Tom Kim siap menampilkan permainan terbaiknya pada ajang Genesis Scottish Open, yang dimulai Kamis (11/7) ini.
Tom Kim menyukai permainan golfnya saat ini. Dan sesuai dengan karakter olahraga ini, waktunya tampak sangat tepat.
Permainannya beberapa bulan lalu belumlah tajam, namun kerja kerasnya selama sembilan pekan yang memberikan hasil terbaik pada musim ini terbukti menjadi pendorong dan hal penting yang ia butuhkan untuk mempersiapkan dirinya menjelang akhir musim PGA TOUR.
Hari ini pegolf berusia 22 tahun ini akan mulai bertanding pada ajang Genesis Scottish Open yang memperebutkan total hadiah sebesar US$9 juta. Ia sendiri sempat finis sendirian pada edisi 2022, yang kala itu turut melambungkan kariernya.
”Saya senang dengan permainan saya saat ini,” ujar Kim. ”Di sinilah semuanya bermula bagi saya. Saya mulai menorehkan prestasi di Skotlandia ini, dan tahun lalu saya juga punya peluang (untuk finis T6). Nuansanya benar-benar bagus dan saya bersemangat melakoninya. Ini salah satu ajang yang kerap saya tandai tiap awal tahun dan saya tahu saya akan bermain di sini.”
”Kalau ingin menjadi pegolf yang mahir di dunia, Anda mesti ke Skotlandia dan beradaptasi. Anda tidak bisa hanya main bagus di AS. Anda mesti ke sini dan membuktikan permainan Anda.” — Tom Kim.
Ia sendiri telah menunjukkan permainan terbaiknya pada ajang Travelers Championship. Kala itu ia memegang kendali dalam tiga putaran sebelum akhirnya takluk dari teman baiknya dan pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler. Kini ia berharap bisa finis lebih baik dalam beberapa turnamen, termasuk ketika mengikuti The Open Championship dan Olimpiade Paris. Setelah itu masih ada FedExCup Playoff, di mana kini ia menempati peringkat 41.
Memang tidak terlalu lumrah bagi seorang pegolf profesional melakoni sejumlah turnamen dan menempuh perjalanan panjang. Namun, Kim merasa perlu untuk mempertajam aspek kompetitifnya. ”Tentunya hal terbesarnya ialah berusaha menemukan permainan saya,” ujarnya.
”Kondisinya sekarang ini saya main bagus di rumah sendiri. Cuma ketika mengikuti turnamen, permainan saya tidak tajam. Itulah alasan sembilan pekan itu. Mau sebanyak apa pun bermain di rumah sendiri dan taruhan, turnamen golf benar-benar berbeda. Saya ingin permainan saya dalam turnamen menjadi lebih tajam. Rasanya jika saya bisa lebih tajam secara kompetitif, saya bisa benar-benar berfokus dan bermain lagi karena ada begitu banyak aspek yang terjadi dalam turnamen golf, seperti angin, posisi bola, dan posisi pin. Semua itu tidak bisa Anda dapatkan di rumah sendiri.”
Ia sendiri telah merasa berada di rumah selama berada dalam iklim dan kondisi di Skotlandia, yang bisa menunjukkan empat musim berbeda dalam sehari. Finis T2 di Royal Liverpool pada ajang The Open tahun lalu, dengan putaran final dimainkan di bawah kondisi yang brutal menunjukkan bahwa Kim siap bermain dalam segala musim. Yang lebih penting lagi ialah, pegolf Korea ini tahu ketegaran mental menjadi penting juga untuk bermain di lapangan links.

”Kalau ingin menjadi pegolf yang mahir di dunia, Anda mesti ke sini dan beradaptasi. Anda tidak bisa hanya main bagus di AS. Anda mesti ke sini dan membuktikan permainan Anda. Saya suka berada di sini dan suka bermain di AS. Dalam hal penyesuaian, menurut saya kondisi ini sangat keren,” imbuhnya.
”Dua tahun lalu saya tidak tahu mesti berharap bagaimana karena semuanya masih baru buat saya. Ketika angin berembus, Anda mesti punya presisi dalam menempatkan bola dan mesti cerdas. Ini bukan lapangan jenis parkland, di mana Anda bisa memukul driver sejauh mungkin dan sedekat mungkin (ke lubang). Anda mesti menyusun strategi dan memilih spot yang tepat. Hal-hal tersebut membuatnya unik, dan saya pikir itulah ujian sejati untuk tiap aspek permainan. Itu yang saya suka dari dua pekan ke depan.
”Ketegaran mental muncul dari sering bermain dan Anda mesti menerima kondisi yang sulit. Anda mungkin bisa memukul dengan sempurna dan karena embusan angin kencang, posisi bola Anda akan sulit, dan Anda mesti bisa menerimanya. Menurut saya, pemain yang mampu bermain dalam kondisi berangin adalah orang yang mahir, dan mereka yang kesulitan adalah pemain yang kesulitan beradaptasi.”
Pekan ini Rory McIlroy akan mempertahankan gelarnya. Sejumlah pemain bintang, termasuk juara bertahan The Open Brian Harman, Robert MacIntyre dari Skotlandia, dan Juara PGA Championship Xander Schauffele yang juga menjuarai ajang ini tahun 2022 juga ikut bersaing.


