Shubhankar Sharma memperbaiki posisinya menuju putaran akhir pekan di Royal Liverpool dengan torehan skor total 139.
Shubhankar Sharma mendapatkan hadiah ulang tahun yang berharga di Royal Liverpool. Tampil dalam ajang The Open Championship yang ketiga dalam kariernya, pegolf India ini memastikan melangkah ke putaran akhir pekan setelah skor even par 71 membawanya ke posisi T4.
Bermain pada sore hari membuat pegolf yang genap berusia 27 tahun pada putaran kedua ini mengalami tantangan berat berupa embusan angin yang kencang. Tidaklah mengherankan jika ia mengaku puas bisa bermain even par.
”Sangat senang, sangat senang. Malahan, saya sempat melihat beberapa kos, dan ketika mulai memainkan dua, tiga hole pertama, saya melihat angin berembus lebih kencang ketimbang ketika kami bermain kemarin. Saya ingatkan diri sendiri kalau even par tidak bakal menjadi putaran yang buruk,” jelas pemegang dua gelar DP World Tour ini.
”Jelas saya tidak beharap (petaka) hole 17 itu terjadi dan bisa finis even par seperti itu, tapi kalau melihat keseluruhannya, saya cukup senang. Even par itu bagus. Masih dalam persaingan. Semoga saya masih bisa mendapat dua putaran bagus lagi.”
Sharma sempat bermain 1-under ketika melangkah ke hole 17 par 3 setelah membukukan dua birdie dan satu bogey. Petaka tercipta di hole 17 itu di mana ia harus mendapat double bogey.
”Saya memukul dengan 8-iron di sana. Anginnya cukup kencang sepanjang hari, termasuk di hole sebelumnya, kami menghadapi angin 23 meter, arahnya sedikit berbeda. Saya berusaha berhati-hati, dan malah melakukan pull shot, yang jelas tidak membantu dan bolanya pun bergulir ke area berumput tinggi. Saya tidak punya cara untuk mengeluarkan bola dari sana. Chipping saya tidak terlalu jelek, tapi menjadi berlebihan karena angin. Tidak mudah untuk membuat bola berenti mendekati pin. … Namun, saya senang bisa kembali dengan birdie dan even par,” jelas Sharma.
Ia menambahkan bahwa dalam keadaan melawan angin dan searah angin, semuanya menyulitkan permainan dan mampu memengaruhi pukulan hampir 18 dan 23 meter.
”Tapi sekali lagi, flight bola itu sangatlah penting ketika melakukan pukulan. Kalua memukul agak rendah, angin akan menghajarnya sehingga tidak bisa ke mna-mana, jadi pilihan itu selalu menjadi tantangan. Terutama dengan permukaan yang keras, koneksi dan kontak menjadi sangat penting,” tambah pegolf yang beralih profesoinal pada tahun 2013 ini.
Kini berada di posisi T4, Sharma terpaut tujuh stroke dari pegolf Amerika Brian Harman yang kini menguasai puncak klasemen. Ia berbagi tempat dengan duo Australia Minwoo Lee dan Jason Day, serta pegolf Amerika Cameron Young. Posisi ini jelas tidak hanya membuatnya berada di posisi bersaing, tapi juga hampir pasti memperbaiki dua catatan penampilannya terdahulu ketika finis T51 pada tahun 2018 dan 2019.

”Ini masih hari kedua, jadi (posisi itu) tidaklah penting. Bahkan kalau saya ada di posisi T50, ini golf, jadi Anda harus bangkit dan melakukan proses yang Anda lakoni lagi. Sampai tiba saatnya sembilan hole terakhir pada hari Minggu, posisi Anda benar-benar tidak penting. Anda tidak bisa kalah dalam sebuah turnamen dari dua hari pertama. Ini penting. dan saya senang kalau saya lolos cut dan ada di jajaran sepuluh besar. Sekarang tinggal bagaimana memainkan dua hari berikutnya, dan kita lihat. Sembilan hole terakhir pada hari Minggu nanti barulah kita tahu,” ujarnya lagi.
Selain Sharma, sejumlah wakil Asia lainnya turut melangkah ke akhir pekan. Juara Masters 2021 Hideki Matsuyama (72) menempati posisi T25, yang juga dihuni oleh pegolf Korea Tom Kim (75, 68) dengan skor total 142, sementara An Byeonghun (70), yang pekan lalu finis di posisi T3 pada Genesis Scottish Open untuk mendapat spot pada pekan ini bermain dengan skor total 142 dan ada di posisi T30.
Rekan senegara An, Im Sungjae akan memulai putaran akhir pekan ini dari posisi T39 setelah bermain dengan skor 144 dalam dua putaran. Satu wakil Asia lainnya yang lolos ialah pegolf Jepang Rikuya Hoshino yang bermain dengan skor 75 dan 69 untuk menghuni peringkat T39.
Harman mengambil alih puncak klasemen dari trio pemuncak klasemen hari pertama—Christo Lamprecht, Emiliano Grillo, dan Tommy Fleetwood. Pegolf Amerika ini mencatatkan empat birdie berturut-turut dari hole 2, sebelum akhirnya kondisi alam di Royal Liverpool memaksanya untuk bersarar. Demikian pun ia berhasil memperbaiki kartu skornya dengan menorehkan eagle di hole terakhirnya.
”Putter saya beberapa hari terakhir sedang prima, jadi saya berusaha untuk memanfaatkannya hingga ke akhir pekan. Masih ada 36 hoe lagi, jadi saya akan berusaha untuk istirahat dan bersiap (untuk putaran ketiga),” ujar Harman.
”Saya berusaha untuk tidak terjebak (oleh pikiran memenangkan Major). Ini cuma golf. Saya pikir ketika memimpin dalam 54 hole pada U.S. Open saya mungkin terlalu memikirkan hal tersebut. Tidak berfokus untuk tidur dan makan dengan baik. Jadi, itulah yang akan menjadi fokus saya pada akhir pekan ini.”


