Taihei Sato berpeluang meraih gelar JGTO perdana lewat ajang Fortinet Players Cup setelah tampil sebagai pemuncak klasemen putaran ketiga.
Taihei Sato kini berada di posisi yang ideal untuk mewujudkan gelar perdananya di sirkuit Japan Golf Tour Organization. Pegolf berusia 32 tahun ini tampil sebagai pemuncak klasemen putaran ketiga setelah bermain dengan skor 9-under 62 di Narita Hills Country Club.
Sato benar-benar menghibur para penggemar yang meramaikan lapangan dengan catatan tujuh birdie dan sebuah eagle. Skor 62 ini pun membuatnya kini menorehkan skor total 16-under 197, yang memberinya keunggulan tiga stroke menuju putaran final besok (2/11).
Keberhasilan Sato memuncaki klasemen tak lepas dari penampilan Kota Kaneko, pimpinan klasemen putaran kedua, yang hanya bisa mengemas skor 3-under 68. Akibatnya, Kaneko menempati peringkat kedua bersama Yuwa Kosaihir (64) dan Taiki Yoshida (66) dengan skor total 200.
Sato seakan melanjutkan penampilan memukaunya pada musim ini, yang ditandai dengan keberhasilannya empat kali masuk sepuluh besar. Empat birdie pun berhasil ia torehkan di sembilan hole pertamanya. Ia tampil ke posisi teratas usai birdie di hole 11 dan 13, dengan eagle di hole 12. Setelah mencatatkan par di empat hole berikutnya, ia menutup putaran ketiga tadi dengan birdie di hole 18.
”Permainan saya hari ini sangat bagus,” tutur Sato. ”Pukulan-pukulan tee saya sangat stabil selama tiga hari terakhir sehingga bisa main tanpa terlalu merasakan stres.”
”Ketika menang pada Challenge Tour, saya memimpin di depan. Kali ini saya ingin memperlakukannya sebagai pengalaman besar lainnya dan berusaha mempertahankan keunggulan.”
Salah satu sorotan dalam permainannya hari ini ialah keberhasilannya melakukan chip-in yang membuahkan birdie. ”Situasinya tidak ideal, tapi saya beruntung. Bolanya langsung masuk pada pantulan ketiga dan saya memukul cukup keras. Rumputnya ke arah bulir rumput di green, adi saya memukul lebih keras untuk memastikan bola bisa mencapai jarak yang dibutuhkan, dan akhirnya malah memberi hasil yang tidak saya duga.”
Ia juga sempat mengamankan par di hole 16 setelah berada di posisi yang tidak gampang. ”Saya melakukan pukulan kedua saya sejajar tee box,” ujarnya tertawa. ”Tidak ada apa-apa di depan saya dan karena masih berada di teeing ground, saya mendapat preferred lie. Benar-benar beruntung!” sambungnya lagi.
Kemenangan pada hari Minggu (2/11) besok jelas akan sangat berarti baginya. Terutama mengingat Sato sempat mengalami kesulitan ketika mengawali musim ini. ”Saya gagal lolos cut empat kali berturut-turut,” jelasnya. ”Makanya saya berasa kehilangan percaya diri. Saya terpaksa kembali ke aspek mendasarnya, mengecek alignment clubface dan kembali melihat hal-hal fundamental yang biasa saya abaikan ketika mengejar untuk mendapatkan jarak pukul.”
Berkat latihan kecepatan swing, kini ia bisa menambah jarak pukulnya secara signifikan. ”Sekarang jarak pukul saya bertambah 9-14 meter. Saya telah melatih fisik dan berlatih melakukan swing dengan lebih cepat. Akurasi pukulan ke fairway memang sedikit menurun, tapi rasanya permainan saya makin terbuka sehingga hasilnya mulai terlihat,” jelasnya lagi.
Dengan 18 hole tersisa, Sato mengaku bertekad memaksimalkan kesempatan kali ini, meskipun berniat untuk bisa menjaga ketenangannya ketika memulai putaran final besok. ”Saya pernah berada di posisi yang mengejar, namun tak berhasil mengejar,” ujarnya. ”Ketika menang pada Challenge Tour, saya memimpin di depan. Kali ini saya ingin memperlakukannya sebagai pengalaman besar lainnya dan berusaha mempertahankan keunggulan.”


