Ryo Ishikawa kembali mengangkat trofi pertamanya dalam tiga tahun terakhir melalui babak play-off pada ajang Mitsui Sumitomo Visa Taiheiyo Masters.

Mantan bintang PGA TOUR Ryo Ishikawa kembali mengembangkan senyum dengan trofi di tangannya. Pegolf yang dianggap sebagai salah satu harta karun golf Jepang ini mengakhiri periode tiga tahun tanpa gelarnya ketika memasukkan putt birdie di hole play-off keduanya untuk menaklukkan Rikuya Hoshino dan menjuarai Mitsui Sumitomo Visa Taiheiyo Masters untuk ketiga kalinya.

Ishikawa harus melangkah ke putaran play-off setelah hanya mampu menorehkan skor 1-under 69 di Gotemba Course Taiheiyo Club. Skor total yang ia torehkan, 8-under 272, disamai oleh Hoshino, yang juga mencatatkan skor 69.

Meski memulai putaran final tadi dengan tertinggal tiga stroke, Ishikawa mengatasi ketertinggalan itu dengan menuai lima birdie dan dua bogey serta satu double bogey. Sementara itu, Hoshino hanya menorehkan tiga birdie dan dua bogey.

Kemenangannya pada hari Minggu (13/11) ini menjadi kemenangan ke-18 bagi Ishikawa, persis tiga tahun setelah terakhir kalinya ia mengangkat trofi pada sebuah ajang Japan Golf Tour Organization (JGTO), yaitu pada ajang Golf Nippon Series JT Cup 2019.

Selain itu, gelar ketiganya pada ajang ini menjadikannya sebagai pegolf keempat dalam sejarah kejuaraan ini yang memenangkan trofi hingga tiga kali. Tiga pemain lain yang meraih tiga kemenangan pada ajang Mitsui Sumitomo Visa Taiheiyo Masters ini ialah Lee Westwood (1996-1998), Masashi Ozaki (1973, 1992, dan 1994), dan Tsuneyuki Nakajima (1985, 2002, dan 2006).

”Sejujurnya, saya masih tak bisa mempercayainya,” ujar Ishikawa, yang kerap disebut sebagai Hanikami Oji alias ”Pangeran Pemalu” lantaran pembawaannya dan penampilannya yang mirip bintang musik rock. ”Saya sudah berlatih keras untuk bisa kembali meraih kemenangan. Senang akhirnya bisa mewujudkannya setelah hampir tiga tahun.

 

Chan Kim, Round 4 Mitsui Sumitomo Visa Taiheiyo Masters 2022.
Chan Kim harus puas berada di posisi T6 usai kembali bermain dengan skor 69. Foto: JGTO Images.

 

”Tapi saya masih merasa belum menang. Saya tidak akan berhenti sampai di sini. Saya akan terus menargetkan sesuatu yang lebih tinggi lagi tanpa merasa puas dengan diri saya sekarang ini.”

Ishikawa merupakan salah satu pegolf paling cemerlang sejauh ini. Ia menunjukkan bakat luar biasanya dengan memenangkan gelar JGTO perdananya dalam usia 15 tahun pada tahun 2007 silam. Kala itu ia masih berstatus amatir. Dan ketika berusia 17 tahun ia sudah meraup enam kemenangan dan menciptakan sejarah dengan pegolf termuda yang menembus 50 besar pada Official World Golf Ranking.

Ia sempat melakoni debutnya pada PGA TOUR tahun 2013, namun hanya bertahan selama empat tahun. Selama itu, ia sebelas kali masuk sepuluh besar dengan hasil terbaiknya ketika mencapai peringkat kedua pada Puerto Rico Open.

Tempat ketiga diisi oleh Ryo Katsumata dan Hiroshi Iwata, yang membukukan skor total 7-under 273, sementara Riki Kawamoto menempati peringkat kelima sendirian.

Adapun pegolf Amerika Chan Kim tampil sebagai wakil internasional terbaik dengan finis di posisi T6. Ia kembali menorehkan skor 69 dan harus puas dengan skor total 275. Ini keempat kalinya ia menembus enam besar pada musim ini.

Rekan senegara Kim, Todd Baek, menjadi pegolf internasional terbaik kedua. Ia hanya terpaut satu stroke dari Kim dan berada di posisi T9.