Kim Siwoo memiliki 18 hole terakhir untuk menciptakan keajaiban pada The American Express 2024.

Pegolf Korea Selatan Kim Siwoo membutuhkan keajaiban untuk bisa kembali menjuarai The American Express. Dengan 18 hole tersisa, pegolf yang menjuarai turnamen ini pada tahun 2021 itu harus mengatasi ketertinggalan tujuh stroke dari pegolf amatir Nick Dunlap, yang kini menjadi pemuncak klasemen sementara dengan skor total 27-under 189.

Meskipun tipis, ia masih berpeluang menciptakan kejutan setelah pada putaran ketiga kemarin (20/1) ia menorehkan skor 6-under 66. Dengan skor total 196, Kim menjadi salah satu dari empat pegolf yang menghuni peringkat kelima.

Pukulan-pukulannya yang akurat kembali menjadi kunci bagi Kim untuk menjaga peluang. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut ia berhasil menghindari satu bogey pun. Selain meleset dari satu fairway, ia berhasil memenuhi 32 dari total 36 green in regulation.

”Kalau saja saya bisa memaksimalkan beberapa peluang birdie itu, saya bisa mendapatkan hasil yang bagus besok.” — Kim Siwoo.

Bermain dari hole 10, Kim juga terlihat sanggup mengandalkan performa putter yang prima. Eagle dari jarak 9,9 meter di hole 16 merupakan salah satu contohnya. Sebelumnya, ia juga melesakkan birdie dari jarak 7,2 meter di hole 15. Tiga birdie lainnya ia torehkan dari hole 18, 4, dan 8.

Meskipun tampil solid, ia masih menilai ada beberapa kesempatan yang ia lewatkan. ”Saya memainkan putaran yang solid lagi, tidak membuat satu bogey pun, tapi ada beberapa hole yang mengecewakan,” ujar Juara THE PLAYERS 2017 ini. ”Kalau saja saya bisa memaksimalkan beberapa peluang birdie itu, saya bisa mendapatkan hasil yang bagus besok. Saya berharap bisa siap dan mengambil peluang besok.”

Jika Kim masih menjaga peluang, rekan senegaranya Lee Kyounghoon harus menelan pil pahit. Sempat memulai putaran ketiga dari posisi T3, ia justru hanya bisa bermain dengan skor 74 di Stadium Course. Sementara pegolf Korea lainnya Im Sungjae dan Kevin Yu asal China Taipei justru main lebih baik. Masing-masing menorehkan skor 66 dan 65 di La Quinta dan kini sama-sama menghuni peringkat T12 dengan total 18-under.

Adapun anggota baru PGA TOUR Ryo Hisatsune terpaut satu stroke di belakang mereka. Hisatsune, yang bermain di Stadium Course, menorehkan skor 68. Sedangkan pegolf China Lin Xiyu menuntaskan putaran ketiganya dengan skor 68 dan berada di posisi T29 dengan skor total 14-under 202.

”Saya berusaha belajar sebanyak mungkin dan melihat bagaimana beberapa lapangannya berbeda ketimbang golf kampus, tapi masih cukup mirip.” — Nick Dunlap.

Dunlap jelas menjadi bintang pada putaran ketiga itu. Bermain dengan undangan sponsor, mahasiswa University of Alabama ini justru berpeluang menjadi pegolf amatir pertama yang menjuarai ajang PGA TOUR sejak Phil Mickelson pada tahun 1991. Setelah bermain dengan skor 64 dan 65 dalam dua putaran pertamanya, Dunlap mencatatkan rekor skor terendahnya dengan kombinasi sebuah eagle dan sepuluh birdie, tanpa bogey untuk menyamai rekor Patrick Cantlay yang tercipta pada ajang Travelers Championship 2011.

”Saya sudah bermain, sepertinya, dalam empat turnamen yang diakui PGA TOUR, termasuk juga dua U.S. Open, saya kira itulah perbedaannya, (U.S. Open) turnamen yang berbeda. Namun, saya berusaha belajar sebanyak mungkin dan melihat bagaimana beberapa lapangannya berbeda ketimbang golf kampus, tapi masih cukup mirip,” jelas Dunlap.

”Bermain di hadapan para penonton, dan, tidak, saya menikmatinya. Saya berusaha fokus pada apa yang saya kerjakan, yaitu menciptakan sebanyak mungkin peluang birdie.”

Dalam usia 20 tahun dan 29 hari, Dunlap berpotensi menjadi juara amatir termuda pada kancah PGA TOUR sejak Chick Evans melakukannya pada ajang Western Open 1910 (20 tahun, 1 bulan, dan 15 hari), jika ia bisa menang hari Minggu ini.