Ryo Ishikawa mencatatkan sepuluh besar pertamanya pada ajang PGA TOUR sejak 2016 dengan finis T4.
Ryo Ishikawa seakan memutar waktu kembali dengan penampilan solid sepanjang pekan di Accordia Golf Narashino Country Club. Skor 3-under 67 pada putaran final hari Minggu (22/10) tadi memberinya sepuluh besar pertama baginya sejak 2016. Permainannya itu memberinya skor total 273 dan finis T4 bersama pegolf Amerika Robby Shelton.
Penampilan Ishikawa ini seakan melengkapi kebanggaan Jepang yang, untuk pertama kalinya dalam sejarah ZOZO CHAMPIONSHIP, dua pegolf tuan rumah lainnya ikut finis di jajaran sepuluh besar. Kensei Hirata dan Ryo Hisatsune sama-sama menuai skor 66 untuk finis di posisi T6.
Sebelum Matsuyama muncul dan menjuarai delapan gelar PGA TOUR, Ishikawa yang kini berusia 32 tahun, disebut-sebut sebagai bintang besar dari Jepang ketika ia tampil dalam beberapa musim pada PGA TOUR. Cederalah yang akhirnya meredupkan kariernya di Amerika.
Sepuluh besar pada pekan ini membuat Ishikawa berhak mendapat spot pada ajang musim gugur FedExCup berikutnya, yaitu World Wide Technology Championship di Meksiko, dua pekan lagi. Ia pun langsung menegaskan niatnya untuk menerima spot tersebut, sekaligus kembali menghadapi bintang-bintang golf PGA TOUR.
”Saya sangat senang bisa finis di sepuluh besar. Sungguh luar biasa bisa bermain dalam ajang PGA TOUR di Jepang. Atmosfernya sungguh mengagumkan. Rasanya sangat senang bisa bermain di hadapan para penggemar Jepang,” tutur Ishikawa, yang total mencatatkan 12 kali finis di sepuluh besar dalam 157 turnamen PGA TOUR yang ia ikuti.
”Saya selalu berharap bisa kembali ke PGA TOUR. Sudah lima tahun berlalu sejak terakhir main di sana, tapi saya selalu berusaha membangun diri saya untuk bisa kembali. Rasanya tidak pernah terlambat untuk bisa mencapai hal tersebut, jadi saya selalu berlatih keras untuk mewujudkannya.”
Ishikawa juga mengaku bangga bisa melihat Hisatsune (21 tahun) dan Hirata (22), yang menikmati finis di jajaran atas dalam edisi kelima ZOZO CHAMPIONSHIP.
”Saya sudah bermain pada Japan Tour dalam lima tahun terakhir, dan belakangan ini melihat momentum dari para pemain yang berusia di awal 20an, yang sangat luar biasa. Liga kami sangat kompetitif saat ini, terutama di antara pemain muda. Jadi, daripada merasa hal ini sebagai sebuah pencapaian, saya merasa prestasi ini lebih sebagai sebuah realitas,” tegasnya..
”Setelah kemenangan dan finis yang bagus kali ini, saya merasa lebih percaya diri.” — Ryo Hisatsune.
Tahun lalu Hisatsune mendapat bogey di hole ke-72 sehingga gagal masuk sepuluh besar. Kali ini wajahnya tampak bersinar penuh kebanggaan dengan sepuluh besar keduanya pada ajang PGA TOUR. Dengan kemenangannya pada ajang Cazoo Open de France pada DP World Tour bulan lalu, pemuda ini juga tengah berada di jalur yang ideal untuk bisa meraih kartu PGA TOUR dengan berada di jajaran sepuluh besar peringkat DP World Tour.
”Setelah kemenangan dan finis yang bagus kali ini, saya merasa lebih percaya diri,” tutur Hisatsune menyinggung peluangnya bermain dengan Matsuyama di Amerika pada musim depan. ”Meski begitu, masih ada beberapa turnamen lagi (pada DP World Tour), jadi saya akan menjalani satu demi satu turnamen itu.
”Tahun lalu saya mengacaukan permainan di hole terakhir sehingga rasanya kecewa sekali, tapi karena sudah bermain dalam turnamen pada tiga tahun terakhir, finis dengan birdie kali ini saya rasa akan membantu saya untuk jangka panjang, jadi saya sangat senang.”
Meski berhak mengikuti World Wide Technology Championship, Hisatsune mengaku belum yakin untuk mengikuti ajang tersebut. Ia merasa prioritasnya saat ini ialah mempertahankan statusnya di sepuluh besar DP WOrld Tour. Saat ini ia ada di peringkat 7. ”Saya sangat ingin pergi (ke Meksiko), namun dengan jadwal saat ini keadaannya cukup sulit, jadi saya butuh waktu untuk mempertimbangkannya sebelum mengambil keputusan,” imbuhnya.
Satoshi Kodaira (T12) dan Yuki Inamori (T16) menjadi pegolf Jepang terbaik berikutnya. Masing-masing menuntaskan putaran final tadi dengan skor 72 dan 71. Adapun Juara ZOZO CHAMPIONSHIP 2021 Hideki Matsuyama harus puas finis di posisi T51 setelah bermain dengan skor 72.


