Juvic Pagunsan akhirnya menikmati start terbaiknya pada musim 2023 lewat skor 69 pada putaran pertama ajang The Crowns 2023.

Juvic Pagunsan menikmati start terbaiknya pada Japan Golf Tour Organization (JGTO) musim ini. Pada putaran pertama ajang The Crowns, yang dimainkan di Nagoya Golf Club, iar menorehkan skor 1-under 69 dan untuk sementara menghuni peringkat T16.

Pegolf Filipina berusia 44 tahun yang telah menjuarai satu gelar JGTO memulai putaran pertamanya dari hole 10 di Wago Course dan menutup sembilan hole pertamnaya dengan dua birdie dan dua bogey. Namun, ia kemudian sukses mencatatkan dua birdie dengan satu bogey di sembilan hole terakhirnya sehingga berbagi posisi yang sama dengan juara bertahan Yuki Inamori dan pegolf Korea Song Younghan. Mereka sama-sama terpaut empat stroke dari posisi teratas.

Naoyuki Kaneda dan Taiki Yoshida mematok skor terendah putaran pertama setelah sama-sama membukukan skor 65. Keduanya unggul satu stroke atas Takumi Kanaya dan Mikumu Horikawa.

”Saya tidak punya banyak pengalaman bermain pada Tour utama, jadi bisa bermain seperti hari ini sungguh membuat saya gembira dengan hasilnya.” — Naoyuki Kaneda.

Sejak awal musim 2023, Pagunsan harus menelan pil pahit. Dari empat turnamen pertama tahun ini, ia hanya bisa sekali bermain penuh, yaitu ketika finis T70 pada ajang Token Homemate Cup.

Ia gagal melangkah ke akhir pekan pada ajang Kansai open dan terpaksa mundur dari putaran awal ISPS HANDA Championship pekan lalu lantaran rasa sakit di sikunya.

Kini ia berharap bisa memaksimalkan start yang solid ini dalam upayanya mengejar gelar JGTO kedua dalam kariernya. Satu-satunya gelar baginya tercipta pada ajang Gateway to the Mizuno Open 2021. Kemenangan itu membuatnya menjadi bahan perbincangan lantaran hanya membawa 11 club, di mana para peserta lainnya membawa 14 club, sebagaimana batas maksimum yang diperbolehkan.

Sementara itu, Song, Juara SMBC Singapore Open 2016, harus merasa kecewa lantaran melepas peluang untuk finis di jajaran atas. Meski sempat memimpin dengan torehan 5-under dalam 11 hole, ia harus membuang empat pukulan lantaran berturut-turut menorehkan double bogey di hole 12 dan 13.

”Hanya bisa menjadi bagian dari turnamen prestisius ini dan menikmati atmosfernya saja sudah bagus.” — Naoyuki Kaneda.

Pegolf internasional terbaik berikutnya ialah Han Lee dari Amerika Serikat dan Jbe Kruger asal Afrika Selatan. Keduanya sama-sama bermain even par 71 dan berada di posisi T41.

Bagi Kaneda, yang merupakan pendatang baru pada musim ini, putaran pertama ini bakal jadi kenangan tersendiri. Ia mungkin tidak menjadi satu-satunya pimpinan klasemen. Namun, enam birdie, termasuk di tiga hole berturut-turut dari hole 7-9, membuatnya layak berbangga. Kekecewaannya mungkin hanya terjadi tatkala putting-nya untuk par meleset dari jarak 2 meter di hole terakhirnya.

Ajang pekan ini merupakan turnamen kedua yang ia ikuti sejak beralih profesional tahun 2017. ”Saya tidak punya banyak pengalaman bermain pada Tour utama, jadi bisa bermain seperti hari ini sungguh membuat saya gembira dengan hasilnya,” ujar Kaneda.

”Hanya bisa menjadi bagian dari turnamen prestisius ini dan menikmati atmosfernya saja sudah bagus. Saya pikir pengalaman seperti ini akan membuat saya tetap stabil untuk masa mendatang.”