Performa short game dan putting yang solid membawa Nasa Hataoka ke puncak klasemen U.S. Women’s Open ke-78, sekaligus membuka peluang menjuarai gelar Major pertama dalam kariernya.
Nasa Hataoka kini berpeluang mengikuti kisah sukses rekan senegaranya Hideki Matsuyama dalam memenangkan ajang Major. Pegolf Jepang ini mengambil alih posisi teratas dari Bailey Tardy dan memimpin pada ajang U.S. Women’s Open ke-78 yang berlangsung di Pebble Beach Golf Links.
Dua birdie di sembilan hole pertamanya dan empat birdie di sembilan hole terakhir membantu Hataoka menorehkan skor total 7-under 209 yang memberinya keunggulan tipis satu stroke atas pegolf Amerika lainnya Allisen Corpuz, serta tiga stroke lebih baik daripada Kim Hyojoo dan Tardy.
Meski permainannya pada hari ketiga itu tidak selalu ideal—ia hanya 8 kali mengantarkan bola ke fairway—Hataoka menunjukkan ketajaman permainan yang membuatnya menorehkan satu-satunya skor di bawah 70 di antara 74 pegolf yang melangkah ke putaran akhir pekan.
”Ketimbang dua hari terakhir, hari ini sedikit lebih berangin. Namun, suhu udara lebih tinggi sehingga saya bisa bermain dalam kondisi suhu tubuh yang lebih baik dan bisa memenuhi semua target saya,” ujar Hataoka.
”Dari hole 7 saya mulai merasakan angin, dan sudah tentu karena kami menghadap lautan langsung, jadi agak berbeda. Saya bisa menyelamatkan sejumlah par, dan ketimbang dua hari terakhir, saya pikir saya bermain lebih baik di sembilan hole terakhir, saya bisa mendapatkan beberapa birdie juga.”
Kartu skornya menegaskan apa yang ia sampaikan itu. Pada putaran pertama, pegolf asal Kasama, Ibaraki ini, hanya mencatatkan dua birdie dengan tiga bogey untuk bermain 1-over, sementara pada putaran kedua ia bermain 2-over lantaran mendapat dua bogey. Namun, empat birdie di sembilan hole terakhir putaran ketiga jelas memberinya keunggulan yang ia butuhkan untuk mewujudkan gelar Major pertamanya.
Permainan Hataoka di Pebble Beach turut menegaskan betapa krusialnya memiliki kualitas short game dan putting untuk bisa bersaing di jajaran atas. Kedua aspek tersebut tidak hanya membantunya mengatasi minimnya akurasi pukulan tee, tapi juga membantunya mencatatkan total 14 birdie dalam 54 hole yang ia mainkan.
Kualitas short game itu terlihat dari statistik Strokes Gained Short Game, di mana ia mencatatkan +3,12 stroke dibandingkan pegolf lainnya untuk berada di posisi teratas. Pemegang enam gelar LPGA ini juga berada di posisi nomor satu untuk Strokes Gained Putting dengan catatan +4,01. Pada putaran ketiga kemarin ia juga membutuhkan 24 putt untuk mencatatkan enam birdie.
”Sebenarnya, sekita tiga minggu lalu, dengan bantuan pelatih, saya bisa mengubah strategi (untuk puttin). Bisa dibilang sebelum itu pukulan putt saya tidak sebagus biasanya, dan saya pikir cara bola bergulir tidaklah sestabil sebelumnya,” jelas pegolf berusia 24 tahun ini. ”Namun, berkat latihan yang saya lakukan tiga minggu lalu, saya pikir saya bisa main dengan sangat bagus hari ini.”

Dua tahun silam di Olympic Club, Hataoka nyaris memenangkan U.S. Women’s Open, namun harus mengakui kemenangan Yuka Saso lewat babak play-off. Kini dengan 18 hole tersisa, ia memiliki kesempatan kedua untuk bisa memenangkan ajang Major ini, sekaligus mengikuti jejak Matsuyama dalam memenangkan ajang Major.
”Ketimbang dua tahun lalu, saya pikir kali ini saya masih punya hari terakhir dan meskipun situasinya berbeda, saya pikir ada beberapa elemen yang sama dengan dua tahun lalu. Dengan kata lain, saya harus memainkan seluruh 18 hole itu, berdiskusi dengan kedi saya dan mencari cara terbaik buat saya dan menikmati hari terakhir besok,” ujarnya lagi.
”Saya punya pengalaman dari turnamen-turnamen terdahulu, dan saya ingin benar-benar main bagus, dan ingin mengandalkan bantuan yang bisa saya dapatkan dari staf dan semua orang dan main sebaik mungkin.
”Ketika Matsuyama memenangkan Masters, saya benar-benar gembira untuknya. Saya sedang berada di Hawaii dan, sebagai sesama pegolf Jepang, saya merasa terpacu oleh kemenangannya itu. Saya ingin mendapatkan perasaan yang sama dan akan berusaha sebaik mungkin besok supaya bisa tampil seperti dia.”

Dengan keunggulan hanya satu stroke, jelas masih ada banyak hal yang bisa terjadi dalam 18 hole terakhir. Dan pegolf Amerika asal Hawaii, Corpuz, praktis punya kesempatan untuk memenangkan gelar profesional pertamanya di lapangan legendaris, pada ajang U.S. Women’s Open. Tiga birdie dan dua bogey yang ia raih menempatkannya sebagai satu dari hanya 11 pemain yang bermain under pada putaran ketiga.
Tampil dalam U.S. Women’s Open kelima dalam kariernya—kedua sebagai pegolf profesional—pegolf yang menyandang gelar Master dari University of Southern California ini telah mencatatkan hasil yang cukup bagus dalam dua ajang Major tahun ini. Setelah finis T4 pada Chevron Championship, ia juga masuk 15 besar pada KPMG Women’s PGA Championship. Sementara penampilan terbaiknya pada U.S. Women’s Open ialah ketika ia finis T24 pada edisi 2022.
”Putaran ini saya awali dengan baik, melakukan beberapa up-and-down yang sangat solid untuk par. Secara keseluruhan saya main cukup solid, cuma membuat bogey di hole 8 dan 11,” tutur pegolf yang beralih profesional pada tahun 2021 ini. ”Rasanya sangat istimewa bisa berada di grup terakhir, dan saya merasa bersemangat dan tak sabar menantikannya!
Pegolf yang kini berusia 25 tahun ini sempat memecahkan rekor Michelle Wie West sebagai pegolf termuda yang mengikuti U.S. Women’s Open ketika berhasil menembus kualifikasi dalam usia 10 tahun, 3 bulan, dan 9 hari. Namun, kini ia berpeluang untuk mencatatkan rekornya sendiri dengan 18 hole tersisa.
”Sepertinya akan sulit untuk menggambarkannya jika bisa menang. Major, kemenangan pertama, akan sangat berarti!” tandasnya.


