Dari semula tidak merencanakan ikut bertanding, Syukrizal tampil sebagai juara pada The Memorial Cup Vol.2 di Gading Raya Golf Club, kemarin (29/10).
Syukrizal sama sekali tidak merencanakan untuk bertanding. Tujuannya bertolak ke Jakarta awalnya hanya membantu mencarikan stik golf untuk anak sang sponsor. Seperti ungkapan sambil menyelam minum air, Syukrizal merasa sayang jika melewatkan kesempatan ini. Apalagi kompetisi dalam negeri pada tahun ini sangatlah minim.
Meski demikian, Memorial Cup Vol.2, kali ini menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan turnamen-turnamen lain yang ia ikuti. Turnamen yang tahun ini menyediakan total hadiah sebesar Rp100 juta ini hanya dimainkan sebagai turnamen satu hari. Selain itu, pertandingan juga dilakukan dengan sistem shotgun, di mana seluruh peserta bermain secara bersamaan di hole awal masing-masing.
”Pasti berbeda dengan yang biasanya. Dengan format stroke play dan shot gun, apalagi tidak ada live scoring, kita lebih tidak bisa memprediksikan siapa yang bakal menang. Jadi, saya usahakan bermain sebisa saya. Tidak ada keinginan untuk mengejar (sesuatu), cuma melakukan yang terbaik saja,” ujar Syukrizal.
”Total putting saya hari ini 25 sehingga bisa main 7-under.” — Syukrizal.
Syukrizal langsung menciptakan birdie di hoole 7 dan 8, yang merupakan hole kedua dan ketiganya. Kedua birdie tersebut turut memberinya momentum sejak awal, yang terbukti berhasil ia maksimalkan. Ia berhasil menambah lima birdie lagi lewat hole 10, 11, 15, 2, dan 5 untuk memastikan kemenangan dengan skor 7-under 65.
Pegolf asal Aceh ini mengaku puas dengan permainannya secara keseluruhan. ”Memang tadi bola saya dua kali masuk air, tapi alhamdulilah bisa menyelamatkan dengan par. Putting saya hari ini juga sangat luar biasa. Total putting saya hari ini 25 sehingga bisa main 7-under,” sambungnya.
Alfred Sitohang, yang bermain dalam satu grup dengan Syukrizal, juga bermain dengan sangat baik. Seakan hendak membalas kekecewaannya yang gagal lolos cut dalam dua tiga turnamen internasional terakhirnya, pegolf yang bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini mencatatkan enam birdie dengan hanya satu bogey untuk finis di tempat kedua.
Adapun Jonathan Wijono, yang baru pulang dari mengikuti International Series Philippines finis sendirian di tempat ketiga dengan koleksi enam birdie dan dua bogey untuk skor 68.

Komitmen Berkelanjutan
Ardi Soetopo, yang memprakarsai Memorial Cup sejak tahun lalu, mengaku bangga dengan prestasi para pegolf profesional tahun ini. Meskipun hanya bisa bermain dalam satu putaran, ia menyebut jumlah peserta yang mampu bermain under sebagai hal yang patut dibanggakan.
”Pegolf profesional kita, dari Sabang sampai Merauke, sebenarnya banyak, ada ratusan. Akan tetapi, kalau tidak ada program yang dibangun, kita akan sulit melihat bibit-bibit baru. Pertandingan hari ini mungkin cuma satu hari, tapi pemenangnya bisa main 7-under. Kalau tidak salah putaran pertama tahun lalu skor terbaiknya 5-under. Jadi, kalau dalam satu hari sudah 7-under, mungkin kalau bisa bermain dalam dua hari skornya bisa lebih rendah lagi. Dan kalau dilihat mungkin sepuluh besar (enam besar) pemain kita bisa main under. Jadi, kita upayakan apa yang kita bangun ini bisa memberikan hasil yang maksimal,” ujar Ardi.
Penyelenggaraan Volume 2 di Gading Raya Padang Golf dan Klub ini sekaligus menjadi kelanjutan komitmen penyelenggara untuk meneruskan warisan dari Almarhum Ibrahim Harisnanto Soetopo. Edisi kedua kemarin, turut menjadi momen untuk mengenang Almarhum Brigjen Pol. (Purn) H. Yusri Yunus, yang merupakan ayah mertua Ardi.
”Jadi, dengan kerja keras kawan-kawan PGA Tour of Indonesia, kami membuat kelanjutan dari penyelenggaraan yang pertama agar bisa konsisten, lebih bagus, lebih maju, dan saya berharap bisa melakukan tidak hanya setahun sekali.” — Ardi Soetopo.
Ardi menambahkan, karakter olahraga golf yang menekankan keluhuran kepribadian para pemainnya menjadi salah aspek penting yang membuat kedua sosok tersebut memiliki hasrat yang besar dalam olahraga ini. Dengan demikian, Volume 2 kemarin tak hanya mewujudkan komitmen yang ia sampaikan tahun lalu, tetapi juga turut mengenang kedua almarhum, yang turut memberi sumbangsih bagi golf di Indonesia.
”Kebetulan sebelum penyelenggaraan turnamen ini, mertua saya meninggal dunia. Walaupun saya sebenarnya tidak menginginkan hal tersebut terjadi, saya rasa waktunya sangat pas untuk melanjutkan Memorial Cup ini,” jelasnya lagi.
”Jadi, dengan kerja keras kawan-kawan PGA Tour of Indonesia, kami membuat kelanjutan dari penyelenggaraan yang pertama agar bisa konsisten, lebih bagus, lebih maju, dan saya berharap bisa melakukan tidak hanya setahun sekali.”
Hasil akhir Memorial Cup Vol.2
65 – Syukrizal
67 – Alfred Raja Sitohang
68 – Jonathan Wijono
69 – Hendri Nasim, Rizchy Subakti
70 – Daniel Parkin (ENG), Almay Rayhan Yagutah, Moch. Seandy Alfaraby,
72 – Asep Saefulloh, Fadhli Soetarso, Michael Song, Nasin Surachman, Park Wonjung, Rinaldi Adiyandono


