Remaja sensasional Pang Runzhi mengangkat trofi Women’s China Open 2025 usai melewati putaran final yang menegangkan di Enhance Anting Golf Club.
Pegolf remaja Pang Runzhi memperkuat reputasinya sebagai salah satu bintang baru dengan menjuarai Women’s China Open dengan keunggulan satu stroke menyusul putaran final hari Minggu yang menegangkan dengan sang juara bertahan Ji Yuai dan Wang Zixuan.
Pegolf berusia 18 tahun ini menjadi salah satu pimpinan klasemen putaran kedua bersama Wang. Ia akhirnya sukses menjadi pemain terbaik di Enhance Anting Golf Club setelah berjuang keras mengatasi kondisi berangin dengan skor 1-under 71 pada ajang flagship CLPG Tour bernilai CNY1 juta ini.
”(Kemenangan pada) turnamen ini rasanya berbeda buat saya.” — Pang Runzhi.
Dengan skor total 5-under 211, Pang mengangkat gelar keduanya setelah meraih kemenangan perdananya pada ajang Singapore Ladies Masters tahun 2024 lalu. Prestasinya ini turut menempatkannya sebagai salah satu pemenang Women’s China Open, sejajar dengan bintang-bintang lain, seperti pegolf Korea Shin Jiyai, Kim Hyojoo, dan Park Sanghyun, di mana Shin dan Park merupakan mantan pegolf No.1 Dunia dan ketiganya telah berstatus juara Major.
”(Kemenangan pada) turnamen ini rasanya berbeda buat saya. Benar-benar pengalaman yang berbeda,” tutur Pang, yang membawa pulang hadiah uang sebesar CNY150.000 berkat kemenangannya ini.
”Saya terus mengingatkan diri sendiri untuk tidak gugup atau merasa takut. Hanya fokus pada permainan sendiri dan tidak memperhatikan bagaimana pegolf lainnya bermain atau berapa skor mereka. Saya kira kemenangan pertama sangat mengejutkan karena terasa sama sekali tak diharapkan. Yang ini terasa sulit dipercaya … sepertinya saya benar-benar beruntung.”
Meskipun bermain dalam kondisi angin yang kerap berembus dan berputar di lapangan, sang juara bertahan Ji menampilkan usaha yang berani dengan mencatatkan salah satu skor terendah hari ini, 2-under 70. Sayangnya, peluang untuk meraih gelar CLPG Tour kelima dalam kariernya harus kandas. Adapun pegolf 18 tahun lainnya, Wang, yang memulai pekan ini sebagai pegolf No.1 pada Order of Merit CLPG Tour, gagal memaksimalkan peluang birdie di hole terakhirnya untuk memaksakan play-off sehingga harus puas berbagi peringkat kedua dengan Ji dengan total skor 4-under.

Bagaimana Kiprah Wakil Asia Tenggara?
Adapun pegolf Thailand Sherman Santiwiwatthanaphong, yang sempat memimpin di sembilan hole pertamanya, harus puas finis sendirian di tempat keempat usai bermain even par 72. Skor totalnya, 213 menempatkannya dua stroke di belakang sang juara.
”Memang berat. Saya kurang beruntung di hole 10 dengan mendapat bogey dan kemudian melakukan pukulan yang jelek di hole 11 dan 12 karena kondisinya. Saya kesulitan mengendalikan bola. Meski berusaha memainkan permainan sendiri, saya berusaha tampil 100% terlepas dari kondisi lapangan yang berat. Masih bisa finis di posisi yang bagus sih, lima besar atau sepuluh besar menurut saya masih cukup bagus,” paparnya.
Adapun pegolf Singapura Amanda Tan finis di posisi T19 setelah memainkan putaran final dengan skor 76 dan skor total 220. Sedangkan pegolf Malaysia Ng Jing Xuen menunjukkan perjuangannya dengan skor 72 untuk finis di posisi T28 dengan skor total 223.
Putaran final menyuguhkan drama yang menegangkan setelah para pegolf yang berpeluang meraih kemenangan harus berjibaku melawan kondisi alam yang berat. Sherman, yang merupakan pegolf No.1 CLPG Tour tahun 2023, tampaknya bakal melenggang setelah membukukan birdie di hole 3, 4, dan 6. Sayangnya, tiga bogey berturut-turut dari hole 10 mengandaskan harapannya.
”Dalam beberapa hole pertama (putaran pertama), saya sempat berpikir untuk mundur karena tidak merasa sehat. Namun, saya mengingatkan diri sendiri untuk tidak berhenti, dan berhasil melaluinya dan menuntaskan pekan ini.” — Ji Yuai.
Dari Nyaris Mundur, Ji Finis di Posisi Terhormat
Ji, yang menjuarai ajang ini dengan rekor kemenangan sembilan stroke pada tahun 2024, berpeluang menjadi pegolf ketiga yang sukses mempertahankan gelarnya. Sayangnya, pukulan keduanya yang masuk ke semak-semak memberatkan langkahnya. Ia pun harus berjibaku untuk menyelamatkan par dan menutup pekan ini dengan skor 212, skor yang terbilang mengesankan mengingat ia nyaris mundur pada putaran pertama.
”Ketika berdiri menghadapi putt terakhir untuk menyelamatkan par, saya berpikir, ’Ini hole par 5 dan Runzhi mungkin bisa membuat birdie di sini.’ Jadi, saya fokus untuk melakukan usaha terbaik mendapat par,” tutur pegolf berusia 20 tahun ini.
”Kondisi fisik saya ikut memengaruhi putaran pertama. Saya tak mendapat kesempatan melakukan putaran latihan secara penuh dan hanya memainkan sembilan hole pertama dan kemudian masih harus tee off besoknya. Rasanya sangat lelah. Dalam beberapa hole pertama, saya sempat berpikir untuk mundur karena tidak merasa sehat. Namun, saya mengingatkan diri sendiri untuk tidak berhenti, dan berhasil melaluinya dan menuntaskan pekan ini.”

Satu Kemenangan Tiap Tahun
Pang beralih profesional pada akhir 2023. Prestasinya hari Minggu (19/10) ini berarti ia telah meraih satu kemenangan tiap tahun sejak beralih status.
Pekan ini putter-nya bekerja bak jimat baginya. Ia sukses memasukkan putt dari jarak jauh untuk sebuah eagle di hole 6 par 5, dan mengulangi hal serupa di hole 8 untuk birdie. Namun, penyelamatannya untuk par di hole 14-lah yang membantunya mempertahankan peluang untuk memenangkan gelar Women’s China Open pertama dalam kariernya.
Usai memukul bolanya ke semak-semak lantaran pukulan tee yang meleset, Pang mengantarkan pukulan ketiganya mendekati pin untuk menyelamatkan par di hole 14 itu. Penyelamatan cemerlang ini ikut membuatnya bertahan di puncak klasemen sampai akhirnya melakukan dua putt di hole terakhir, yang sekaligus memberinya kemenangan.
”Mengamankan par di sana jelas menjadi salah satu pukulan paling penting hari ini.” — Pang Runzhi.
”Saya hanya berusaha sebaik mungkin untuk melakukan pukulan itu karena posisinya sangatlah penting,” ujar Pang menyinggung penyelamatannya itu. ”Kalau mendapat bogey di hole tersebut, semuanya mungkin tidak berjalan mulus. Mengamankan par di sana jelas menjadi salah satu pukulan paling penting hari ini.”
Sementara itu, pegolf berusia 15 tahun Zhou Shiyuan, yang telah mengoleksi tiga gelar CLPG Tour sebagai amatir, berhasil menyabet status pegolf amatir terbaik pekan ini. Ia finis di posisi T12 dengan skor total 2-over 218.



