun kala itu ia bermain di East Course.
”Saya merasa seperti di rumah sendiri karena pernah menang di sini,” sambungnya. ”Bermain agresif di sini tidaklah bijaksana. Ini lapangan yang pendek, tapi Anda harus bermain dengan sangat sabar dan tenang.”
OB Golf Championship pekan ini menjadi pembuka Indonesian Swing kedua pada musim ini. Dalam tiga pekan ke depan, para pegolf regional dan internasional akan memanfaatkan tiga turnamen—bersama OB Golf Invitational presented by Sentul Highlands Golf Club dan The 2nd Indo Masters Invitational presented by TNE—untuk berlomba menempati sepuluh besar Order of Merit ADT. Hanya sepuluh pegolf teratas yang berhak mendapatkan kartu Asian Tour untuk musim 2024.

