Para pegolf berbakat yang memiliki kebutuhan khusus akan mewarnai gelaran G4D Open yang diluncurkan oleh The R&A.
Sejumlah pegolf berbakat yang memiliki kebutuhan khusus segera berkumpul untuk perhelatan ajang G4D Open. Kejuaraan yang resmi diluncurkan oleh The R&A kemarin (1/2) ini bakal diikuti hingga 80 pemain yang akan berlaga di Duchess Course di Wobrun pada 10-12 Mei 2023. The R&A bekerja sama dengan DP World Tour untuk memastikan edisi perdana ini bisa terselenggara,
EDGA (European Disabled Golf Association atau Asosiasi Golf Berkebutuhan Khusus Eropa) telah terlibat dalam pengembangan kejuaraan ini dan akan terus mendukung dalam perannya sebagai penasihat.
CEO The R&A Martin Slumbers mengungkapkan The G4D Open ini merupakan inisiatif yang hendak memberi kesempatan kompetisi di panggung kelas dunia bagi para pegolf terbaik yang berkebutuhan khusus. Kesempatan ini bakal memberikan peluang untuk mereka saling bersaing dan mewujudkan ambisi masing-masing di level elite olahraga golf.
”World Health Organization mengungkapkan bahwa 1 dari 6 orang memiliki kebutuhan khusus dan dengan begitu kami ingin menunjukkan bahwa golf terbuka bagi siapa saja, terlepas dari kemampuan mereka. Kami bisa melakukan ini dengan merayakan kemampuan-kemampuan luar biasa dari para pegolf yang sebagai anutan akan menginspirasi lebih banyak pria, wanita, dan generasi muda untuk memilih olahraga ini melalui pencapaian mereka di lapangan,” ujar Slumbers.
”Sungguh luar biasa. Ini kabar bagus bagi golf dan semoga ada lebih banyak sejarah yang bisa diciptakan pada pekan itu.” — Brendan Lawlor.
”Kami bersyukur berkat panduan yang ditawarkan oleh EDGA dalam menciptakan kejuaraan ini dan tak sabar untuk segera bekerja sama dengan DP World Tour untuk menggelar ajang perdana ini di Woburn, termasuk melihat siapa di antara para peserta nantinya yang akan menuliskan namanya dalam buku sejarah sebagai juara pertama The G4D Open.”
Para pegolf profesional dan amatir yang memenuhi syarat akan memainkan 54 hole kompetisi stroke play gross pada ajang ini. Juara keseluruhan nantinya akan ditentukan pada akhir putaran ketiga. Selain itu, hadiah gross untuk sejumlah kategori juga akan diberikan.
Brendan Lawlor, pegolf No.2 Dunia berdasarkan WR4GD (World Ranking for Golfers with Disability atau Ranking Dunia Pegolf Berkebutuhan Khusus), yang beralih profesional tahun 2019 telah menciptakan sejarah dengan menjadi pegolf berkebutuhan khusus yang ikut berkompetisi pada ajang DP World Tour tahun 2020 lalu.
”Sungguh luar biasa. Ini kabar bagus bagi golf dan semoga ada lebih banyak sejarah yang bisa diciptakan pada pekan itu. Ajang ini bukan soal berkompetisi dan meraih kemenangan, tapi juga soal menuliskan nama Anda dalam buku sejarah. Kami sudah melakukan hal itu beberapa kali sebagai pegolf, termasuk ketika saya menjadi pegolf berkebutuhan khusus pertama yang bermain pada ajang European Challenge Tour tahun 2019 dan DP World Tour tahun 2020, yang merupakan pencapaian besar. Bisa memenangkan kejuaraan baru ini bakal menjadi hal yang sama besarnya buat saya,” tutur Lawlor.
Ketua Eksekutif European Tour Group Keith Pelley menyampaikan, ”The G4D Tour, yang diluncurkan tahun lalu, telah menyediakan wadah tingkat tinggi bagi para pegolf terbaik berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kemampuan mereka di lapangan yang sama, pada pekan yang sama, sebagai profesional pada DP World Tour.
”Kemitraan dengan The R&A dan EDGA membawa ambisi kami untuk membuat golf benar-benar menjadi olahraga yang inklusif dan turnamen ini menjadi langkah penting dalam perjalanan tersebut.” — Keith Pelley.
”Ketika menyaksikan para pegolf ini bermain, Anda langsung membahas kemampuan mereka, bukan keterbatasan mereka, dan tentu sangat tepat jika jadwal G4D Tour 2023 kini kian ditingkatkan dengan kejuaraan baru ini. Kemitraan dengan The R&A dan EDGA membawa ambisi kami untuk membuat golf benar-benar menjadi olahraga yang inklusif dan turnamen ini menjadi langkah penting dalam perjalanan tersebut.”
Peluncuran The G4D Open ini menjadi kelanjutan dari disertakannya Modified Rules of Golf for Players with Disabilities (Modifikasi Peraturan Golf bagi Pemain dengan Kebutuhan Khusus) dalam Rules of Golf pada awal tahun ini dan admnistrasi The R&A dan USGA untuk WR4GD.
Sebuah simposium yang akan mempersatukan federasi-federasi golf nasional dari seluruh dunia juga akan diadakan pada pekan penyelenggaraan The G4D Open itu. Simposium ini akan membahas topik terkait pertumbuhan dan pengembangan golf bagi mereka yang berkebutuhan khusus.
Sebagai tuan rumah, Woburn telah memiliki sejarah yang kaya dengan menggelar berbagai kejuaraan amatir dan profesional. Final Qualifying untuk The Open dari 2014-2017 telah digelar di sini. Terakhir mereka juga menjadi tuan rumah AIG Women’s Open 2019. Kedua kejuaraan itu sama-sama dimainkan di Marquess Course.
”Woburn Golf Club merasa sangat bangga bisa menyambut G4D Open perdana di Duchess Course. Kami tak sabar menyambut para kompetitor dari seluruh dunia untuk kejuaraan ini,” ujar The Duke of Bedford, Presiden Woburn Golf Club.


