Naraajie Emerald Ramadhanputra kini berjarak lima stroke dari pemuncak klasemen Mandiri Indonesia Open 2025.

Naraajie Emerald Ramadhanputra akan memulai putaran final dengan terpaut lima stroke dari pemuncak klasemen Mandiri Indonesia Open 2025, Shahriffuddin Ariffin. Pegolf berusia 25 tahun ini kembali bermain under di Pondok Indah Golf Course untuk menempati peringkat T7 dengan skor total 12-under 204.

Kesabaran Naraajie kembali diuji pada putaran ketiga tadi. Ia harus bersabar hingga hole 7 untuk mencatatkan birdie pertamanya. Ia masih berhasil menghindari bogey sampai akhirnya di hole 10 pukulan approach-nya gagal mencapai green dan terpaksa melakukan dua putt.

”Saya bersyukur bisa main 4-under.” — Naraajie Emerald Ramadhanputra.

Meski demikian, ia berhasil memperbaiki skornya dengan langsung menciptakan birdie di hole 11, lalu menorehkan tiga birdie berturut-turut dari hole 14, yang sekaligus memberinya peluang untuk menciptakan kejutan pada putaran final.

”Saya terlambat panas (pada putaran ketiga ini). Ada beberapa peluang birdie yang bisa mempertahankan momentum, tapi gagal saya maksimalkan. Meski begitu, saya bersyukur bisa main 4-under,” tutur Naraajie.

Permainannya pada putaran ketiga ini memang tidak sebagus putaran kedua. Jika pada putaran kedua ia sukses mengemas 14 dari 18 green in regulation, hari ini ia hanya mencapai 12 dari 18 green in regulation. Ia juga membutuhkan 26 putt untuk menciptakan lima birdie. Angka ini satu putt lebih banyak daripada putaran sebelumnya.

 

Kevin Caesario Akbar, Round 3 Mandiri Indonesia Open 2025.
Kevin Caesario Akbar berpeluang mencatatkan penampilan terbaiknya selama mengikuti Mandiri Indonesia Open. Foto: GolfinStyle.

 

Sementara itu, Kevin Caesario Akbar berpeluang mencatatkan finis terbaiknya selama mengikuti ajang Mandiri Indonesia Open ini. Pegolf yang juga bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini duduk di posisi T29 setelah mengemas enam birdie dan tiga bogey untuk skor 69 keduanya pada pekan di Pondok Indah Golf Course ini.

Dari tujuh penampilannya pada ajang ini, pencapaian terbaiknya sejauh ini terjadi pada tahun 2018 ketika ia finis di posisi T50. Kala itu ia mencatatkan skor total 2-under 286. Adapun skor terbaiknya selama empat putaran penuh terjadi pada 2023 saat ia finis T51 dengan skor total 5-under 283. Tahun 2019 ia juga berhasil lolos cut dan finis di posisi T71 dengan skor total 2-over 290.

Pegolf profesional Indonesia lainnya, Gabriel Hansel Hari, kemarin harus puas mengemas skor even par 72 setelah hanya membukukan tiga birdie dengan tiga bogey. Ia akan memulai putaran final dari posisi T64 dengan skor total 3-under 213.

Adapun satu-satunya pegolf amatir yang lolos cut, Amadeus Christian Susanto, kemarin harus bermain dengan skor 78 sehingga kini mengumpulkan skor total 3-over 219.

 

Shahriffudin Ariffin, Round 3 Mandiri Indonesia Open 2025.
Shahriffuddin Ariffin berharap Mandiri Indonesia Open 2025 ini menjadi kunci baginya untuk bisa kembali mendapatkan status penuh pada Asian Tour. Foto: Graham Uden/Asian Tour.

 

Dari puncak klasemen, meskipun menempati posisi ideal, Shahriffuddin Ariffin harus mempertahankan momentum permainannya lantaran skor total 17-under 199 miliknya hanya terpaut satu stroke dari pegolf Thailand Suteepat Prateeptienchai yang duduk di tempat kedua.

Bermain dengan niatan sekadar menikmati lapangan golf tanpa terusik oleh siapa yang mengejarnya, Ariffin berharap pekan ini bisa memberinya hasil terbaik selama mengikuti ajang Asian Tour.

”Saya hanya menikmati bermain golf dengan para pemain lainnya, dan berusaha tidak terlalu banyak berpikir. Hari ini (kemarin) saya sedikit kesulitan dengan putting saya. Ada empat yang sekadar memutari bibir lubang, tapi saya bilang okelah, tak masalah,” tutur pemegang dua gelar Asian Development Tour ini.

”Saya berharap ini akan menjadi ajang Asian Tour terbaik saya. Semoga saya bisa memenangkannya. Ini peluang yang sangat, sangat bagus untuk bisa kembali ke Asian Tour, tapi tak perlu terlalu memaksakan diri.”