C.T. Pan berharap bisa mengarungi musim 2024 dengan bebas cedera dan bisa mengikuti FedExCup Playoff dan TOUR Championship.

Pegolf China Taipei C.T. Pan segera memulai musim kedelapannya berkiprah pada PGA TOUR. Hari ini ia akan mulai bertanding pada ajang Sony Open in Hawaii dengan satu target penting dam benaknya. Ia ingin bisa mengarungi musim 2024 ini dengan bebas cedera, setelah tahun lalu ia harus sering absen.

Pegolf berusia 32 tahun ini harus absen selama lima bulan lantaran cedera pergelangan tangan kirinya. Meski cedera itu bisa dibilang membuyarkan kampanyenya tahun 2023, kini ia berniat melupakan periode tersebut. Musim ini ia bisa mengikuti 13 turnamen dengan status medis dan mesti mengumpulkan 57,89 poin FedExCup agar bisa mempertahankan kartu PGA TOUR (berada di jajaran 125 besar) dan bermain penuh.

”Saya berharap bisa cukup sehat dan menyingkirkan rasa sakit dari cedera fisik saya. Badan seorang atlet merupakan aset terbesar dan saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga tubuh saya. Tentunya target saya ialah mengikuti ajang terakhir (FedExCup) Playoff, dan bisa berada di 30 besar,” ujar pemegang satu gelar PGA TOUR ini.

”Badan seorang atlet merupakan aset terbesar dan saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga tubuh saya.”

Hari ini ia akan memulai langkahnya pada musim 2024 di Waialae Country Club, di Honolulu. Ini menjadi penampilan ketiga baginya. Dan ia akan menghadapi sang juara bertahan Kim Siwoo asal Korea, juara The Sentry pekan lalu Chris Kirk, No.8 Dunia Matt Fitzpatrick, Rookie of the Year 2023 Eric Cole, bintang baru dari Swedia Ludvig Aberg, serta Juara Sony Open 2022 Hideki Matsuyama. Rekan senegara Pan, Kevin Yu, juga ikut bertanding pekan ini.

”Saya tidak bermain selama lima bulan pada musim lalu, jadi saya mendapat hak bertanding dengan status medis. Saya butuh 57 poin FedExCup dan kalau bisa finis di 15 besar, saya bisa mendapatkan poin tersebut. Saya akan fokus pada tiap turnamen dan bermain sebaik mungkin,” tutur Pan.

”Saya suka lapangan golf ini, rumputnya mirip dengan rumput di negara saya dan di Houston, tempat biasa saya berlatih. Kami membutuhkan akurasi dari tee dan dengan pukulan-pukulan approach. Dan saya merasa yakin dengan semua aspek tersebut.

Pegolf yang sempat menjadi anggota Tim Internasional pada Presidents Cup ini menggambarkan msusim lalu sebagai musim yang menantang setelah harus memulihkan cedera pergelangan tangan kirinya. Meski begitu, ia masih bisa tiga kali finis di sepuluh besar, yaitu pada CJ CIP Byron Nelson (4), RBC Canadian Open (T3), dan Sanderson Farms Championship (T9). Namun, ia juga terpuruk dengan delapan kali gagal lolos cut dan beberapa kali mundur akibat cederanya itu.

”Sudah ada hampir TWD33 juta terkumpul dalam enam tahun untuk upaya-upaya amal. Saya merasa bersemangat bisa berkontribusi bagi masyarakat dan orang-orang yang membutuhkan bantuan,”

”Lantaran cedera ini, saya tidak bisa mengikuti banyak turnamen pada musim lalu. Kalau bermain lebih dari dua turnamen, pergelangan tangan saya langsung memberi peringatan, dan mengingatkan saya untuk istirahat,” tuturnya lagi.

Jeda kompetisinya kembali ia habiskan di negerinya, di Taipei. Ia melanjutkan tradisi menggelar kegiatan golf amal. Kali ini ia berhasil mengumpulkan hampir US$200.000 untuk masyarakat setempat.

”Saya pulang selama sebulan setengah dan seperti yang saya lakukan tiap tahunnya, saya mengadakan kegiatan amal dan mengumpulkan hampir TWD6 juta (sekitar US$200.000). Dengan demikian, sudah ada hampir TWD33 juta terkumpul dalam enam tahun untuk upaya-upaya amal. Saya merasa bersemangat bisa berkontribusi bagi masyarakat dan orang-orang yang membutuhkan bantuan,” jelasnya.

”Saya juga menghabiskan dua hari bersama 20 anak yang menyukai golf. Saya memainkan satu hole dengan mereka dan membagikan pengalaman-pengalaman saya, seperti rutinitas sebelum memukul dan strategi di lapangan. Saya juga menghadiri sejumlah kegiatan sponsor, yang kebanyakan terkait dengan kegiatan amal.”