Hideto Tanihara membuktikan dirinya mampu menyaingi bintang-bintang muda dengan meraih gelar JGTO ke-18 dalam kariernya lewat ajang Japan Players Championship by Sato Syokuhin.
Tampil di tengah para pegolf yang jauh lebih muda daripadanya tidak membuat pegolf veteran Hideto Tanihara gentar. Sebaliknya, ia membuktikan kematangan dirinya dengan menaklukkan Taiga Nagano untuk memenangkan gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) ke-18 dalam kariernya.
Putaran final ajang Japan Players Championship by Sato Syokuhin itu memang harus dilanjutkan ke babak play-off setelah Nagano gagal memasukkan putt birdie dari jarak kurang dari semeter di hole 18 di Nishi Nasuno Country Club itu. Skor 68 yang ditorehkan pegolf berusia 20 tahun itu hanya membuatnya menorehkan total 24-under 264, catatan yang sama yang diraih Tanihara setelah menorehkan skor 66.
Kegagalan di hole 18 itu tampaknya cukup memengaruhi Nagano sehingga ketika keduanya kembali memainkan hole 18, pukulan tee-nya justru mengarah ke pepohonan. Tanihara, yang telah meraih kemenangan dalam empat partai play-off sebelumnya, justru sukses mengantarkan bolanya sekitar 3 meter dari lubang lewat pukulan keduanya. Dan dengan dua putt, ia memastikan kemenangan ke-18 dalam karier profesionalnya.
”Nagano bertanding dalam partai play-off untuk pertama kalinya dan saya kira pengalaman saya memberi keuntungan. Saya mempertahankan fokus dan fakta bahwa saya bisa melakukan pukulan dan putting dengan baik pada pekan ini jelas sangat membantu,” ujar Tanihara, yang kini berusia 44 tahun. Kemenangan ini turut menempatkan Tanihara di posisi T12 sebagai pegolf dengan gelar JGTO terbanyak.
”Senang melihat generasi pegolf berikutnya dan akan sangat menarik melihat bagaimana mereka berkembang untuk menjadi pegolf kelas dunia dari sana.”
Nagano sendiri sulit mempercayai kegagalannya untuk bisa meraih gelar JGTO pertamanya sejak beralih profesional pada November 2021.

”Sungguh sayang dan memalukan,” tutur Nagano sedih. ”Rasanya frustrasi sekali karena saya tidak bisa memanfaatkan peluang!”
Namun, ia juga mengungkapkan sedikit kebanggaan lantaran bisa menunjukkan perlawanan berarti pada pekan ini. ”Saya bisa bertarung untuk kejuaraan pada pekan ini, dan bisa bersaing menghadapi Keita Nakajima pada putaran final, yang memberi saya rasa percaya diri,” tutur Nagano lagi.
”Tanihara menyampaikan kalau saya bisa menang pada kesempatan berikutnya. Saya melihat kualitas putting-nya yang mengagumkan, tapi pukulannya juga tak kalah luar biasanya!”
Nakajima sendiri berniat untuk meraih kemenangan keduanya dalam tiga pekan terakhir, namun double bogey di hole 5 praktis menjadi batu sandungan yang sangat menyakitkan. Ia akhirnya harus puas finis dengan skor 70 dan berbagi tempat ketiga dengan Yuta Uetake (66) dan Tomoharu Otsuki (66) dengan skor total 22-under 266.
Sementara itu, pegolf internasional asal Filipina Justin De Los Santos, yang sempat memimpin klasemen pada akhir putaran kedua, berhasil finis di sepuluh besar usai mengemas skor 68. Skor total 270 menempatkannya di posisi T10.
”Saya sudah bermain dengan baik sejak hari pertama ketika hujan turun, tapi sayangnya, hasilnya tidak sesuai dengan harapan saya. Hari ketiga saya juga tidak bagus, tapi masuk sepuluh besar jelas bukan prestasi yang buruk,” tutur De Los Santos, yang bersama pegolf Amerika Han Lee menjadi wakil internasional terbaik pada ajang ini.


