Randy Arbenata Mohamad Bintang sukses mempertahankan gelar Medco Pondok Indah International Amateur Golf Championship sebagai penutup karier amatirnya, sementara Jennifer Quinn Effendi menorehkan rekor sebagai juara termuda.
Randy Arbenata Mohamad Bintang dan Jennifer Quinn Effendi akhirnya tampil sebagai juara dalam gelaran Medco Pondok Indah International Amateur Golf Championship. Randy sukses mempertahankan gelarnya usai meraih kemenangan satu stroke dengan skor total 4-under 212, Adapun Jennifer menorehkan kemenangan lima stroke dengan skor total 1-over 217.
Kemenangan ini praktis mewujudkan harapan Randy dalam mempertahankan gelar yang ia raih setahun sebelumnya. Skor 3-under 69 pada putaran final Medco Pondok Indah International Amateur Golf Championship 2026 itu ternyata sudah cukup baginya untuk kembali mengangkat trofi. Dengan skor total 4-under 212, ia berhasil menang satu stroke atas juara edisi 2024 Rayhan Abdul Latief dan William Justin Wijaya.
Pegolf berusia 22 tahun itu jelas tidak menyangka akan bisa kembali meraih kemenangan, terutama karena harus memulai putaran final dengan selisih empat stroke dari Jonathan Manuel Wijanto. Meski hanya mencatatkan even par di sembilan hole pertamanya, berkat dua birdie dan sebuah double bogey, Randy justru tampil luar biasa di sembilan hole terakhir.
Ketika Jonathan harus terpuruk dengan empat bogey dan hanya sebuah bogey di sembilan hole terakhirnya, dan juara edisi 2024, Rayhan Abdul Latief, yang tak kunjung menambah birdie usai mengemas tiga birdie dan dua bogey di sembilan hole sebelumnya, tiga birdie berturut-turut dari hole 15 menjadi kunci keberhasilan Randy menyalip para pesaingnya itu.
”Saya tidak mengira bisa menang. Setelah memainkan lima hole pertama dengan 2-under, saya baru berpikir bisa mengejar. Ternyata para pemimpin klasemen juga megalami kesulitan hari ini, jadi dengan 3-under saja sudah cukup untuk mengejar,” tutur Randy.
”Pukulan saya hari ini sebenarnya sama saja seperti pada dua putaran sebelumnya, justru putting saya yang mengalami peningkatan. Setelah sempat 2-under di lima hole pertama, saya bermain lumayan agresif, tapi justru kena double bogey di hole 6. Untungnya, saya bisa mencetak tiga birdie di hole 15, 16, dan 17.”

Kehadirannya tahun ini praktis menjadi partisipasi terakhirnya pada ajang Medco Pondok Indah International Amateur Golf Championship ini, menyusul keputusannya untuk segera beralih profesional.
”Pastinya senang sekali bisa berturut-turut menjadi juara. Bersyukur bisa menutup penampilan terakhir pada turnamen ini dengan kemenangan,” tandasnya.
Sementara itu, meski harus puas bermain dengan skor 2-over 74, skor total 1-over 217 sudah lebih dari cukup untuk memberi kemenangan bagi Jennifer. Skor tersebut membuatnya unggul lima stroke dari Isabella (73) dan Abigail Rhea Soeryo Wiharko (74), yang sama-sama mengemas skor total 22.
Jennifer, yang kembali memulai permainannya dari hole 10, sempat bermain dengan baik, mengemas birdie di hole 11 dan 18, dengan satu-satunya bogey terpaksa ia dapatkan di hole 13. Namun, memasuki sembilan hole terakhir, remaja putri ini harus mengalami kesulitan. Ia terpaksa menorehkan lima bogey dengan hanya dua birdie. Toh skor total 217 itu ternyata sudah lebih dari cukup untuk memberinya kemenangan.
”Awalnya, saya tidak berpikir untuk menang, cuma fokus melakukan pukulan demi pukulan, bermain sebaik-baiknya. Meski ada keinginan untuk menjadi juara, saya melihat persaingan tahun ini cukup berat karena banyak pemain bagus,” ujar Jennifer.
”Permainan saya pada putaran ketiga ini sebenarnya kurang memuaskan karena banyak putting berjarak satu meteran yang tidak bisa masuk.”

Bagi Jennifer, kemenangan ini sekaligus menempatkannya sebagai juara termuda sejak ajang ini digelar tahun 2023. Dalam usia 13 tahun, ia lebih muda lima dan enam tahun daripada Elaine ketika menjuarai edisi 2023 d an 2024, serta lebih muda tujuh tahun daripada juara edisi 2025, Bianca Naomi Amina Laksono.
Mewakili penyelenggara kejuaraan, Herry Winarno mengapresiasi perjuangan para peserta, sekaligus kontribusi dari para sponsor yang memungkinkan edisi keempat bisa terselenggara.
”Semoga pengalaman ini tidak hanya menjadi kenangan indah, tapi juga menjadi pengalaman berharga untuk naik ke level yang lebih tinggi lagi. Kami juga berterima kasih kepada seluruh sponsor yang selalu mendukung kejuaraan ini,” tutur Herry yang turut mengapresiasi dukungan Pondok Indah Golf Course, Medco Energi, Mucoindo, Sefas, Shell, Pudjianto Gondosasmito, Isoplus-Aquviva, Asia Golf, dan Yamaha Golf Cart.
Meskipun segera melepas status amatirnya, Randy, berharap kolaborasi Medco Energi dan Pondok Indah Golf Club bisa kembali menghadirkan kejuaraan ini pada tahun 2027, ”Tidak hanya pemain lokal, tapi semoga pemain internasionalnya juga lebih banyak lagi yang ikut sehingga penyelenggaraan bisa menjadi lebih bagus dan lebih kompetitif,” tutupnya.
Sepuluh besar pada klasemen akhir kelompok wanita
217 – Jennifer Quinn Effendi (INA) 72-71-74
222 – Isabella Sudarmanto (INA) 72-77-73, Abigail Rhea Soeryo Wiharko (INA) 74-74-74
223 – Lydia Hawila Stevany Sitorus (INA) 73-76-74, Elaine Widjaja (INA) 73-73-77
224 – Gemilau Joanne Kurnia (INA) 72-78-74, Reicherin Giftrudy Hanslkie (INA) 74-73-77
228 – Sania Talita Wahyudi (INA) 79-73-76
232 – Renoctoviana Ramadhiani Said (INA) 74-81-77
234 – Anna Grace Sunarno (INA) 78-78-78
Sepuluh besar pada klasemen akhir kelompok pria
212 – Randy Arbenata Mohamand Bintang (INA) 72-71-69
213 – Rayhan Abdul Latief (INA) 70-72-71, William Justin Wijaya (INA) 72-68-73
214 – Jonathan Manuel Wijanto (INA) 70-69-75
218 – Asa Najib Bhakti (INA) 71-76-71
220 – Kenneth Henson Sutianto (INA) 75-72-73
221 – Luke Evan Moore (INA) 74-73-74, Nguyen Duc Huy (VIE) 73-71-77
222 – Ranvir Singh Pandher (IND) 74-77-71, Haroon Aslam (SRI) 73-74-75


