Dua birdie di dua hole terakhir perkukuh posisi Park Gunwoong di puncak klasemen Pondok Indah International Junior Golf Championship, sekaligus memberinya peluang menjadi pegolf Korea pertama yang menjuarai ajang ini.

Pegolf asal Korea Park Gunwoong melanjutkan memontum yang ia ciptakan pada putaran pertama dengan kembali bermain under di Pondok Indah Golf Course. Skor 2-under 70 yang ia ciptakan sekaligus memperbesar peluangnya untuk menciptakan sejarah baru pada kejuaraan ini. Hingga edisi ke-11, belum pernah ada negara selain Indonesia dan Thailand yang memenangkan ajang ini.

Pegolf berusia 18 tahun ini sempat bermain 1-over setelah bermain 13 hole, namun ia bermain 3-under di lima hole terakhirnya, termasuk menciptakan dua birdie berturut-turut di dua hole terakhir untuk menjadi satu-satunya pegolf yang selalu bermain under par dalam dua putaran. Dengan skor total 6-under 139, kini ia memegang keunggulan lima stroke atas pegolf Indonesia Asyrafa Danish Suryanto (65).

”Pada awal permainan, saya tidak bermain sebagus yang saya bayangkan seperti kemarin, jadi saya mulai merasa mulai khawatir dan merasa sangat membutuhkan birdie, jadi bisa menutup putaran kedua dengan dua birdie berturut-turut rasanya luar biasa sekali dan saya kira saya aka terus melanjutkan tren ini besok,” ujar Park.

”Sebelum pertandingan dihentikan karena cuaca buruk, saya sebenarnya tidak berada di posisi yang bagus, tapi penundaan tersebut justru membantu saya … mendapatkan kembali momentum.”

Sesuai prediksinya pada akhir putaran pertama, Park harus menghadapi embusan angin kencang lantaran bermain pada sesi siang. Alhasil, ia tidak memulai putaran kedua dengan ideal dan menciptakan bogey di hole pertamanya. Meskipun langsung meraih birdie di hole 2 dan bermain 1-under berkat birdie keduanya di hole 6, ia harus puas bermain even par di sembilan hole pertamanya gara-gara bogey kedua dari hole 8 par 3.

Memasuki sembilan hole terakhir, pertandingan sempat terpaksa dihentikan selama beberapa waktu lantaran cuaca yang buruk.

”Sebelum pertandingan dihentikan karena cuaca buruk, saya sebenarnya tidak berada di posisi yang bagus, tapi penundaan tersebut justru membantu saya untuk mengembalikan suasana hati saya dan mendapatkan kembali momentum,” tutur Park lagi.

Birdie di hole 14 berhasil mengembalikan skornya ke even par, sebelum akhirnya dua birdie dari hole 17 dan 18 membuatnya bisa tersenyum lebar untuk melangkah ke putaran final.

 

Park Gunwoong 2, Round 2 Pondok Indah International Junior Golf Championship 2025.
Sepanjang 36 hole, Park Gunwoong telah mengoleksi 10 birdie dengan 4 bogey. Foto: Yongki Hermawan.

 

Sejak ajang ini digelar pada tahun 2012, hanya pegolf Indonesia dan Thailand yang pernah memenangkan Pondok Indah International Junior Golf Championship. Indonesia mendominasi dengan tujuh kali memenangkan ajang ini—Kenneth Henson Sutianto (2024), Rayhan Abdul Latief (2023), Amadeus Christian Susanto (2019), Jonathan Wijono (2017), Kentaro Nanayama (2016), Alexander Valentino (2014), dan Fadhli Soetarso (2013). Sementara Thailand memenangkan kelompok pria sebanyak empat kali lewat Kittada Kosalutta (2022), Pongsapak Laopakdee (2018), Tanakorn Torsee (2015), dan Danthai Boonma (2012).

Dengan demikian, kemanangan pada hari Kamis (18/12) ini akan menjadi kemenangan pertama bagi Korea, menyusul prestasi serupa di kelompok putri pada tahun 2024 lalu.

Meski memegang keunggulan yang cukup besar, Park memilih untuk tidak berpikir terlalu jauh.

”Anda tidak akan pernah tahu bagaimana hasil akhirnya sampai pertandingan benar-benara selesai, jadi saya hanya akan berusaha main sebaik mungkin,” tandasnya.