Dengan 18 hole terakhir, seberapa besar kans para wakil Asia meraih prestasi pada ajang Fortinet Championship?

Meraih hasil solid pada awal musim jelas sangat penting! Kami menyinggung hal ini dalam pemberitaan awal Fortinet Championship yang lalu, dan akan kembali menegaskannya di sini.

Dengan Ryder Cup yang segera berlangsung pada pekan depan, banyak pemain top yang menjadi bagian dari Tim Amerika maupun Tim Eropa yang absen pada ajang awal musim 2021-2022 PGA TOUR ini. Bukan berarti hal ini akan membuat persaingan menjadi lebih mudah. Apalagi ada begitu banyak pendatang baru yang juga memiliki rasa lapar akan kemenangan.

Dua wakil Asia, C.T. Pan asal China Taipei dan Kim Siwoo dari Korea menempati posisi yang bagus untuk memberi kejutan pada putaran final hari ini. Pan mencatatkan permainan yang solid, menorehkan lima birdie tanpa satu bogey pun untuk memperbaiki peringkatnya ke posisi T9. Putaran ketiga kemarin menjadi putaran tanpa bogey kedua bagi pemegang satu gelar PGA TOUR ini. Performa putting peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 ini memang tengah solid-solidnya. Ia kini berada di peringkat empat untuk kategori Strokes Gained: Putting.

Sementara itu, Kim kembali membukukan skor 4-under 68 untuk menyamai pencapaian Pan dalam tiga putaran di North Course Silverado Golf & Spa.

Dengan sama-sama mengumpulkan skor total 10-under 200, kedua wakil Asia ini hanya terpaut empat stroke dari Jim Knous dan Maverick McNealy. Knous menorehkan skor terendah baginya pada pekan ini ketika mencatatkan delapan birdie, lima di antaranya ia lakukan secara berturut-turut, dengan satu bogey. Sementara McNealy harus puas membagi posisi teratas setelah pada putaran ketiga hanya menorehkan skor 70.

Empat stroke bisa menjadi jarak yang sangat dekat, tapi juga bisa menjadi sangat jauh. Itulah sebabnya kita sering mendengar para pegolf profesional ini memilih untuk berfokus pada permainannya sendiri, mengingat tidak mungkin mereka mengendalikan arah permainan para pemain lain.

 

 

”Lakukan yang terbaik, dan biarkan Tuhan melakukan sisanya. Itulah yang pekan ini saya kerjakan dan sepertinya membuahkan hasil. Saya ingin bermain dengan pola pikir pemenang dan berusaha memenangkan turnamen,” ujar Knous, yang menempati posisi teratas untuk pertama kalinya dalam sebuah ajang PGA TOUR.

Mental pemenang dan bermain semaksimal mungkin menjadi mantra yang bakal dicamkan dalam benak mereka yang bersaing dalam 18 hole terakhir. Dan dalam konteks kedua wakil Asia tadi, peluang mereka juga terbuka karena beberapa alasan. Pertama, mereka sudah meraih kemenangan dari belakang. Pan memenangkan satu-satunya gelar PGA TOUR yang ia raih sejauh ini, RBC Heritage, setelah memulai putaran final di belakang Dustin Johnson, yang kala itu memimpin posisi teratas dan berada dua stroke lebih baik ketimbang Pan. Ketika Johnson tergelincir, Pan justru bermain dengan baik dan menorehkan skor 67 untuk meraih kemenangan pertamanya itu.

Pan juga memiliki modal berharga ketika ia juga menciptakan permainan fenomenal pada putaran final Olimpiade Tokyo 2020 lalu. Permainannya kala itu membuatnya bahkan mampu menyingkirkan Rory McIlroy dan Collin Morikawa lewat partai play-off.

Kim juga melakukan hal yang sama ketika memenangkan THE PLAYERS 2017. Ia memulai putaran final dengan tertinggal dua stroke dari J.B Holmes, dan memastikan kemenangan tiga stroke atas Louis Oosthuizen dan Ian Poulter.

Sementara dalam dua kemenangannya yang lain, Wyndham Championship dan The American Express, Kim meraih kemenangan setelah menjadi salah satu pimpinan klasemen pada akhir putaran ketiga.

Pengalaman-pengalaman tersebut dapat menjadi modal berharga, namun keduanya masih harus membuktikan permainan mereka dalam 18 hole terakhir.