Brooke Henderson melanjutkan tren positif dalam pekan di Evian-les-Bains dengan mempertahankan posisi teratas pada ajang The Amundi Evian Championship. Pegolf Kanada ini kini selangkah menuju gelar Major keduanya.
Putaran ketiga The Amundi Evian Championship menyuguhkan dinamika narasi. Pergeseran banyak terjadi, meskipun cenderung terjadi di bawah Brooke Henderson.
Pegolf tersukses sepanjang sejarah Kanada ini mempertahankan keunggulannya di puncak klasemen menuju putaran final di The Champions Course, di Evian Resort Golf Club, Evian-les-Bains. Kartu skornya mungkin tidak seindah dua putaran pertama tatkala ia berturut-turut menorehkan skor 64-64. Namun, 3-under 68 yang ia torehkan hari Sabtu (23/7) itu menempatkannya unggul dua stroke, kali ini dari pegolf Korea Ryu Soyeon.
Kalaupun ada kekecewaan dalam diri Henderson, sumbernya tentulah bogey yang ia raih di hole pertamanya. Selain itu, ia juga tak mendapatkan birdie sebanyak yang ia raih pada hari pertama dan kedua.
”… namun saya masih bertahan. Saya masih bisa melakukan penyelamatan untuk par di sembilan hole terakhir, yang terasa sangat menyenangkan. Rasanya lapangan ini dimainkan sedikit lebih sulit ketimbang kemarin. Pastinya ini posisi yang sangat bagus menuju hari Minggu,” ujar Henderson, yang hanya mendapat satu birdie di sembilan hole terakhirnya.
”Menurut saya, posisi penempatan bola dari tee dan ke green sangatlah penting. Lapangan ini bisa menjadi sangat sulit kalau Anda mulai melakukan pukulan-pukulan yang meleset. Jika bisa menaruh bola di area-area yang tepat, Anda bisa membuat banyak birdie.”

Keunggulan dua stroke menuju putaran final jelas akan meningkatkan adrenalin. Kesalahan akan mudah tercipta dan dorongan untuk lebih banyak menciptakan birdie demi meninggalkan kejaran para pesaing juga bisa berujung pada bertambahnya jumlah pukulan untuk memasukkan bola.
”Saya hanya perlu mengikuti rencana permainan. Semoga malam ini bisa mengumpulkan strategi yang bagus, dan ketika bisa agresif, saya pasti akan memanfaatkannya,” tandasnya.
Sementara itu, bagi Ryu kesempatan yang ia raih kali ini menjadi peluang terbaiknya tahun ini. Sejak 2019, ia belum pernah lagi bersaing untuk menambah koleksi gelar Major, terutama sejak terakhir menjuarai The Chevron Championship—sebelumnya bernama ANA Inspiration. Meskipun tahun 2020 sempat meraih satu kemenangan di panggung KLPGA, pegolf berusia 32 tahun ini terakhir menjuarai gelar LPGA pada tahun 2018.
Ryu menuju Evian Resort Golf Club ini dengan persiapan yang justru bisa dibilang seadanya. Selama tiga pekan menjelang pekan ini, ia ”hanya bermain golf yang lebih ke bersenang-senang. Cuma bermain dengan banyak teman, seperti dengan teman-teman non-golf, teman-teman pegolf yang bukan pegolf profesional. Dan saya bermain dengan keluarga saya. Sejujurnya, saya tidak banyak melakukan persiapan,” jelasnya. ”Saya belum pernah bermain dengan baik dan belum pernah lagi bersaing untuk kemenangan …, jadi saya merasa sangat bersemangat berada di posisi ini.”
Kualitas permainannya pada putaran ketiga ini ditandai dengan pukulan tee dan permainan iron yang prima. Dua birdie di dua hole pertamanya jelas membantunya memulai hari ketiga. Meski sempat mendapat bogey di hole 5 dan 10, Ryu menambah enam birdie lagi, termasuk tiga di empat hole terakhirnya. Skor 65 itu cukup untuk membawanya ke posisi yang lebih baik.
”Menurut saya tertinggal dua stroke jelas lebih baik daripada tiga stroke. Saya berada di posisi yang sedikit lebih baik,” tuturnya. ”Menurut saya pukulan tee saya hari ini lebih baik daripada dua hari pertama. Dan kemudian pukulan iron saya juga bagus. Saya cukup puas dengan dua hal tersebut. Dan saya juga perlu menambahkan kalau saya cukup puas dengan seluruh permainan saya sekarang. Satu-satunya yang ingin saya tingkatkan sedikit ialah putting saya.

”Untuk memenangkan sebuah turnamen, Anda jelas perlu mengurangi kesalahan, jadi saya ingin berlatih putting sebentara hanya untuk memastikan bahwa saya bisa memasukkan banyak putt (birdie) besok (hari ini).”
Pegolf Amerika Sophia Schubert akan menjadi salah satu pemain yang berusaha menciptakan kejutan. Ia mencatatkan skor 66 sehingga kini mengoleksi skor total 13-under 200, dua stroke di belakang Ryu dan empat stroke di belakang Henderson.
Berbeda dari Ryu yang tidak mempersiapkan diri dengan khusus, Schubert mengaku berlatih banyak untuk mendapatkan kualitas pukulan yang solid. Bermain di lapangan yang berbukit-bukit, pegolf Amerika ini merasa mendapatkan medan yang biasa ia jumpai. Namun, ia juga lekas mengaku bahwa berada dalam posisi bersaing dalam ajang Major untuk pertama kalinya bisa membuat seseorang berandai-andai.
”Saya hanya harus memastikan tidak melakukannya dan fokus melakukan pukulan demi pukulan,” ujarnya.
Jelas putaran final hari ini tidak akan menjadi medan persaingan di antara tiga pemain teratas saja. Apalagi Carlota Ciganda dan Kim Seiyoung, yang berbagi tempat keempat, secara teori masih memiliki kesempatan. Keduanya sama-sama mengumpulkan 12-under 201, setelah masing-masing menorehkan skor 67 dan 68.
Selain keduanya, lima nama lainnya juga akan mengincar birdie sebanyak-banyaknya demi mencapai hasil semaksimal mungkin. Pegolf Inggris Charley Hull (67), pegolf No.1 Dunia Ko Jinyoung (67), pegolf No.5 Dunia asal Thailand Atthaya Thitikul (68), Kim Hyojoo (68), dan Nelly Korda (71) mencatatkan skor total 11-under 202 untuk berbagi peringkat ke-6.


