Rangkaian turnamen besar dalam pekan-pekan terakhir musim 2020-2021 akan menghadirkan beragam hal yang tidak sepatutnya dilewatkan oleh para penggemar golf sejati!
Pekan-pekan terakhir dari PGA TOUR musim 2020-2021 mungkin menjadi yang paling intens, paling menarik, dan paling memikat dan paling memberikan hadiah yang pernah disaksikan dalam kancah golf profesional pria. Mari melihat apa saja yang dijanjikan di sana.
(1) Pekan istimewa itu dimulai dengan ajang Major golf tertua pada pertengahan Juli 2020 lalu, The Open Championship, yang dipertandingkan untuk pertama kalinya sejak 2019, lantaran ajang ini terpaksa ditunda akibat pandemi COVID-19.
(2) Dua pekan kemudian, Olimpiade dilangsungkan di Jepang. Inilah kedua kalinya golf disertakan setelah absen selama lebih dari seabad. ”Ini Olimpiade,” ujar Collin Morikawa. ”Ini sesuatu yang tak pernah saya bayangkan bakal berkesempatan bermain di sana. Namun, bisa memiliki kesempatan tersebut, bisa mewakili negara Anda, tidak ada yang bisa menandingi perasaan tersebut!”
(3) Setelah Olimpiade, bakal ada ajang World Golf Championships terakhir dari musim ini, yaitu WGC-FedEx St. Jude Invitational. Morikawa dan Billy Horschel menjuarai dua ajang WGC pertama yang dimainkan tahun 2021. Justin Thomas juga menjuarai ajang WGC tahun lalu di Memphis, Tennesee. Ajang yang tidak memberlakukan cut-off ini ditujukan bagi para pegolf peringkat top dunia sehingga selalu menciptakan sebuah drama.
(4) Selanjutnya menjadi pekan terakhir dari musim regular dengan gelaran Wyndham Championship, sebagai kesempatan terakhir bagi para pegolf PGA TOUR untuk menembus atau meningkatkan posisi mereka pada klasemen FedExCup Playoff. Pada pekan tersebut, pemenang Comcast Business TOUR TOP 10, dengan bonus US$10 juta yang dibagi di antara 10 pemain teratas pengumpul poin pada musim regular, akan ditentukan.
(5) Tiga pekan terakhir, sudah tentu, ditujukan bagi FedExCup Playoff. THE NORTHERN TRUST di Liberty National akan mengawalinya dengan diikuti 125 pemain. Lalu 70 pemain teratas akan bersaing pada BMW Championship di Caves Valley, di luar Baltimore. Dari sana, 30 pemain terbaik akan mengikuti TOUR Championship di East Lake, di mana hasil akhir FedExCup akan ditentukan dengan menggunakan sistem skor Starting Strokes.

Singkatnya, Claret Jug, medali Olimpiade, gelar WGC, final musim regular/bonus 10 besar, dan gelar FedExCup—yang, kalau Anda ingat, memberikan hadiah US$15 juta kepada sang juara. (Tambahkan Ryder Cup pada akhir September, bakal menjadi guyonan bagi para penikmat golf.)
Musim Super untuk 2020-2021
Sudah jelas ada alasan mengapa jadwal 2020-2021 disebut sebagai ”Musim Super”. Komisioner PGA TOUR Jay Monahan sempat berkata begini ketika jadwal ini dirilis untuk pertama kalinya, ”Jika Anda penggemar golf, ini merupakan musim impian dengan lebih banyak ajang signifikan ketimbang sebelumnya, termasuk Olimpiade. Apa lagi yang bisa Anda harapkan melebihi jadwal ini?”
Anggaplah ini sebagai hadiah setelah mengalami mimpi buruk pandemi, yang menghambat kompetisi PGA TOUR musim sebelumnya, dan memaksa pembatalan atau penundaan lebih dari selusin turnamen. Hasilnya, secara teknis musim ini ada enam Major yang dipertandingkan, sejak Masters dan U.S. Open dijadwalkan ulang pada musim gugur 2020, setelah PGA TOUR menuntaskan musim sebelumnya.
Sudah tentu, Anda takkan mendengar ada keluhan dari penggemar goolf soal begitu banyaknya turnamen dalam satu musim PGA TOUR, termasuk dalam dua bulan terakhirnya.
”Empat belas bulan terakhir merupakan masa-masa yang luar biasa sulit bagi semua orang,” ujar pegolf Irlandia Shane Lowry belum lama ini. Lowry harus menyimpan Claret Jug selama dua tahun sejak memenangkannya di Royal Portrush tahun 2019 lalu. ”Saya pikir olahraga berperan besar dalam kesehatan dan kebugaran setiap orang, termasuk kesehatan mentalnya.”
Periode dua tahun tersebut menjadi periode terlama ketika seorang juara The Open menyimpan Claret Jug, sejak Dick Burton memenangkannya tahun 1939. Kala itu, ajang The Open berikutnya tidak dapat digelar hingga 1946, ketika Perang Dunia II berakhir. Lowry sendiri awalnya kecewa ketika The Open dibatalkan tahun lalu. Namun, ia sadar ia bisa menyimpan Claret Jug setahun lagi, dan kemudian mempertahankan gelarnya di hadapan para penggemar.

”Saya lebih suka mempertahankan gelar dengan disaksikan para penonton ketimbang berada di sana bulan Juli tahun lalu dengan tidak disaksikan penonton,” tuturnya.
Peran Penonton
Melihat sekelompok penonton pada sebuah turnamen golf jelas menjadi salah satu hal paling positif dalam Musim Super ini ketimbang tahun lalu ketika kompetisi kembali bergulir tanpa penggemar, mengingat protokol COVID-19. Ketika Dustin Johnson menjuarai FedExCup tahun lalu, ia tidak menyaksikan kerumunan penonton yang mengelilingi green di hole 18.
Tahun ini, seperti halnya di Inggris, ada sejumlah penggemar terbatas yang diperbolehkan hadir pada ajang TOUR Championship. Demikian halnya dengan beberapa ajang sebelumnya. Dan kehadiran penonton akan memberi perbedaan.
”Sungguh menyenangkan bisa melihat mereka di lapangan dan mendapatkan dukungan dari mereka,” ujar Jon Rahm dari Spanyol, yang menjuarai U.S. Open pada bulan Juni. ”Saya merasa ada penyesuaian besar dengan tidak melihat para penggemar di lapangan, terutama ketika Anda terbiasa bermain dalam grup yang mendapat sorotan dan dalam grup yang biasanya bakal menciptakan rombongan penonton. Jadi, Anda terbiasa untuk mengambil energi dari kehadiran para penggemar.”
Jangan kaget jika para penggemar itu akan menyaksikan sejarah dalam dua bulan terakhir. Lagi pula, menciptakan sejarah sepertinya telah menjadi suatu tren dalam ajang-ajang terbesar musim ini.
Pada THE PLAYERS Championship bulan Maret 2021, Justin Thomas menciptakan rekor turnamen dengan performa 12-under pada akhir pekan untuk meraih kemenangan di TPC Sawgrass itu. Sebulan kemudian, pegolf Jepang Hideki Matsuyama menjadi pegolf Asia pertama yang memenangkan Masters. Dan bulan Mei, pegolf berusia 50 tahun, Phil Mickelson menjadi juara Major tertua dalam golf kaum pria saat memenangkan PGA Championship.

”Menyaksikan dia meraih prestasi tersebut dalam level yang begitu tinggi sungguh memberi inspirasi selama bertahun-tahun,” ujar sesama pegolf kidal, Bubba Watson, mengomentari kemenangan Mickelson. ”Saya pikir semua orang di seluruh dunia akan terinspirasi. Setidaknya membuat Anda, apapun pekerjaan Anda atau apapun yang ingin Anda lakukan, agar Anda lebih fokus dan sungguh spesial bisa melihat dan menyaksikan sebuah sejarah.”
Dan itulah yang membuat dua bulan terakhir nanti akan menjadi begitu menarik. Inilah rangkaian bersejarah, dalam hal trofi-trofi besar—dan medali Olimpiade—yang diperebutkan dalam jadwal kompetisi yang sedemikian padatnya. Tekanan dalam rangkaian tiga turnamen pada FedExCup Playoff akan menentukan juara ke-15 dari kompetisi sepanjang musim ini. Hadiah akhir musim dan sejumlah privilese juga dipertaruhkan.
”Menjadi Juara FedExCup merupakan sesuatu yang ingin saya raih,” ujar Johnson usai menjuarai FedExCup tahun lalu. ”Saya ingin mengangkat trofi itu pada akhirnya. Prestasi ini sesuatu yang ingin saya capai dalam karier saya, dan sudah jelas saya meraih satu di antaranya. Sekarang saya akan berusaha memenangkan yang berikutnya.”
Tantangan bagi seluruh pegolf ialah apakah mereka bisa mempertahankan fokus dan menghadapi tekanan tanpa jeda. Terlalu banyak yang dipertaruhkan untuk membiarkan perhatian itu teralihkan.
Harapan Asia dalam FedExCup Playoff sudah tentu akan berada di Pundak Matsuyama dan Im Sungjae. Keduanya kini berada dalam posisi yang bagus untuk menembus 30 besar pada TOUR Championship di Atlanta. Kim Siwoo dan Lee Kyounghoon juga telah menempatkan diri mereka dengan baik untuk memperebutkan US$15 juta tersebut. Sementara pegolf India Anirban Lahiri dan pegolf China Taipei C.T. Pan harus menembus 125 besar untuk bisa mengikuti Playoff, yang dimulai dengan THE NORTHERN TRUST.
Sudah tentu, nasihan ini juga berlaku bagi para penggemar golf sejati: Jangan melewatkan pekan-pekan terakhir ini. Sebab jika tidak, Anda bisa melewatkan sesuatu yang penting.


