Pegolf No.2 dunia asal Korea Park Sunghyun menampilkan permainan istimewanya pada putaran final HSBC Women’s World Championship untuk menjuarai turnamen yang disebut-sebut sebagai ajang Major Asia ini. Ia mengungguli Minjee Lee asal Australia dengan dua stroke.
Park mengawali putaran final di New Tanjoung Course Sentosa Golf Club dengan berada di peringkat T8. Namun, sejak awal ia sudah langsung menampilkan permainan terbaiknya untuk mengejar ketertinggalannya. Ia mencatatkan tiga birdie di tiga hole pertamanya, dan melanjutkan dengan dua birdie lagi di hole 6 dan 7. Satu-satunya bogey ia dapatkan di hole 8, namun laju permainannya seakan tidak terbendung lagi.
Beralih ke sembilan hole terakhirnya, ia menambah koleksi birdienya di hole 10, 13, 14, dan 16 untuk menuntaskan pekan ini dengan skor 8-under 64 dan skor total 15-under 273. Ia pun berhak membawa pulang trofi dan hadiah uang senilai US$225.000. Ini merupakan kemenangan keenam dalam kariernya.
“Saya sangat, sangat puas dan senang dengan permainan saya hari ini. Saya pikir ini merupakan salah satu hari terbaik selama bermain pada LPGA Tour. Saya tak mengira bisa menang secepat ini (pada tahun ini) dan saya sangat senang. Biasanya saya mengalami kesulitan bermain pada awal tahun dalam beberapa tahun terakhir in, dan dengan kemenangan yang cepat seperti ini saya pikir saya bakal bermain dengan lebih nyaman sepanjang tahun ini,” ungkap Park.

Sementara bagi Minjee, ini merupakan kali kedua secara berturut-turut ia berada di tempat kedua. Di sembilan hole pertama, dengan catatan tiga birdie ia tampaknya berpeluang untuk akhirnya menjadi juara. Namun, dengan hanya bermain even par di sembilan hole terakhir, praktis ia menyerahkan kemenangan itu kepada Park.
“Saya pikir kemenangan itu bakal terwujud. Kemarin pun ia (Park) sudah bermain dengan sangat bagus. Malah mungkin sepanjang pekan ini. Kelihatannya pukulannya juga sangat bagus. Selamat buat dia,” puji Minjee yang mengumpulkan skor 275.
“Meski demikian, saya merasa menikmati dua pekan yang bagus ini, dan semoga kedua hasil ini membantu saya sepanjang tahun ini.”
Rekan senegara Park, Ko Jinjoung dan Azahara Munoz dari Spanyol finis di tempat ketiga dengan skor total 277. Munoz, yang sempat bertarung sengit dengan Paula Creamer pada play-off tahun 2014 silam, tampil dengan permainan yang konsisten.
“Saya sangat senang. Pastilah saya juga ingin bersaing. Saya masih main bagus hari ini dan saya senang, tiga kali masuk lima besar pada awal tahun, dan saya akan berjuang pada hal yang sama dan berharap bisa menuai musim yang bagus,” ujar Munoz.

Sementara itu, Ariya Jutanugarn, yang merupakan pemimpin klasemen hari ketiga, masih harus bersabar untuk meraih kemenangan pertamanya di Asia. Sempat main bagus pada tiga putaran pertama, membukukan skor 68-71-66, pegolf No.1 dunia ini justru main dengan skor 75 pada hari terakhir. Hal ini membuatnya hanya finis di peringkat T8 bersama pegolf Inggris, Jodi Ewart Shadoff.
“Tiap hari (di sini) selalu berat. Sunghyun adalah pemain yang hebat, jadi saya tidak heran kalau ia bisa main 8-under karena buat saya dialah yang terbaik. Saya hanya mendapat satu putaran yang buruk, tapi sepanjang pekan ini, saya masih bisa main dengan bagus,” ujar Ariya.
Wakil tuan rumah, Amanda Tan berhasil memperbaiki permainan dan membukukan skor terendahnya pada pekan ini. Meski akhirnya finis di peringkat 60, Tan mengaku mendapatkan pengalaman berharga sepanjang penampilannya, yang merupakan kali ketiga baginya ini.
“Pekan ini saya kesulitan dengan putting saya dan juga untuk manajemen lapangan. Melangkah ke depan sepanjang tahun ini, saya telah belajar banyak mengenai cara menangani diri saya dengan lebih baik dan ketika main tidak bagus, terutama pada putaran pertama,” ujar Tan.


