Permainannya di sembilan hole pertama tampaknya bakal kering dari birdie, terutama setelah dalam delapan hole pertama ia harus puas hanya mencatatkan par. Meski demikian, kalaupun ada yang patut ia syukuri, setidaknya belum ada satu bogey pun yang mengotori kartu skornya.
Lalu tibalah Trevor Sluman di hole 9. Pukulannya membuat bola tertanam ke dinding bunker di hole tersebut. Bayangan mendapat bogey pun mengintai. Ini jenis pukulan yang sudah pasti menyulitkan pemain mana pun juga. Namun, yang terjadi adalah ia justru melakukan pukulan ajaib yang mengantarkan bola hanya beberapa kaki dari lubang, yang kemudian memudahkannya untuk menorehkan birdie pertamanya pada putaran ketiga Sanya Championship.
Pukulan ajaib dari bunker tersebut ternyata memberinya momentum dan memutarbalikkan kondisi. Di hole 13, ia menorehkan eagle. Setelah itu ia mencatatkan tiga birdie berturut-turut untuk menuntaskan putaran ketiga tadi (6/4) dengan catatan 6-under 66. Skor total yang ia koleksi adalah 18-under 198. Dan angka ini membuatnya memegang tabungan dua stroke dari rekan senegaranya asal AS, Matt Gilchrest.
“Hole birdie pertama saya mungkin merupakan hole yang paling memungkinkan menghasilkan bogey bagi saya. Posisi bola saya sangat buruk, membelakangi bunker dengan kaki saya di luar bunker. Saya melakukan pukulan yang cukup ajaib,” tutur Sluman usai menuntaskan putaran ketiganya. “Tapi dari situ saya berhasil mendapat birdie dan membantu saya memainkan sembilan hole terakhir, sekaligus membantu saya mencatatkan skor yang sangat bagus.”
Meski tak kunjung mendapatkan birdie hingga hole 9 itu, Sluman mengaku bahwa permainannya sebenarnya tidaklah buruk. Sebaliknya, “Pukulan saya malah lebih bagus daripada kemarin (putaran kedua), dan melakukan putting yang bagus. Sayangnya, bolanya tak kunjung masuk. Pada pertengahan sembilan hole kedua, beberapa putt saya mulai masuk, dan saya berhasil mendapat skor yang bagus,” sambungnya lagi.

Meski belum sekalipun menjuarai ajang PGA TOUR Series-China, Sluman nyaris menjuarai beberapa turnamen. Pegolf yang finis di peringkat 9 Order of Merit musim 2018 lalu ini menorehkan posisi T5 ketika bermain pada ajang Chongqing Championship pekan lalu. Ia juga sempat finis runner-up di Macau Championship. Kali ini ia berpeluang untuk memperbaiki catatan prestasinya.
“Tiga hari terakhir ini saya sudah bermain dengan baik. Saya memainkan permainan golf yang cerdas, dan belum mencoba melakukan sesuatu yang belum bisa saya lakukan, hanya bermain sesuai kemampuan, yaitu driving saya. Saya akan memperthankan permainan tersebut dan akan terus membayangkan semua birdie tersebut,” tutur Sluman lagi. “Kalau saya bisa bermain sesuai permainan saya sejauh ini, saya rasa hasilnya bakal bagus besok (7/4).”
Putaran ketiga ini sekaligus membuat Sluman mencatatkan rekor pribadi yang luar biasa. Ini merupakan putaran ketiga baginya bermain tanpa bogey. Hal ini membuatnya berhasil mencatatkan permainan tanpa bogey selama 61 hole berturut-turut. Bogey terakhir ia dapatkan di hole 12 saat bermain pada ajang Sanya Championship.
Sudah pasti persaingan putaran final pun masih akan ketat. Tak hanya lantaran Sluman cuma memegang keunggulan dua stroke, tapi juga beberapa pemain lain juga masih berpeluang menampilkan kejutan. Selain Gilchrest yang pada putaran ketiga bermain 68 untuk skor total 16-under 200, dua pegolf AS lainnya, Michael Perras dan Max McGreevy juga mengincar gelar pertama mereka pada Tour batu lompatan menuju Web.com Tour ini.
McGreevy harus menuai kekecewaan pada putaran ketiga ini. Setelah menorehkan birdie di hole 12, 13, dan 15 untuk mencatatkan 18-under, ia justru mendapat bogey di hole 16, par di hole 17, dan kembali menuai bogey di hole terakhir. Ia pun harus puas berada di tempat kedua bersama Gilchrest dan Perras.

Sementara itu, Perras berhasil bermain tanpa bogey, dan menjadi salah satu dari hanya tiga pemain yang berhasil melakukan hal tersebut. Kedua pemain lainnya adalah Sluman dan Shotaro Ban.
“Permainan saya hari ini cukup bagus. Ketika bola saya ada dalam posisi yang tidak menguntungkan, short hame saya bisa membantu dan ada beberapa putt yang berhasil menyelamatkan skor saya,” ujar Perras.
Dengan permainan yang cukup solid sepanjang pekan ini, Perras jelas menjadi salah satu pesaing terkuat bagi Sluman.
“Senang bisa berada di grup terakhir. Itu berarti Anda melakukan segalanya dengan tepat dan saya tak sabar untuk kembali bermain,” tutur Perras lagi.
Pada akhir putaran ketiga tadi, tiga pegolf berbagi tempat di posisi T5. Jeong Daejin (Korea), Christpher Hickman (AS), dan salah satu pimpinan klasemen pada hari kedua Yuwa Kosaihira (Jepang) menorehkan skor total 15-under 201.

