Pegolf veteran Shaun Norris mengakhiri putaran pertama ANA Open Golf Tournament dengan terpaut dua stroke dari pemuncak klasemen.
Pegolf veteran asal Afrika Selatan Shaun Norris seakan memutar balik waktu dan menampilkan permainan solid untuk bersaing pada ajang ANA Open Golf Tournament. Pada putaran pertama tadi, pegolf berusia 41 tahun ini mencatatkan skor 5-under 67 dan membuka peluang untuk mencatatkan hasil membanggakan pada pekan ini.
Penampilan Norris hari ini membuahkan lima birdie tanpa bogey di Sapporo Golf Club, di Prefektur Hokkaido. Skor tersebut membuatnya hanya tertinggal dua stroke dari Ryuko Tokimatsu yang menorehkan skor 65.
Putaran pertama tadi sempat terhenti pada pukul 15:06 waktu setempat akibat cuaca buruk. Akibatnya, sebanyak 75 pegolf, terutama yang bermain pada siang hari, tidak dapat menyelesaikan putaran pertama mereka.
Sebelum putaran pertama terpaksa dihentikan sepenuhnya, jalannya pertandingan juga sempat tertunda dua kali akibat tingginya curah hujan. Pertama pukul 10:40, lalu pada pukul 13:21.
Meskipun menghadapi sejumlah interupsi, permainan Norris seakan tidak terusik sama sekali. Bahkan skor 67 yang ia raih kali ini menjadi penampilan terbaik yang ia catatkan sejak bulan Juni lalu.
”Hanya dengan naik Shinkansen (kereta cepat) saja sudah bisa mengantarkan Anda ke tempat tujuan. Pada akhirnya, kebahagiaan dan kedamaian bisa ditemukan di Jepang.” — Shaun Norris.
”Semuanya berjalan dengan baik. Kalau bisa mempertahankan momentum ini hingga tiga hari ke depan dan memegang trofi pada hari Minggu, rasanya pasti akan fantastis,” tutur Norris yang pada musim ini hanya bisa lolos cut lima kali dari 12 turnamen yang ia ikuti.
Pegolf Afrika Selatan ini sebenarnya telah memiliki status yang membanggakan. Selama berkiprah pada Japan Golf Tour Organization Norris telah memenangkan enam gelar, termasuk ketika menjuarai Japan Golf Tour Championship 2017 dan Japan Open 2021. Musim terbaiknya terjadi pada tahun 2018 dan 2019 ketika ia berada di posisi kedua daftar peraih hadiah uang terbanyak.
Musim lalu ia lebih banyak bertanding pada DP World Tour dan Sunshine Tour sehingga hanya tampil dalam lima ajang JGTO. Namun, ia kembali mengalihkan fokusnya ke Jepang dan makin mendapati bahwa perjalanan yang konstan membuatnya sulit memiliki level stamina yang cukup untuk bersaing.
”Para pemain muda mungkin tidak keberatan untuk menempuh perjalanan. Seperti (Takumi) Kanaya, misalnya,” ujar Norris lagi. ”Hanya dengan naik Shinkansen (kereta cepat) saja sudah bisa mengantarkan Anda ke tempat tujuan. Pada akhirnya, kebahagiaan dan kedamaian bisa ditemukan di Jepang.”
Norris juga bergurau bahwa ia mesti meningkatkan permainannya agar bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Ayah dari dua anak ini bergurau, ”Dia (putrinya yang berusia 1,5 tahun) banyak makan, saya mesti benar-benar mendapatkan banyak uang! Putra saya juga selalu meminta saya membawa pulang LEGO dari Jepang. Namun, anak-anak saya selalu membuat saya tersenyum. Perasaan seperti itu adalah perasaan yang terbaik!”


