Rayhan Latief berharap bisa lebih menikmati pengalaman mengikuti Asia-Pacific Amateur Championship keempat dalam kariernya sambil mempertahankan level kompetitif.
Kurang dari tiga pekan mendatang, Rayhan Latief akan kembali ke Asia-Pacific Amateur Championship. Pegolf berusia 18 tahun ini segera tampil untuk keempat kalinya sejak melakoni debutnya tahun 2022 lalu. Ia menjadi salah satu dari total lima pegolf Indonesia yang mendapat undangan dari Asia-Pacific Golf Confederation untuk mengikuti kejuaraan kaliber dunia ini.
Rayhan, yang berstatus No.159 Dunia tatkala dipastikan mengikuti kejuaraan ini, memiliki rekam jejak yang terbilang menarik. Dalam tiga penampilan sebelumnya, ia terus memperbaiki catatan penampilannya. Setelah gagal lolos cut pada edisi 2022 di Amata Spring Country Club, Thailand, ia berhasil finis T31 (2023) di Royal Melbourne Golf Club, Australia, untuk kemudian finis T24 di Taiheiyo Club Gotemba, Jepang pada tahun lalu.
Pemuda yang baru beberapa bulan memulai perkuliahannya pada University of North Texas (UNT) ini mengungkapkan hasratnya untuk bisa memperbaiki catatan penampilannya pada 23-26 Oktober mendatang di Majlis Course, di Emirates Golf Club, Dubai. Berbekal pengalaman mahal dari tiga penampilan sebelumnya, plus persiapan dari sejumlah turnamen kampus yang ia ikuti ia yakini menjadi modal penting untuk bisa kembali tampil apik.

”Jujur saja, saya, yang ditemani teman baik saya yang juga menjadi kedi, Grady Santoso, merasa cukup tegang, mengingat pada edisi sebelumnya di Royal Melbourne (Golf Club, tahun 2023), saya nyaris tidak lolos cut. Jadi, target utama pada saat itu ialah lolos cut. Skor 73-73 itu juga sebenarnya nyaris tidak lolos cut juga,” tutur Rayhan, yang bertanding di Jepang seusai membela Tim Internasional pada Junior Presidents Cup untuk kedua kalinya.
Dari sekadar lolos cut, Rayhan justru mencatatkan permaian yang sangat baik dalam dua putaran berikutnya dan mencatatkan skor 68-68.
”Kenapa bisa ada titik balik yang cukup tajam? Sebab ada di hole 18 putaran kedua itu, saya sebetulnya hanya membutuhkan par, namun, alhamdulilah, malah mendapat birdie. Akibatnya, level stres saya langsung turun dan kami benar-benar merasa lega,” sambungnya. ”Pada putaran ketiga dan keempat itu kami pun bisa bermain lebih santai, pastinya bagaimana caranya supaya bisa menikmati pengalaman yang diberikan oleh Asia-Pacific Golf Confederation, R&A, dan The Masters (sebagai penyelenggara).”
Pengalamannya selama ini juga kian mempertegas pentingnya aspek mental kognitif untuk bisa bersaing dengan para pegolf amatir terbaik se-Asia Pasifik. ”Itu salah satu faktor yang ingin saya bangkitkan di dalam diri saya; bagaimana caranya supaya bisa lebih menikmati pengalaman, tapi tetap kompetitif,” ujarnya lagi.

Meskipun pengalaman jelas menjadi modal yang mahal, status Rayhan sebagai mahasiswa atlet pada UNT praktis memberinya berbagai akses yang tak bisa ia dapatkan di Indonesia. Sebagai salah satu kampus terkemuka di Amerika Serikat, UNT juga memiliki lapangan kandang yang prima. Maridoe Golf Club juga menjadi tempat berlatih bagi sejumlah bintang PGA TOUR, seperti Will Zalatoris. Lapangan ini juga menjadi tuan rumah untuk gelaran LIV Golf League pada bulan Juni lalu. Rayhan menyebut lapangan ini juga tidak mudah.
”Kami juga punya driving range sendiri di kampus, jaraknya cuma 4 menit jalan kaki dari asrama. Jadi, semua ini bisa menunjang permainan golf saya …, jadinya makin percaya diri untuk bermain pada Asia-Pacific Amateur Championship tahun ini,” paparnya. ”Kami juga baru mendapatkan psikolog olahraga, yang saya yakin bisa memberi dampak positif buat permainan saya.
Sejauh ini Rayhan telah dua kali turun sebagai bagian dari Tim UNT. Lagi-lagi, ia menunjukkan grafik yang positif. Setelah finis T69 pada ajang William H. Tucker Invitational bulan September, ia finis T46 pada ajang Trinity Forest Invitational.
Selain Rayhan, Indonesia juga akan diwakili oleh Randy Bintang, yang tahun lalu sempat memimpin klasemen pada putaran pertama, dan juga akan tampil untuk keempat kalinya pada kejuaraan bergengsi ini. Lalu ada pula Kenneth Henson Sutianto dan Amadeus Christian Susanto, yang masing-masing akan tampil untuk ketiga dan kedua kalinya. Selain itu, ada pula pemain debutan Asa Najib Bhakti.
Catatan penampilan Rayhan Latief bersama University of North Texas per 11 Oktober 2025.



