Dari nyaris gagal lolos cut, Rayhan Abdul Latief finis sebagai pegolf Indonesia terbaik pada Asia-Pacific Amateur Championship 2023.
Rayhan Abdul Latief akhirnya menuntaskan utang yang ia bawa dari penyelenggaraan Asia-Pacific Amateur Championship 2022 lalu di Thailand. Dalam partisipasi keduanya dalam kejuaraan golf paling bergengsi di Asia Pasifik ini, pegolf berusia 17 tahun ini bahkan menuntaskan pekan di Royal Melbourne Golf Club dengan menjadi pegolf Indonesia terbaik.
Pada putaran final tadi, pegolf yang juga menjadi salah satu atlet amatir Ciputra Golfpreneur Foundation ini mencatatkan dua birdie dengan enam bogey untuk menutup penampilan keduanya dengan skor 4-over 75.
Rayhan sebenarnya nyaris kembali gagal lolos cut. Brutalnya lapangan Royal Melbourne Golf Club, salah satu lapangan yang kerap masuk dalam daftar lapangan golf terbaik di dunia, membuatnya hanya bisa menuai skor 79. Meski menorehkan tiga birdie, kartu skornya turut diwarnai oleh empat bogey dengan dua double bogey dengan triple bogey di hole 18.
Beruntung skor gemuk itu juga dialami sebagian besar pemain sehingga batas cut-off bergeser menjadi 12-over. Dengan skor 75 pada putaran pertama, Rayhan berhasil lolos cut persis di batas bawah.

”Hampir tidak lolos cut itu memberi tekanan juga buat saya karena rasanya kalau tidak lolos lagi rasanya bakal sayang banget, tapi ya alhamdulilah jadi lolos juga kemarin (Jumat, 27/10),” tutur Rayhan.
Ia kemudian mencatatkan skor terbaiknya selama mengikuti Asia-Pacific Amateur Championship pada hari Sabtu (28/10) kemarin. Meski menorehkan 1-over berkat bogey di hole 2, Rayhan menciptakan kenangan paling berkesan ketika menorehkan eagle di hole 10 par 5.
Kala itu pukulan driver-nya gagal mencapai fairway dan masuk ke rough dengan menyisakan jarak sekitar 208 meter. Melihat bolanya dalam posisi flyer (bola nangkring di atas rumput tebal), dengan angin berembus dari kanan ke kiri, Rayhan memutuskan memainkan 6-iron miliknya dan melihat bolanya jatuh di apron dan berhenti sekitar 2 meter dari lubang.
”Sebenarnya, sayang banget tidak masuk sorotan karena waktu itu pukulan saya bagus sekali,” ujarnya.

Lalu pada putaran final hari ini, Rayhan harus kembali mengulangi skor yang sama dengan ketika memainkan putaran pertama. Komposisi skornya juga sama, yaitu dua birdie dengan empat bogey. Meski tidak mendapat eagle lagi, toh ia masih layak berbangga melihat penampilannya pada pekan ini. Skor total 15-over 299 menempatkannya finis di peringkat T31, finis terbaik baginya.
”Rasanya senang banget bisa finis (dengan) empat hari main, dan jauh lebih baik daripada tahun lalu, alhamdulilah banget,” sambung pegolf yang sempat mewakili Tim Internasional pada Junior Presidents Cup 2022 lalu bersama Jonathan Xavier Hartono—juga atlet Ciputra Golfpreneur Foundation—ini.
”Pelajaran berharga buat saya sih bahwa kesempatan itu kadang datang dari mana saja, tidak terduga banget, bahkan pada menit terakhir saya bisa masuk (ke akhir pekan), juga yang pasti bersyukur banget bisa main penuh.”
Tidak hanya Rayhan saja yang menorehkan hasil terbaik secara personal. Randy Arbenata Mohamad Bintang dan Jordan Indra Marcello menjadi bagian dari Tim Indonesia yang tampil pada edisi 2022 di Amata Spring Country Club, Thailand tahun lalu.
Jika kala itu Randy gagal lolos cut dengan selisih satu stroke, kali ini ia bahkan sempat menciptakan sorotan ketika melangkah ke akhir pekan dari posisi T3. Sayangnya, pada hari ketiga ia harus dua kali mencatatkan double bogey, dua kali menorehkan triple bogey, tujuh kali mendapat bogey, dengan hanya satu birdie tercipta dari hole 13.

Akan tetapi, pada putaran final pegolf yang menjuarai Intercollegiate Golf Series I tahun 2021 ini berhasil memperbaiki penampilan dengan membukukan tiga birdie, lima bogey, plus satu triple bogey untuk skor 76 dan finis T48 dengan skor total 304.
Adapun Jordan, berhasil menghindari posisi juru kunci dengan menorehkan skor terbaiknya pekan ini. Skor 75 pada hari terakhir melengkapi skor 77-76-83 yang ia raih selama 72 hole di lapangan karya desainer Alister MacKenzie ini.
Dengan T31 sebagai finis terbaik Indonesia pekan ini, rekor T17 milik George Gandranata pada tahun 2011 masih belum terlampaui. George mencatatkan finis terbaik bagi wakil Indonesia selama penyelenggaraan ajang ini ketika ia menorehkan skor 71-70-77-67 di Singapore Island Country Club.
Pegolf Austrtalia Jasper Stubbs sukses memenangkan kejuaraan ini setelah mengalahkan pegolf China Ding Wenyi lewat hole play-off kedua. Keduanya harus melanjutkan duel setelah sama-sama mengumpulkan skor 1-over 285.


