An Byeonghun dan Dou Zecheng masih berpeluang menciptakan kejutan pada ajang LECOM Suncoast Classic.
Pegolf Korea An Byeonghun masih mempertahankan posisi bersaingnya pada ajang LECOM Suncoast Classic. Skor 4-under 67 yang ia torehkan kemarin (19/2) membuatnya mengumpulkan skor total 15-under 198.
An, yang kehilangan kartu PGA TOUR-nya pada musim lalu, mungkin tidak mencatatkan skor yang sesolid dua putaran pertamanya, tatkala ia menorehkan skor 65 dan 66. Namun, permainannya kemarin memperlihatkan bagaimana ia masih memiliki peluang untuk menciptakan kejutan, terutama karena jaraknya dengan Michael Gellerman, sang pimpinan klasemen sementara, hanya terpaut dua stroke.
Sayangnya, putaran ketiga di Lakewood National Golf Club kemarin (19/2) bukan putaran yang ideal bagi Dou Zecheng. Usai membukukan dua putaran dengan skor 64 dan memegang posisi teratas, Dou harus rela melepaskan posisi prestisius itu lantaran hanya bermain even par 71.
Dou benar-benar harus berjuang untuk menjaga peluangnya meraih gelar Korn Ferry Tour ketiga pekan ini. Pasalnya dalam 16 hole yang ia mainkan, ia sudah bermain 2-over. Beruntung ia berhasil meraih birdie di hole 17 dan 18 untuk mempertahankan peluangnya pekan ini. Skor total 14-under 199 kini menempatkannya di peringkat 5 dengan selisih skor tiga stroke dari Gellerman.
”kapan pun Anda memulai permainan seperti itu, dampaknya akan sangat besar bagi putaran Anda.” — Michael Gellerman.
Gellerman sendiri tampil solid dan memulai putaran ketiga itu dengan tiga birdie berturut-turut. Bogey di hole 4 sempat menghambat laju permainannya, namun ia menambah birdie lagi di hole 8 dan 9.
”Tiga hole itu (hole 1-3) merupakan hole-hole yang lebih sulit di lapangan ini, jadi Anda tidak berharap bisa membuat tiga birdie berturut-turut,” tutur Gellerman, yang merupakan alumnus University of Oklahoma. ”Tapi kapan pun Anda memulai permainan seperti itu, dampaknya akan sangat besar bagi putaran Anda.”
Gellerman mengakui permainannya tak lepas dari sejumlah kesalahan, namun ia berhasil meminimalisasi dampaknya. Di sembilan hole terakhirnya, meski mendapat bogey di hole 14, ia mencatat tiga birdie lagi, termasuk bermain par di hole 17, hole yang sepanjang hari itu hanya memberi lima birdie.
”Ada beberapa pukulan tee yang menuntut pukulan fade, sesuatu yang bagus buat saya. Saya cukup sukses bermain di green di sini dalam beberapa tahun terakhir. Saya tidak tahu pastinya apa, namun saya merasa nyaman bermain di lapangan ini,” jelas pegolf yang sempat bermain pada PGA TOUR pada musim 2019-2020 dan 2020-2021 ini.
Baginya, inilah pertama kalinya ia menjadi pimpinan klasemen setelah 54 hole. Kini ia bakal mengincar kemenangan keduanya pada Korn Ferry Tour. Satu-satunya kemenangannya sejauh ini terjadi pada ajang AdventHealth Championship 2019.


