Rayhan Latief, Jayawardana Dornan, dan Randy Bintang memperpanjang asa mereka setelah memastikan lolos cut pada edisi ke-17 Asia-Pacific Amateur Championship.

Tiga wakil Indonesia dalam ajang Asia-Pacific Amateur Championship yang berlangsung di South Course, di Te Arai Links, Selandia Baru akan melanjutkan perjuangan mereka ke dua putaran final. Rayhan Latief, pemain debutan Jayawardana Dornan, serta Randy Bintang berhak tampil dalam 36 hole terakhir Kejuaraan edisi ke-17 ini.

Untuk sementara, Rayhan (75) berada di posisi yang lebih baik dengan menduduki peringkat T25. Adapun Jayawardana (76) berada di posisi T41. Randy (82) berbagi posisi juru kunci dengan sembilan pegolf lainnya lantaran berada di batas bawah cut-off 13-over.

Meskipun tidak mendapatkan satu birdie sama sekali, Rayhan kini berada di posisi yang lebih baik ketimbang kedua rekan senegaranya itu. Pegolf berusia 19 tahun ini terpaksa menuliskan bogey di hole 1, 4, 8, dan 10 di kartu skornya.

Lapangan yang menampilkan 16 hole menghadap pemandangan Samudra Pasifik ini mulai menunjukkan taringnya dengan menghadirkan embusan angin dengan kecepatan yang mencapai 58 km/jam.

 

Jayawardana Dornan, Round 2 AAC 2026.
Pemain debutan Jayawardana Dornan kembali menorehkan skor 76 untuk memastikan menembus putaran akhir pekan. Foto: AAC.

 

”Benar-benar gila … kondisi lapangannya, embusan anginnya,” ujar Rayhan, yang sampai saat ini menjadi salah satu pegolf Indonesia dengan prestasi terbaik setelah finis T17 di Dubai tahun lalu.

”Menurut saya kondisi tersebut pasti sangat mempertajam permainan saya. Sangat sulit menilai tiap pukulan dan tiap putt. Kondisi di lapangan benar-benar berat.”

Skor 75 tersebut jelas mengecewakan. Meski demikian, Rayhan sadar bahwa semua peserta juga mengalami hal yang serupa sehingga sikap terbaik ialah menerima keadaan.

”Menurut saya bagian terpentingnya ialah apakah kita bisa berkomitmen melakukan pukulan atau tidak. Sering kali anginnya berputar, dan kita tidak tahu mesti melakukan apa dan kadang kita harus benar-benar yakin sesuai dengan yang kita tahu daripada yakin pada apa yang semestinya,” jelas Rayhan.

”Banyak putting yang meleset, tapi saya berusaha mengingat kondisi ini cukup berat dan harus lebih menerima keadaan karena semua orang juga mengalami hal yang sama. Saya tak perlu bersikap keras pada diri sendiri.”

Dengan skor total 6-over 148, Rayhan juga menerima fakta bahwa posisinya jauh tertinggal dari sang juara bertahan Fifa Laopakdee. Pegolf Thai itu memang ikut bermain di atas par, namun skor total 7-under 135 membuatnya aman di puncak klasemen dengan jarak dua stroke dari pegolf tuan rumah Cooper Moore.

 

 

”Posisi saya jauh tertinggal. Memang bukannya mustahil, segalanya masih bisa terjadi. Bisa saja saya bermain dengan skor yang sangat rendah dan yang lain main gagal menampilkan permainan terbaiknya. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi, jadi cukup fokus saja.

”Pastilah saya belajar banyak soal bagaimana memukul bola hari ini, berusaha untuk memukul lebih rendah dan menilai jarak dengan jauh lebih baik. Yang mau saya bilang, ada banyak pengalaman luar biasa yang saya pelajari dalam dua hari terakhir.”

Randy sendiri nyaris pulang lebih awal. Seperti halnya Rayhan, ia juga tak kunjung mendapatkan birdie pada putaran kedua ini. Selain harus menuliskan empat bogey, ia juga terpaksa mendapat quadruple bogey di hole 7 par 5, serta double bogey di hole 15. Beruntung ia sukses bermain even par di tiga hole berikutnya untuk menjaga peluang memperbaiki catatan penampilannya.

Sayangnya, hal serupa tak dapat diikuti oleh Kenneth Sutianto, William Justin Wijaya, dan Asa Najib Bhakti. Masing-masing harus memupus harapan mereka lantaran mendapat skor total 164, 169, dan 170.