Diponegoro Golf Community dan IKA Undip menyumbangkan Rp100 juta sebagai modal awal Yayasan Bina Golf Diponegoro.

Penyelenggaraan Intercollegiate Golf Series (IGS), yang diprakarsai Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) dan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) ternyata memberi efek positif. Menyusul keberhasilan empat mahasiswanya dalam meraih sejumlah trofi pada ajang IGS tersebut, Universitas Diponegoro (Undip) kian menunjukkan langkah serius untuk melakukan pembinaan di lingkungan kampus.

Setelah menginisiasi pembentukan unit kegiatan mahasiswa golf pada tahun 2020, yang kemudian diresmikan pada 11 April 2021, empat mahasiswa Undip sukses memberi kebanggaan bagi kampusnya. Pada penyelenggaraan IGS yang berlangsung bulan November 2021 lalu, Nadya Maharani (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 2021) sukses menyabet Best Nett Overall, sementara Rykho B. Harahap (Fakultas Hukum 2020) meraih Best Nett I Flight A. Adapun Akbar Hidayat (Fakultas Ekonomika dan Bisnis 2018) menjuarai Best Gross Flight B, sedangkan Darendra Hartono (Fakultas Teknik 2020) memenangkan Best Nett 1 Flight B.

Prestasi yang membanggakan itu pun mendorong Ketua Diponegoro Golf Community (DGC) Lukman Hidayat, bersama Ikatan Alumni Universitas Diponegoro dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D. untuk mendirikan Yayasan Bina Golf Diponegoro.

 

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Diponegoro Drs. H. Akhmad Muqowam menyambut positif terbentuknya Yayasan Bina Golf Diponegoro. Foto: Diponegoro Golf Community via GolfinStyle.

 

”Undip mungkin menjadi satu-satunya kampus PTN yang memiliki UKM golf,” ujar Lukman. ”Para mahasiswa ini, ketika mengikuti turnamen, suatu saat bisa saja berbenturan dengan jadwal perkuliahan mereka. Namun, kehadiran pembina dan elemen pendukung lainnya tentu agar bisa memfasilitasi kegiatan akademik para mahasiswa ini sambil terus bisa berlatih dan berprestasi di lapangan, bukan dengan mengorbankan pendidikannya. Dengan demikian, kampus Undip bisa menjadi contoh.”

Sebanyak 146 peserta menyambut positif tujuan mulia ini sehingga ikut meramaikan ajang ”Charity with Golf” yang diadakan di Pondok Indah Golf Course pada Sabtu (18/12) lalu. Dalam kesempatan tersebut, DGC menyatakan komitmennya dengan menyumbangkan dana sebesar Rp100 juta sebagai modal awal untuk pembinaan melalui yayasan tersebut.

Ketua Umum Ikatan Alumni Undip Drs. H. Akhmad Muqowam menyampaikan, penyelenggaraan IGS yang di antaranya juga bermaksud membawa Indonesia menembus Olimpiade Paris 2024 itu menilai bahwa kompetisi student athlete, atau mahasiswa atlet, menjadi bagian penting dari IKA Undip dan DGC.

 

Ketua Diponegoro Golf Community Lukman Hidayat ikut menginisiasi pembentukan Yayasan Bina Golf Diponegoro. Foto: Diponegoro Golf Community via GolfinStyle.

 

”Oleh karena itulah, kami membentuk yayasan yang merupakan bentuk kerja sama IKA Undip, DGC, dan UKM Golf Undip. Bantuan sebesar Rp100 juta ini diharapkan bisa membantu dalam rangka meningkatkan kualitas dan memotivasi student athlete dari Undip agar terus berpeestasi,” ujar beliau.

Dengan keseriusan DGC, IKA Undip, dan Undip dalam memfasilitasi dan membina para mahasiswa yang tergabung dalam UKM Golf Undip, bukan tidak mungkin jika mahasiswa Undip bisa kembali meraih prestasi membanggakan pada ajang IGS Seri 2 mendatang. Namun, yang tak kalah penting, keseriusan ini menempatkan Undip di salah satu garda terdepan sebagai PTN yang siap memfasilitasi mahasiswa yang aktif dalam olahraga golf, sembari mendorong keseimbangan kegiatan akademik dan prestasi olahraganya.

Ulasan lebih lengkap mengenai UKM Golf Undip dapat disimak dalam edisi digital GolfinStyle yang akan datang.