Mengapa popularitas The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura, yang akan digelar di Gunung Geulis Country Club pada 10-12 September 2025 mendatang, kian meningkat dalam tahun penyelenggaraan ketiganya?

Reportase oleh Tania Putri Dzahabiyyah.

Popularitas The Indonesia Pro-Am di kalangan masyarakat golf Indonesia terus bertumbuh. Ajang yang turut menyertakan para pegolf amatir dalam format profesional dan amatir ini kini telah menjadi salah satu ajang yang sangat digemari komunitas golf di Indonesia. Tingginya minat para pegolf amatir Indonesia untuk mengikuti ajang tersebut terbukti dari ludesnya 100 spot amatir begitu pendaftaran untuk ajang ini dibuka.

Turnamen resmi yang menyertakan para pegolf amatir dalam satu grup dengan pegolf profesional memang bukan hal yang baru. Bahkan di kancah Asian Tour, kompetisi dengan format serupa sudah berlangsung ketika New Zealand Open berubah menjadi format pro-am pada 2014. Demikian juga di panggung DP World Tour lewat ajang Alfred Dunhill Links Championship, yang digelar sejak 2001.

Ketika The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura mulai bergulir tahun 2023, praktis ajang ini menjadi kompetisi format pro-am pertama yang masuk kalender Asian Development Tour. Bahkan inilah satu-satunya kompetisi resmi dengan format pro-am, yang berlangsung di Indonesia.

Michael Wanandi, Presiden Direktur Combiphar, mengungkapkan bahwa ajang ini mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat, terutama karena konsepnya yang terinspirasi dari ajang Pebble Beach Pro-Am di Amerika Serikat.

Bagi Combiphar, popularitas ajang The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura ini jelas menjadi sangat penting. Sejak keberhasilan Kevin Caesario Akbar dalam menjuarai ajang ini pada 2023 silam, visi perusahaan dalam memelopori masa depan yang lebih tepat akan lebih tersuarakan lagi.

 

Kevin Caesario Akbar, Juara The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2023.
Kevin Caesario Akbar menjuarai edisi perdana The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura setelah menorehkan skor 10-under 200. Foto: OB Golf.

 

”Bagi kami, keberhasilan Kevin bisa menjadi inspirasi para pegolf Indonesia lainnya untuk tetap konsisten dalam mencapai prestasi, seperti halnya konsistensi kami sebagai perusahaan healthcare dalam menginspirasi masyarakat Indonesia untuk menerapkan gaya hidup yang sehat dan aktif,” tutur Michael.

Andree Harahap, pemenang amatir pada edisi 2024 lalu, turut menjelaskan mengapa ajang ini menjadi istimewa baginya.

”Bagi para pemain amatir, bisa bermain seminggu sekali saja sudah bersyukur, namun dukungan dan fasilitas yang diberikan melalui ajang ini akan membantu para pegolf amatir unutk meningkatkan permainannya dengan bermain bersama pegolf profesional,” ujar Andree, yang tahun lalu meraih kemenanagn setelah berpasangan dengan adik Gavin Green, Galven Green, dari Malaysia.

”Turnamen ini memberi dampak yang luar biasa bagi komunitas golf di Indonesia sehingga pegolf amatir seperti saya, atau yang baru mulai bermain golf, bisa mempelajari bagaimana bermain golf dengan etiket golf yang baik.”

Sementara itu, bagi Nomura, partisipasi mereka tahun ini juga terbilang istimewa. Tahun ini, perusahaan keuangan global tersebut merayakan usianya yang genap seabad. Yohei Akasaki, Direktur International Wealth Management Nomura, mengaku bangga bisa mendukung perkembangan pegolf Asia, termasuk Indonesia.

”… dukungan dan fasilitas yang diberikan melalui ajang ini akan membantu para pegolf amatir unutk meningkatkan permainannya dengan bermain bersama pegolf profesional.” — Andree Harahap, Juara Amatir The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2024.

”Kami mulai mendukung turnamen golf (di Indonesia) pada tahun 2019 dan salah satu momen paling berkesan bagi kami ialah ketika (Naoki) Sekito menjadi pegolf Jepang pertama yang menjuarai ajang yang turut kami sponsori (pada tahun yang sama). Selain itu, pada tahun 2023, Kevin Caesario Akbar berhasil menjadi juara dari dalam negeri ketika ia memenangkan ajang ini,” tuturnya.

East dan West Course di Gunung Geulis Country Club akan kembali menjadi medan ujian bagi 100 pegolf amatir dan 100 pegolf profesional mulai 10-12 September 2025 mendatang. Mereka akan memperebutkan total hadiah senilai Rp150 juta, Rp50 juta lebih besar daripada edisi 2024 lalu.

”Para peserta akan merasakan dua atmosfer berbeda ketika bermain di dua lapangan Gunung Geulis dalam satu penyelenggaraan turnamen. Inilah yang membuat The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura akan terasa berbeda dibandingkan turnamen-turnamen reguler Asian Development Tour lainnya,” tutur Presiden Direktur Gunung Geulis Country Club Agung Budiman.

Setelah bermain dalam dua putaran, tim yang berada di jajaran 20 besar akan berhak melangkah ke putaran final. Sepuluh tim teratas nantinya berhak mendapatkan hadiah yang disediakan.

Sementara itu, para pegolf profesional akan kembali bersaing untuk memperebutkan hadiah uang sebesar US$125.000 untuk nomor individu.