Pekan ini, World Golf Championships-Mexico Championship kembali digelar di Club Golf de Chapultepec. Sekali lagi bintang Asia asal India Shubhankar Sharma akan tampil pada turnamen yang tur`ut melambungkan namanya ini.

Tahun lalu, secara mengejutkan ia memimpin turnamen ini pada putaran kedua dan ketiga, melampaui sederet pemain bintang yang turun berlaga di sana. Sampai akhirnya ia harus finis di posisi T9.

Meskipun akhirnya gagal meraih kemenangan perdananya pada panggung besar tersebut, performa istimewa itu melambungkan namanya ke seluruh dunia, sekaligus membawanya tampil di seluruh turnamen World Golf Championships sepanjang 2018. Ia juga menikmati bermain di empat ajang Major, lalu akhirnya memenangkan Order of Merit Asian Tour. Prestasi global itu kemudian membuatnya meraih ganjaran berupa Arjuna Award, penghargaan tertinggi dunia olahraga di India.

Ia sendiri meyakini keberhasilan 2018 itu menjadi fondasi dasar untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar lagi dalam kariernya yang masih sangat panjang. Sejauh ini, ia sendiri telah menjuarai dua turnaemn co-sanction Asian TourEuropean Tour di Afrika Selatan dan Malaysia.

Meskipun kampanye tahun 2019 belum menampilkan hasil yang ia harapkan setelah gagal lolos cut dua kali dari tiga turnamen yang ia ikuti, kembalinya Sharma ke Chapultepec bukan tidak mungkin akan mengembalikan performanya untuk kembali menjadi sorotan.

“Performa saya kala itu menunjukkan saya bisa bermain menghadapi para pemain terbaik di dunia dalam turnamen yang menjadi ajang WGC pertama dalam karier saya.” – Shubhankar Sharma

“Jelas saya memiliki banyak kenangan dan perasaan yang spesial dari turnamen ini pada tahun lalu. Saya sangat menyukai lapangan golf di mana Anda mesti benar-benar memiliki permainan yang tajam. Pastinya saya akan memberi performa yang terbaik. Anda takkan tahu apa yang akan tejadi … golf itu olahraga yang lucu. Tahun lalu saya belum bisa memenangkannya dan saya akan terus berusaha,” ujar Sharma.

Pemuda kerap menonton ajang Major bersama ayahnya pada pagi hari di rumah mereka di Chandigarh itu menorehkan skor 65, 66, dan 69 untuk mencuri perhatian, sebelum akhirnya harus mengakhiri putaran final dengan skor 74. Pengalamannya tahun lalu termasuk diminta untuk menyingkir dari Phil Mickelson lantaran pegolf Amerika itu mengira Sharma sebagai wartawan.

“Turnamen (di Meksiko) itu jelas menjadi sorotan tahun 2018. Saya tak bisa memenangkannya, tapi turnamen itu menjadi titik balik buat saya. Performa saya kala itu menunjukkan saya bisa bermain menghadapi para pemain terbaik di dunia dalam turnamen yang menjadi ajang WGC pertama dalam karier saya. Punya peluang menang pada tahap karier saya ini jelas merupakan pengalaman yang bagus, dan ketika pulang, saya menerima banyak dukungan dan banyak anak juga yang mulai mengagumi saya dan mereka juga percaya kalau mereka bisa bermain di panggung yang tertinggi,” sambungnya lagi.

Pengakuan dunia terhadap kemampuannya kembali dilayangkan usai finis di peringkat T10 pada ajang CIMB Classic. Pada saat itu, ia meyakini kalau ia punya peluang untuk mendapat hak bermain penuh pada PGA TOUR.

“Anda selalu bisa mempelajari hal-hal baru. Ada banyak tekanan dan tubuh ini bisa bereaksi secara berbeda. Di Meksiko dan CIMB, saya belajar banyak. Lebih ke pendekatan mental, merasa lebih nyaman bermain di grup terakhir. Saya merasa nyaman bermain di grup teratas, tapi di panggung yang lebih tinggi lagi, levelnya terasa berbeda. Mungkin Anda harus mengingatkan diri sendiri kalau ini adalah golf. Itulah yang selalu saya lakukan,” kata Sharma.

Tahun lalu, Sharma bermain di 33 turnamen di seluruh dunia. Tapi kali ini ia berniat untuk mengurangi jumlah itu untuk memastikan jiwa dan raganya menjadi lebih segar ketika memulai pertandingan.

Shubhankar Sharma juga kembali tampil prima di Malaysia saat masuk sepuluh besar pada CIMB Classic. Foto: Paul Lakatos/Asian Tour.

“Saya banyak mengikuti turnamen besar. Ada banyak hal positif yang terjadi dan semua itu meningkatkan percaya diri bahwa saya bisa bermain menghadapi para pemain terbaik. Tahun lalu merupakan musim yang panjang dan saya harus mempelajari kondisi tubuh saya. Saya belajar mengatasi jet lag dan beristirahat cukup. Jiwa dan raga bisa bereaksi secara berbeda kalau sering bermain dan inilah yang saya coba kelola. Saya berharap bisa mengatur jadwal dengan baik, membuat jadwal yang tepat dan mengikutinya. Selain itu, saya juga bermain di lapangan-lapangan yang baru hampir tiap pekan dan berharap ketika kembali bermain di sana saya bisa main dengan lebih mudah,” paparnya.

Ia juga telah mematok target untuk tahun ini. Ia berniat untuk masuk menjadi bagian Tim Internasional Presidents Cup di The Royal Melbourne Golf Club, bulan Desember. Ia juga berniat untuk meraih kartu PGA TOUR melalui kategori non-anggota.

“Saya berniat untuk meraih lebih banyak hasil yang konsisten, lebih banyak finis di 10 besar, 15 besar,” ujarnya. “Menang tentu bagus, tapi saya mencari lebih banyak hasil yang bagus secara konsisten.”

Meskipun kartu PGA TOUR juga menjadi target, ia tidak berniat untuk memaksakan diri.

“Saya punya jadwal di Meksiko ini dan The Open, yang tentu masuk hitungan untuk menuju PGA TOUR. Semoga saja saya bisa mendapatkan hasil yang bagus dan melihat bagaimana hasil akhirnya,” ujar Sharma.

Pekan ini Phil Mickelson akan mempertahankan gelar yang ia menangkan tahun lalu. Beberapa nama besar, seperti Dustin Johnson, Bryson DeChambeau, Juara FedExCup 2017 Justin Thomas, bahkan Tiger Woods juga bakal tampil untuk meramaikan persaingan pada pekan ini.

Leave a comment